March 2008


Biomimetik – Penerapan desain alam untuk memecahkan masalah dibidang teknik, ilmu material, kedokteran serta bidang bidang lainnya. Biomimetik memadukan wawasan biologi dan pragmatism rekayasa. Adalah salah satu artikel yang ditulis majalah National Geographic Indonesia Bulan ini, April 2008.

Setiap makluk ciptaan Allah SWT merupakan koleksi harta dari desain yang brilian. Setiap spesies bahkan yang telah punah sekalipun merupakan kisah keberhasilan yang disempurnakan oleh jutaan tahun seleksi alam. Struktur alami memberikan petunjuk mengenai apa yang bermanfaat dalam sebuah mekanisme. Subhanallah!!

 

Rayap

Para arsitek di Zimbabwe tengah mempelajari cara rayap mengontrol suhu, kelembaban, dan aliran udara didalam gundukan sarang agar bisa mendirikan bangunan lebih nyaman.

Nyamuk

Para peneliti kedokteran Jepang berusaha mengurangi rasa sakit suntikan menggunakan jarum hipodermik dengan ujung bergerigi tajam, seperti pada proboscis nyamuk untuk meminimalkan rangsangan syaraf.

Kupu-kupu dan Kumbang

Permainan warna pada kupu-kupu dan kumbang serta lapisan anti pantulan cahaya pada mata ngengat telah mengilhami penelitian yang menghasilkan layar telepon selular yang lebih terang dan teknik anti pemalsuan yang sangat rahasia.

Lekukan-lekukan mikroskopis pada mata lalat berusia 45 juta tahun yang lalu yang terperangkap dalam ambar yang dilihatnya dalam museum di Warsawa Polandia, juga telah mengilhami pembuatan panel surya.

Kemilau metalik dan warna cemerlang burung tropis dan kumbang tak berasal dari pigmen, tetapi dari sifat optic; jajaran rapi mikrostruktur yang memantulkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Warna structural seperti itu yang tak akan memudar dan lebih berkilau daripada pigmen, sangat menarik kalangan produsen cat, kosmetik, dan hologram kecil kartu kredit.

Kumbang Melanofia yang bertelur di kayu yang baru terbakar telah mengembangkan struktur yang bisa mendeteksi radiasi infra merah yang dihasilkan kebakaran hutan secara tepat, membuatnya bisa merasakan kobaran api yang berjarak ratusan kilometer jaunya. Kemampuan ini sekarang diteliti oleh Angkatan Udara AS.

Ikan Kotak (Ostracion Cubicus)

Dibalik bentuk ikan kotak yang seperti kubus tersimpan pelajaran tentang desain yang elegan. Gaya hambat yang rendah membantu ikan tersebut merenangi jarak sejauh enam kali panjang tubuhnya dalam satu detik dengan distabilkan oleh tepi karapaksnya yang mirip lunas.

Bentuk ikan kotak yang sangat aerodinamis mengilhami mobil Mercedes-Benz yang berkonsep bionic. Aliran asap saat pengujian diterowongan angin pada fasilitas di Stuttgart menampilkan bentuk aerodinamika mobil yang meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga kilometer per detik

Kadal Thorny Devil

Dengan menghirup air melalui kaki, kadal Thorny Devil dari padang pasir Australia yang gersang memperlihatkan kemampuannya menyerap air ke mulut melalui saluran-saluran diantara sisiknya. Para ilmuwan berharap mampu meniru mekanisme tersebut untuk mengembangkan teknologi pengumpulan air bagi daerah-daerah kering.

Buah Anjang (Xanthium sp)

Saat memeriksa duri di celana dan bulu anjingnya pada tahun 1948, George de Mestral mendapati ujung kait mungil. Velcro pun diciptakan. Velcro digunakan pada bedah jantung artificial pertama dan perjalanan ke ruang angkasa.

Dengan bentuk berkait dan bercincin yang langsung mencengkram, tetapi lepas jika disentakkan seperti ritssluiting, Velcro (mikrograf electron) sekarang ada dimana-mana. NASA termasuk yang awal menggunakannya, mengirim Velcro ke bulan pada sepatu bot dan pakaian antariksa. Termasuk sarung tangan astronaut Apollo John Young tahun 1972 untuk merekatkan benda-benda yang mengapung dalam gravitasi nol dan didalam helm sebagai penggerak hidung.

Daun Teratai

Pada tahun 1982, ahli botani Wilhelm Bartlott dari University of Bonn, Jerman menemukan permukaan daun teratai secara alami membersihkan diri dan menolak air. Berkat sudut pertemuan air dengan mikrostruktur dan nanostruktur berlilin, air membulat dan bergulir sambil mengumpulkan kotoran.

Barthlott mematenkannya, menyebutnya efek teratai. Temuan ini diterapkan dalam produk seperti cat biomimetik merk Lotusan. Dituangi bintil-bintil mikro, cat ini menolak air dan tahan pada noda berpuluh tahun

Sirip Paus

Diilhami sirip paus bungkuk, ahli biomekanika Frank Fisk membantu merancang bilah turbin dengan tuberkel (bintil). Lekukan tepi sirip membantu menghasilkan gaya belokan tajam. Bilah diuji di Wind Energy Institute of Canada untuk mengetahui apakah bisa menghasilkan tenaga yang lebih besar pada kecepatan lebih rendah dengan suara lebih halus daripada bilah konvensional.

Kulit Ikan Hiu

MIkro electron mengungkap rahasisa kecepatan ikan hiu: sisik mirip gigi, dentikula dermal. Air yang “melaju melalui galur mikro tanpa terhalang” mengurangi friksi, kata peneliti hiu George Burgess. Perbedaanya bagai arus sungai deras dan turbulensi kali dangkal. Sisik juga mencehag teritip dan ganggang menempel- inspirasi lapisan sintesis, mungkin diterapkan di lambung kapal Angkatan Laut, mengurangi penempelan makhluk hidup

Sayap Lalat

Kepak serangga terbang mikromekanis belum menyamai gerak U kompleks dari sayap lalat kerbau yang menjadi sumber ilham. Namun robot ini segera terbang tanpa hambatan. Digerakkan actuator listrik mungil dikedua sisinya, sayap rapuhnya mengepak 275 kali per detik, lebih cepat daripada lalat kerbau. “Sayap lalat luar biasa, berputar disetiap kepak” kata Ron Fearing dan UC Berkeley.

Kaki Tokek

Jari kaki tokek memiliki rambut berujung spatula (sekitar 6.5 juta rambut per jari) yang melekat pada permukaan pada tingkat molekuler, memberi si kadal pijakan yang lincah, bahkan pada tembok dan langit-langit. Stickybot, robot pemanjat yang diilhami tokek di Stanford University menjelajah di medan yang serupa. Kaki berbulu itu menggenggam dan melepas dan kaki robot meniru anatomi tokek itu sendiri. Namun sejauh ini robot itu relative bergerak dengan kecepatan siput. Para perancang berharap robot tersebut bisa digunakan dalam penerapak operasi SAR.

Artikel itu menambah keyakinan saya bahwa Allah memerintahkan kita membaca agar mendapat pengetahuan.

“Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah/Yang mengajar manusia dengan perantaraan Qalam ” (QS Al-‘Alaq 96:3-4).

Kata Baca (Iqra) digunakan dalam arti membaca, menelaah, menyampaikan dan sebagainya dan mencakup segala yang dapat terjangkau. Baik ia merupakan bacaan suci yang bersumber dari Tuhan maupun bukan, baik ia menyangkut ayat-ayat yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Dengan demikian perintah ‘Iqra’ mencakup telaahn alam raya, masyarakat dan diri sendiri, serta bacaan tertulis baik suci maupun tidak (Tafsir Al-Mishbah, Vol 15).

 

Seorang insinyur Mark Cutkosky mengatakan “harga yang kita bayar untuk kerumitan pada skala kecil jauh lebih besar daripada harga yang dibayar alam”. Bukti yang sangat jelas untuk kita semua sebagai manusia untuk menyembah Allah swt, sang Pencipta Yang Maha Kuasa, sebagai bukti tanda syukur kepadaNya…

Selepas mengajar di Baranangsiang sabtu sore itu saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Baru saja masuk jalan Pajajaran rentetan mobil sudah sangat panjang menutupi setiap persimpangan jalan. Tidak ada satupun jalan alternative yang bisa saya pilih. Akhirnya karena kaki saya sakit karena terlalu sering menginjak kopling akibat macet (maklum kaki saya tak beralas saat menyetir mobil..:p), saya memutuskan untuk membelokkan mobil saya ke sebuah toko buku Gramedia Hero Pajajaran. Mungkin ini bukan pilihan cerdas untuk mencari jalan pulang tapi semata-mata hanya karena mencari lalu lintas yang lancar saja… hihi (pilihan yang aneh memang..:)

Bank Kaum MiskinSudah lama sekali saya tidak mengunjungi toko buku ini. Penataan rak2 bukunya banyak berubah. Hal ini menyebabkan saya menuju rak2 buku tanpa arah yang jelas..:). Ketika saya mengamati satu persatu judul buku, saya tertarik dengan sebuah buku berjudul “Bank Kaum Miskin” dengan nama Muhammad Yunus tertera pada bagian bawah judul buku. Saya pernah membaca sedikit kisah bagaimana perjuangan Muhammad Yunus mendirikan Grammen Bank didalam buku Re-Code change DNA. Hmm..sepertinya menarik buku itu. Akhirnya buku itu saya beli.

Gaya bahasa buku itu sangat menarik. Seperti sebuah novel, buku itu menceritakan kisah perjalanan Muhammad Yunus mulai dari anak-anak hingga menjadi seorang professor dan mendapat Hadiah Nobel Perdamaian. Penghargaan itu diberikan kepada Muhammad Yunus karena keberhasilannya mmembantu kaum miskin mendapatkan hidup yang lebih baik melalui kesuksesanya mengembangkan Bank untuk kaum miskin, yang diberi nama dengan Grameen Bank.

Dalam buku itu dijelaskan, salah satu kunci kesesuksesan bank Grameen Bank adalah komitmen pegawai. Meski gaji yang diberikan kepada pegawai jauh dibawah standar gaji yang diberikan oleh bank swasta komersial, namun jarang sekali bank swasta tersebut bisa membajak pegawai bank Grameen Bank. Apa yang membuat pegawai begitu berkomitmen? Apakah pekerjaannya itu sendiri? Persahabatan yang mereka bangun? Rasa tantangan pribadi, harga diri, moralitas yang mereka peroleh dari membantu negaranya? Setiap pegawai memiliki alasan sendiri-sendiri. Yang jelas pegawai Grameen Bank diberi kepercayaan untuk menganalisa realitas objektif dan memunculkan simpulan sendiri. Pegawai tumbuh dengan menganggap diri mereka guru. Tidak ada yang menjadi bos seperti yang terjadi pada perusahaan2 swasta. Karena dengan bos, seseorang harus bersikap formal, tetapi dengan guru hubungan lebih informal bahkan spiritual. Seseorang bisa mengakui kesalahan sendiri tanpa takut mendapatkan sanksi resmi. Pegawai bank umumnya memerlukan kantor, kertas, meja dan telepon sebagai pendukung. Mereka merasa kehilangan tanpa alat2 itu. Tetapi kejadian itu tidak terjadi pada pegawai Grammen Bank. Walaupun tanpa alat2 itu, di lubuk hatinya mereka masih tetap seorang guru.

Di bab terakhir buku itu, Muhammad Yunus menyampaikan ketika ingin membantu kaum miskin, kita biasanya menyodori mereka bantuan amal. Seringkali kita memakai bantuan amal karena enggan mengakui pokok permasalahannya dan enggan menemukan solusi. Bantuan amal menjadi cara untuk lepas tanggung jawab. Tetapi bantuan amal bukan solusi kemiskinan. Bantuan amal hanya mengekalkan kemiskinan dengan merebut inisiatif dari kaum miskin. Bantuan amal memungkinkan kita melanjutkan hidup tanpa mencemaskan kehidupan kaum miskin. Bantuan amal menyenangkan hati kecil kita belaka, tidak memberikan solusi masalah.

Selanjutnya Muhammad Yunus menjelaskan bahwa untuk mengurangi dan menghapuskan kemiskinan kita harus kembali ke meja perencanaan. Konsep, lembaga dan kerangka2 analitis. Jika kita secara cerdas menggarap ulang kondisi-kondisi kerangkanya, maka kemiskinan akan hilang dan takkan pernah kembali lagi.

Akhirnya setelah membaca buku itu saya jadi malu sendiri karena merasa sudah melakukan kebaikan dengan memberi amal tapi sesungguhnya lepas dari tanggung jawab…. Hmmmmm…. Really .. its inspiring story…. wajib dibaca oleh setiap akademisi…

Semoga bermanfaat