“Saya XX, mahasiswa ibu. Mau nanya, jam berapa yah ibu bisa menemui saya..”
“Bukan gitu pa caranya….. ”
“Kalau laporannya sudah diperiksa, mohon dititip di sekretariat saja bu, nanti saya ambil….”

Itulah beberapa dari kalimat yang pernah saya dengar, baik melalui lisan, sms atau email. Coba bandingkan dengan kalimat dibawah ini:

“Saya XX. mahasiswa Ibu. Mohon informasi bu, jam berapa saya bisa menemui ibu..”
“Begini pa yang saya maksud…”
“Ibu, mohon informasi apakah laporannya sudah bisa saya ambil..”

Kita bisa lihat kalimat itu memiliki makna yang sama bukan..?? Tapi rasanya seperti berbeda yah… hehehe..mungkin itulah yang disebut dengan magic words… 😉 atau ada pepatah yang mengatakah “Words are just words and without heart they have no meaning…”..

Disadari atau tidak apa yang kita ucapkan atau apa yang kita tulis, memiliki pengaruh yang sangat besar sekali terhadap apa yang kita ingin sampaikan…. Boleh jadi apa yang ingin kita sampaikan keorang lain, tidak diterima atau diabaikan hanya karena cara kita menyampaikannya. Padahal pastinya semua orang menginginkan apa yang disampaikannya bisa diterima oleh orang lain…:)

Jadi sebenernya apa siy yang harus kita perhatikan saat kita ingin supaya orang lain mendengarkan atau menerima apa yang kita sampaikan…??. Berdasarkan buku “primbon” komunikasi yang pernah saya baca hehe…, ada beberapa hal katanya yang perlu kita perhatikan pada saat berkomunikasi.

1. Use ‘I’ messages. Pemilihan kata memegang peranan penting dalam komunikasi.Contohnya : “Kamu tidak jelas menerangkannya…”, akan lebih baik jika menggunakankan kalimat “Saya tidak mengerti apa yang kamu jelaskan, mohon dijelaskan lagi.. sama juga dengan kalimat “Ibu menemui saya…” akan lebih baik jika kalimatnya menjadi “Saya menemui Ibu… ”

2. Look for compromise. Ketika ada perbedaan pandangan, jangan bersikap “defensive”, tapi sampaikanlah dulu persaamaan pandangan yang ada.

3. Listen Carrefully. Jika orang lain mengkritik kita, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah mendengarkan dengan baik apa yang disampaikan. Jangan melakukan interupsi. Bersikaplah tenang dan berusaha mencoba untuk mencari apa yang benar dari kritik yang dia berikan.

4. Pada saat berbicara, ulangi lagi beberapa kata penting yang dia sampaikan, untuk menunjukkan bahwa kita mendengarkan dengan baik.

5. Usahakan untuk bersikap “bersahabat” sekalipun dia bikin bete..hehee…

Mohon maaf bila kurang berkenan….. :)