December 2009


Aku anak bungsu dari tujuh bersaudara. Bapakku seorang guru dan ibuku seorang ibu rumah tangga. Aku dibesarkan dalam lingkungan sekolah. Sejak bapak ditugaskan sebagai kepala sekolah di smp 1 cimanggis (dulu bernama smp filial cibinong), kami tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana. Rumah itu adalah rumah dinas dengan 3 buah kamar kecil padahal keluarga kami adalah keluarga besar dengan 7 bersaudara. Rumah itu terletak persis di depan sekolah. Oleh karena itu, aku dibesarkan di lingkungan sekolah. Aku kenal dengan beberapa guru smp sejak aku kecil. Bahkan hampir semua guru SMP mengetahui masa kecilku.

Saat kecil aku tidak mengenyam TK sepertihalnya teman-temanku dulu. Aku beruntung punya banyak kakak yang mau mengajari aku membaca sejak kecil. Saat itu majalah kesenanganku adalah BOBO. Waktu aku belum bisa membaca, kakakku dengan sabar membacakan semua cerita yang ada di majalah tersebut. Karena kebaikan kakakku itu, akhirnya aku sudah bisa membaca ketika masuk SD.

Sejak SD hingga SMP, aku tinggal di rumah dinas itu. Selama aku tinggal di rumah dinas itu, aku selalu merasakan kebersamaan. Walaupun keluargaku keluarga besar, ibu tidak pernah memiliki pembantu. Sebagai seorang PNS dengan keluarga besar, bagi bapak bukanlah hal yang mudah untuk mempersiapkan biaya pendidikan. Oleh karena itu ditengah kesibukan ibu sehari-hari sebagai ibu rumah tangga, ibu berjualan buku tulis dan makanan kecil di rumah, didepan sekolah.  Pagi-pagi setelah sholat subuh, ibu pergi ke pasar untuk membeli makanan kecil untuk dijual. Diakhir pekan, ibu dan kakakku pun harus pergi ke pasar mester Jatinegara untuk membeli barang-barang keperluan sekolah untuk dijual. Bahkan terkadang ibu harus pergi sendiri ke pasar Mester Jatinegara. Pada malam harinya, aku dan kakakku juga mendapat tugas untuk membungkus es untuk kami jual pada pagi harinya. Biasanya aku dan kakakku membungkus es setelah mengaji dan sholat magrib dengan bapak. Bapak juga mengajar ngaji. Tidak hanya aku dan kakakku saja yang mengaji, juga beberapa teman tetanggaku. Setelah selesai membungkus es, baru aku belajar dan mengerjakan PR. Aku sangat beruntung sekali punya bapak seorang guru, karena aku selalu bisa mengerjakan PR dengan benar. Apalagi jika PRnya matematika, bapak selalu sabar untuk mengajariku. Saat mengerjakan PR, aku selalu harus mengerjakan soal yang bapak berikan sebelum mengerjakan PR yang diberikan oleh guruku. Kata Bapak, bapak pengen tahu apa aku mengerti atau tidak apa yang sudah diajarkan.

Semua keluarga kami diberi tugas rumah oleh Bapak dan Ibu. Kakakku ada yang bertugas mencuci, mengepel, menyetrika dan memasak membantu ibu. Sementara aku si bungsu diberi tugas untuk menyapu halaman dan membuka warung. Jadi sebelum pergi sekolah, setelah sholat subuh, aku membuka warung dan  menyapu sekeliling rumahku. Pernah suatu ketika aku bilang kepada bapak.. “Pak pohonnya ditebang saja supaya aku tidak perlu menyapu setiap hari…?” Bapak dengan penuh kasih sayang menjawab, “Nanti kalau pohon jambu ini ditebang, kamu tidak bisa lagi ambil buah jambunya…. Jadi biar kamu bisa memetik buahnya lagi, kamu harus mau sapu daun-daun yang jatuh… kan kalau kamu lapar, kamu juga makan lagi….?” Begitu ujarnya…

Kami pun diberi giliran untuk menunggu warung. Kalau sekolahku siang dan kakakku pagi, berarti aku tunggu warung pagi dan kakaku tunggu warung siang. Begitulah kehidupan kami selama kami tinggal di rumah dinas didepan sekolah itu.

Saat aku lulus SD, guruku menawarkan aku masuk kesekolah favorit di Jakarta yaitu SMPN 49 jakarta. Aku sampaikan saran guruku kepada bapak yang ketika itu masih menjadi kepala sekolah SMP 1 Cimanggis. Bapak menyarankan aku sekolah di SMP 1 Cimanggis saja dengan segala pertimbangan. Diantaranya biaya sekolahnya bisa lebih murah karena tidak perlu ongkos naik mobil. Akhirnya akupun masuk SMP 1 Cimanggis.

Ketika aku kelas 2 SMP, bapak harus pindah tugas ke SMPN 1 Cibinong. Seluruh keluargapun harus pindah dari rumah dinas sekolah itu. Aku sempat bimbang, apakah ikut bapak atau tidak. Tapi akhirnya aku memilih menuntaskan sekolahku di SMP 1 Cimanggis. Keluargaku pun pindah ke Citeureup, kota kelahiran orang tuaku. Dengan demikian aku harus naik bus JayaMini selama 1 jam untuk sampai ke sekolah.

Akhirnya setelah lulus SMP, aku memilih untuk masuk ke SMAN 1 Bogor, dengan pertimbangan lebih dekat dengan rumah orang tua. Setelah menamatkan SMA, aku melanjutkan kuliah di IPB karena aku mendapat PMDK (jalur tanpa test) dan setelah lulus alhamdullilah aku bisa menjadi salah satu pengajar di IPB. Dan kini aku tengah berjuang keras untuk menyelesaikan studi S3 ku di UI.

Entah mengapa malam ini.. aku ingat semua kejadian itu…

Bapak, Umi…
Beliaulah yang telah mendidik aku menjadi seperti ini…
Beliaulah yang telah mengajariku bekerja keras dalam hidup…
Beliaulah yang mengajari aku untuk beribadah kepada Allah..
Terima kasih Pa, Umi…

Terima kasih ya Allah atas semua yang telah engkau berikan kepadaku..
orangtua yang sangat menyayangi, mengajari  dan selalu mendoakan aku..
kakak-kakaku yang selalu membantuku dalam segala kesulitan dan masalah yang aku hadapi.

Bapak, Umi, Aa dan semua kakakku…. Maafkan aku yang belum bisa memenuhi semua impianmu..

Aku ingin persembahkan kelulusanku untuk Bapak, ummi dan semua yang mencintai aku….

Usai Ujian Promosi Doktor, 12 Januari 2010

“Praise and gratitude be to ALLAH, almighty,
without whose gracious help it would have been impossible to accomplish this work.”

Menulis dan menyajikan presentasi dengan baik adalah salah satu yang melengkapi keberhasilan sebuah penelitian. Ide penelitian akan mudah dipahami oleh pendengar jika penyaji dapat menyampaikan penelitian dengan efektif.

Melalui tulisan ini saya mencoba untuk berbagi pengalaman dalam menulis presentasi. Artikel sebelumnya mengenai presentasi juga pernah saya tulis yaitu : http://yeniherdiyeni.wordpress.com/2008/07/24/ujian-sidang/

Menyajikan presentasi dalam seminar penelitian biasanya tidak lebih dari 20 menit. Itu pun sudah termasuk dengan Tanya jawab 5 menit. Jadi jumlah waktu yang digunakan untuk presentasi hanya 15. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar apa yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh pendengar. Yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Perhatikan ruang seminar dan peralatan yang akan digunakan. Posisi berdiri penyaji seyogyanya tidak menutupi slide dan tidak menghalangi pendengar.
  2. Tidak hanya membaca slide. Usahakan untuk berkomunikasi dengan menghadap pendengar (keep eye contact).
  3. Membuat presentasi tidak sama dengan menulis makalah penelitian. Waktu yang dapat digunakan hanya 15 menit.  Sebagai estimasi, waktu yang diperlukan untuk menjelaskan 1 buah slide adalah 1 menit. Dengan demikian jumlah slide hanya berkisar 15-20 slide saja. Oleh karena itu jangan menulis terlalu detail seperti pada makalah. Bagian penting yang harus disampaikan antara lain: latar belakang penelitian, tujuan penelitian, metodologi penelitian, hasil penelitian dan kesimpulan. Tidak perlu menjelaskan setiap istilah/teknik yang digunakan dalam tinjauan pustakan seperti dalam tulisan makalah. Penjelasan teknik bisa dilakukan pada saat menjelaskan metodologi.
  4. Buatlah ilustrasi gambar yang menarik untuk menjelaskan latar belakang dan tahapan metodologi. Hal ini sangat penting karena penjelasan dengan menggunakan ilustrasi gambar memudahkan penyaji dalam menjelaskan dan membuat pendengat mudah memahami.
  5. Jangan terlalu banyak menuliskan rumus matematika pada slide. Sangat sulit untuk menjelaskan secara detail formula matematika dalam waktu 15 menit. Oleh karena itu cukup menuliskan formula matematika yang merupakan ide utama penelitian yang digunakan. Gunakan ilustasi gambar sehingga memudahkan pendengar memahami ide penelitian.
  6. Berikan penjelasan hasil penelitian sebaik mungkin dan jangan tergesa-gesa, karena bagian ini merupakan bagian penting. Jika ada, sampaikan konstribusi penelitian yang dilakukan
  7. Persiapan presentasi yang baik mampu membuat penyaji lebih percaya diri dalam menyampaikan presentasi… :)
  8. contoh slide : presentation_sample
  9. Jika anda ingin tahu teknik menulis techincal papers, please read this: hints

Steve Job seorang pendiri Apple mengatakan :

“You’re time is limited so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma–which is living with the result of other people’s thinking. Don’t let the noise of other opinions drown out your own inner voice. Stay hungry, stay foolish”

Semoga Bermanfaat.. dan Good luck!!

Here is an interesting and lovely way to look at the beauty of mathematics, and of God, the sum of all wonders.
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 987 65
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111
9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Brilliant, isn’t it?

And look at this symmetry:

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

Now, take a look at this…

101%

From a strictly mathematical viewpoint:

What Equals 100%?

What does it mean to give MORE than 100%?

Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?

We have all been in situations where someone wants you to

GIVE OVER 100%.

How about ACHIEVING 101%?

What equals 100% in life?

Here’s a little mathematical formula that might help

Answer these questions:

If:

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Is represented as:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26.

If:

H-A-R-D-W-O-R- K

8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

And:

K-N-O-W-L-E-D-G-E

11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

But:

A-T-T-I-T-U-D-E

1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

THEN, look how far the love of God will take you:

L-O-V-E-O-F-G-O-D

12+15+22+5+15+6+7+15+4 = 101%

Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:

While Hard Work and Knowledge will get you close, and Attitude will
Get you there, It’s the Love of God that will put you over the top!

Taken from http://darvish.wordpress.com.