November 2009


“I’m nothing without you

Without you i lack what it takes
Unless we’re combined
I have half a mind
To blow all my chances and breaks

It’s time to stop quaking
Start taking the lead

I’m nothing without you
Without you i’m nothing…”

Ini adalah sebuah cuplikan syair lagu. Kalimat ini sudah pernah kita dengar.
I’m nothing without u sebuah ungkapan tulus dari seseorang kepada orang lain. Jika kita cermati lebih dalam lagi kalimat ini begitu bermakna.

Pertama, ungkapan ini sudah seharusnya kita sampaikan kepada Tuhan, karena memang Dia lah yang menggerakkan semuanya. Tanpa seijinNya tidaklah mungkin terjadi. Kedua, ungkapan ini pun seharusnya kita sampaikan juga kepada orang tua, teman, rekan sejawat, atau bahkan orang yang lebih muda dari kita. Coba perhatikan, apakah seorang dosen akan bisa mengajar tanpa adanya mahasiswa?, apakah kita bisa makan nasi tanpa ada seorang yang menanam padi?, apakah kita bisa sekolah tanpa biaya orang tua?, atau apakah bisa kita bekerja tanpa rekan kerja yang lain? Hampir semua yang kita kerjakan dan nikmati itu tidaklah pernah lepas dari orang lain… Jika demikian, pantaskah jika kita merasa sombong? Pantaskah jika kita merasa paling berjasa? Atau pantaskah kita merasa paling benar?

I’m nothing without you … Without you i lack what it takes

I have half a mind …To blow all my chances and breaks.

I’m nothing without you adalah sebuah ungkapan yang dalam yang bisa menjadikan seseorang menjadi rendah hati.

I’m nothing without you adalah sebuah penghargaan kepada orang lain atas apa yang telah kita capai

I’m nothing without you adalah sebuah penyerahan diri pada Tuhan …….

“I’m nothing without you

Without you i lack what it takes
Unless we’re combined
I have half a mind
To blow all my chances and breaks

It’s time to stop quaking
Start taking the lead

I’m nothing without you
Without you i’m nothing…”

Ini adalah sebuah cuplikan syair lagu. Kalimat ini sudah pernah kita dengar.
I’m nothing without u sebuah ungkapan tulus dari seseorang kepada orang lain. Jika kita cermati lebih dalam lagi kalimat ini begitu bermakna.

Pertama, ungkapan ini sudah seharusnya kita sampaikan kepada Tuhan, karena memang Dia lah yang menggerakkan semuanya. Tanpa seijinNya tidaklah mungkin terjadi. Kedua, ungkapan ini pun seharusnya kita sampaikan juga kepada orang tua, teman, rekan sejawat, atau bahkan orang yang lebih muda dari kita. Coba perhatikan, apakah seorang dosen akan bisa mengajar tanpa adanya mahasiswa?, apakah kita bisa makan nasi tanpa ada seorang yang menanam padi?, apakah kita bisa sekolah tanpa biaya orang tua?, atau apakah bisa kita bekerja tanpa rekan kerja yang lain? Hampir semua yang kita kerjakan dan nikmati itu tidaklah pernah lepas dari orang lain… Jika demikian, pantaskah jika kita merasa sombong? Pantaskah jika kita merasa paling berjasa? Atau pantaskah kita merasa paling benar?

I’m nothing without you … Without you i lack what it takes

I have half a mind …To blow all my chances and breaks.

I’m nothing without you adalah sebuah ungkapan yang dalam yang bisa menjadikan seseorang menjadi rendah hati.

I’m nothing without you adalah sebuah penghargaan kepada orang lain atas apa yang telah kita capai

I’m nothing without you adalah sebuah penyerahan diri pada Tuhan …….