Beberapa minggu yang lalu saya pergi kuliah naik angkot dari Parung ke Depok. Lalu saya ngobrol dengan pa supir.

Begini ceritanya. Pa supir mulai bercerita dari kenapa dia menjadi supir. Dia meceritakan perjalanan hidupnya selama menjadi supir. sungguh membuat saya trenyuh mendengar ceritanya. Betapa tidak, dia mulai mengeluarkan angkot sewaannya dari jam 5 setelah sholat subuh, dan baru kembali jam 8 malam. Dalam sehari 4x melalui trayek Parung – Depok. Itu dia lakukan setiap hari, bahkan hari minggu sekalipun. Bayangkan berapa kali harus melewati macet disepanjang Depok-Parung. ..

Saya bertanya ke pa supir itu, “Kok bisa sih pa istiqomah gitu kerja jadi supir angkot…?? jawabnya “ya.. karena kebutuhan De…” Saat itu saya jadi berpikir, iya yah…. berarti supaya bisa istiqomah dalam hal apapun maka yang terpikir oleh kita harusnya kebutuhan bukan kewajiban… …