September 2011


Saga, 26 September 2011

Anda rindu dengan tahu Bogor ala Yunyi di Jepang? Jangan khawatir, anda bisa mengunjungi Macchan yang terletak di Mitsuse, Saga.  Terletak di area pegunungan yang sejuk dan indah, akan mengingatkan anda dengan Puncak di Bogor. Udaranya sangat segar karena bukit hijau yang mengelilingi sekitar pemukiman penduduk.

         

*)Klik untuk memperbesar gambar

Macchan merupakan rest area bagi para pengunjung yang hendak pergi dari Saga menuju Fukuoka atau sebaliknya. Didalamnya banyak jajanan yang bisa memanjakan perut Anda :). Salah satu makanan favorit konon Tahu Macchan.

   

*) Klik untuk memperbesar gambar

Selain bisa memanjakan perut, Anda juga bisa memanjakan mata anda dengan pemandangan pegunungan  dan danau buatan yang berfungsi sebagai dam. Nama tempatnya Hokuzan Country Club. Untuk menikmati pemandangan anda bisa menyewa sepeda seharga 350 yen. Dengan sepeda itu anda bisa mengelilingi kebun dan danau. Danaunya sangat luas dan banyak pengunjung yang menyewa perahu sekedar memancing ikan.

               

   

*) Klik untuk memperbesar gambar

Trully.. I feel like at home… damaaii….:)

Yeni.-

Saga, 23 September 2011

Ogi Park terletak lebih kurang 500 meter bagian utara dari Stasiun Ogi. Tepatnya berlokasi di 185 Ogimachi Ogi, Saga Prefecture 845-0001 Japan. Kebun ini dibangun oleh Raja di wilayah Ogi dan merupakan salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi untuk melihat buah Cherry merekah. Ada sekitar 3.000 pohon cherry yang ditanam dikebun ini.

Pemandangan menuju Ogi Park melalui Nabeshima sangat cantik. Sawah hijau dan menguning dilatar belakangi dengan pengunungan menambah sejuk suasana. Dari dalam mobil, saya sempat mengabadikan beberapa pemandangan.

Memasuki Ogi Park saya melihat banyak rumah-rumah penduduk yang dikelilingi oleh pengunungan. Melewati jalan yang menurun, saya melihat sebuah rumah dengan air yang mengalir di samping rumah. cantik sekali.

Setelah melewati rumah tersebut, dari kejauhan anda bisa melihat air terjun Shimizu. Untuk menuju air terjun tersebut, saya melalui jalan setapak yang berkelok kelok.

*)Klik untuk memperbesar gambar

Setelah melalui jalan berliku-liku, kemudian saya baru dapat melihat air terjun Shimizu. Air terjunnya tidak terlalu besar. Disamping kiri terdapat tiga buah patung. Mungkin patung-patung ini digunakan untuk ibadah. Pemandangannya menarik dan yang membuat saya nyaman, kebun ini bersih dan terawat.

So inspiring …. Thank to pa Ronny, pa Andry, pa Basuki dan pa Lipur yang sudah mengajak saya ke sini.. :)

Avance, 19 September 2011

Kedatangan saya di Saga pada saat ini beberapa rekan saya di Saga bilang saat yang tepat, karena ada banyak festival yang akan diadakan. Salah satu festival yang saya datangi adalah Saga International Festival 2011 yang diadakan di Avance, dekat dengan gedung perpustakaan.

Ada banyak acara yang diadakan seperti “Taste teas of the world”, Hina Doll Making, From Saga to the world, Sunflower project dll.. banyak banget acaranya.

Salah satu acara yang saya tunggu2 adalah acara menggunakan pakaian kimono… waah.. senengnya .. ternyata ribet juga yah jd “Oshin”.. :p yang dandanin bajunya ajah sampai 3 orang.. anyway .. seneng..walaupun waktu didandanin sempet bingung ngomong dan ga ngerti apa yg mereka omongin.. (*nasib mu malang sekali nak.. :p).. Weiss pokoke akhirnya selesai juga pake pakaian kimono..

Setelah selesai menggunakan kimono, saya mengikuti prosesi minum teh (ocha) dan main alat musik Jepang.. kayak kecapi gitu deh… apa yah namanya di Jepang..

Prosesi minum teh ala Jepang cukup ribet.. pertama kali kita disuguhi makanan kecil, setelah itu baru teh. setelah menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang menyajikan teh.. selanjutnya gelas tehnya harus diangkat dan diputer2 sebanyak dua kali.. mungkin maksudnya supaya keaduk tehnya… setelah itu baru diminum tehnya.

Selesai dengan acara prosesi minum teh, saya dan mba Woro menuju ke tempat budaya Korea. Disana kami juga diperbolehkan untuk mencoba pakaian adat Korea dan berfoto ria.. :) teteeeeepp… :p. Menggunakan pakaian korea ga seribet menggunakan pakaian kimono.

Selesai dengan sesi pakaian adat, saya melihat pameran pembuatan boneka, Hina Doll making. Lucu-lucu bonekanya… tapi harus telaten buatnya karena bahan-bahannya kecil2.. ah.. saya moto aja deh… :p

Disamping pameran Hina Doll Making, ada pameran merangkai bunga.. Bunganya bagus2 bener. Tentunya kebanyakan ibu2 yang mencoba merangkai bunga..

*)klik untuk memperbesar gambar

Ada juga acara belajar memasak… khusus untuk acara ini saya memilih menjadi penonton setia saja.. :) Takut kalo saya ikut masak malah jadi gagal masakannya ..hehehe ngeles…

Selesai menghadiri acara di dalam ruangan, setelah itu saya pun keluar untuk melihat tarian dan permainan musik dari Korea. Warna-warni baju penarinya bagus sekali,.. so coloufull.. lucu.. dan cantik sekali tariannya..

Pengalaman yang tak akan terlupakan… :)

Saga, Minggu 18 sep 2011

Jumat 16 September pukul 7 pagi saya pergi ke Saga Castle sambil olah raga dengan mengendarai sepeda dibantu dengan GPS. Thanks to Heru-san udah minjemin Modem mobilenya..:). Dengan bantuan mbah Google map, akhirnya ketemu juga jalan menuju Saga Castle. Sempat bingung juga karena di penunjuk jalannya ditulis Saga Castle Ruins. Saya pun tanya mbah Google lagi, ternyata benar.. :). Karena kepagian, Walhasil.. saya cuma bisa foto bagian depan dan belakang Saga castle.

Keesokan harinya Sabtu pagi jam 10 saya dijemput oleh mba Irma dan Indra untuk pergi ke Saga Castle lagi. Ternyata saya juga bertemu dengan teman baru dari Imari-shi Saga, mba Inggit. Nice to meet you mba Inggit… Akhirnya kami bersama-sama menuju Saga castle. Inilah foto pintu gerbang utama dan tampak depan dari Saga Castle yang sempat saya foto. Pintunya gedeeee bangetz… Sesuatu bangetzzz… (haha.. baru saya denger istilah ini …. :p).

Kali ini saya bisa masuk ke dalam castle. Masuk ke Saga Castle tidak perlu membayar. Untuk masuk ke dalam Saga Castle, kita harus buka sepatu dan memasukkan koin 100 yen ke dalam kotak sepatu. Uang ini bukan uang untuk titip sepatu, uang ini ternyata akan dikembalikan lagi ketika akan mengambil sepatu lagi…:) engga ngerti juga kenapa harus menyimpan koin di kotak sepatu tapi kemudian dikembalikan….ya sudah ga usah dipikirin hehe…

Memasuki Saga Castle akan didampingi oleh seorang Guide yang akan menjelaskan Semua yang ada di dalam Saga Castle dalam bahasa Jepang. Tapi jangan khawatir bagi yang memiliki keterbatasan bahasa Jepang seperti saya hehe.. bisa meminjam audio guidance dalam bahasa Inggris :)

Saga Castle History Museum atau dalam bahasa Jepang disebut dengan Saga-Jo Hon-Maru merupakan castle utama di kota Saga, yang dibangun pada tahun 1838 oleh Naoma Nabeshima, raja ke-10 kota Saga. Bagi yang belum kenal dengan Naoma Nabeshima, ini katanya fotonya.

Saga castle terbuat dari kayu yang disusun menyerupai permainan Lego. Arsitekturnya sangat apik. Castle ini dibangun hanya satu lantai pada era Edo (Edo Period). Castle ini dijadikan musium dan dibuka untuk umum pada tahun 2004.

Berikut ini beberapa potongan gambar hasil jepretan saya di dalam Saga Castle.

Sekian jurnal Saga edisi Saga Castle…:) ..Please enjoy it!

Saga, 11 september 2011

Minggu pagi saya bersiap-siap untuk pergi ke Fukuoka. Tujuan utamanya mengunjungi Heru dan keluarganya sekaligus mau pinjam modem mobile dan barter daging ayam mentah :p. Dengan mengendarai sepeda saya menuju Stasiun Kereta Saga. Sesampainya di stasiun kereta Saga, saya menitipkan sepeda dan bergegas menuju Terminal 4. Di stasiun ini hampir semuanya menggunakan bahasa Jepang.. berbahagialah anda yang bisa membacanya.. :).

Sepanjang jalan menuju Fukuoka saya menikmati pemandangan sawah, pegunungan dan rumah2 penduduk.

Lebih kurang 45 menit saya sampai di Hakata Stasion. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Heru pun datang dengan kendaraannya menjemput saya.

Kemudian kita meluncur menuju salah satu mesjid yang ada di Fukuoka. Setelah berfoto ria sebentar di Mesjid, kami pun melanjutkan perjalanan menuju apartemen tempat tinggal Heru.

Sesampainya di apartemen Heru, saya bertemu dengan Retno dan ketiga anaknya. Kami disuguhi siomay dan makan siang oleh Retno.. Thanks a lot Retno! ….:).  Setelah mencicipi masakan Retno kami pun meluncur ke sebuah pantai di Fukuoka.. duh namanya pantai apa yah.. lupa saya. Pemandangannya bagus, bersih dan tidak terlalu ramai. Yang menarik adalah awannya yang bagus untuk di foto.

Setelah dari pantai, kami pun menuju Fukuoka Tower. Cuaca saat itu sangat cerah, ditambah lagi awan yang terlihat sumringah sekali (*lebay mode on*) hehe. Ini salah satu jepretan dari dalam mobil.

Setelah menempuh jalan selama 15 menit, sampailah di Fukuoka Tower. Menara ini terletak di Momochihama, sebuah kota di Fukuoka. Menara ini merupakan menara tertinggi di Fukuoka yang dibangun pada tahun 1989. Tinggi menara ini yaitu 234 meter dan berbentu segitiga. Tarif untuk masuk ke dalam gedung ini yaitu 800 yen atau setara 80 rb Rupiah.

Setelah membeli tiket, kamipun masuk melalui lift dan sampailah di puncak tertinggi menara Fukuoka. Dari atas menara ini kita bisa melihat gedung2 disekitar Fukuoka Tower. Tepatnya ada tiga sisi pemandangan yang bisa kita lihat.

Berikut jepretan ketiga sisi tersebut:

Setelah menikmati pemandangan di Fukuoka Tower, kami melanjutkan ke tempat makan sushi. Walaupun saya tidak terlalu menyukai sushi di Indonesia, saya ingin mencoba bagaimana rasanya sushi di Jepang. Setelah menunggu antrian akhirnya kami pun bisa masuk dan menikmati sushi. Sayangnya saya hanya bisa menikmati 4 piring kecil sushi saja, karena rasanya belum kompromi dengan lidah saya… :p.. hehe.. Ternyata lidah saya asli lidah Indonesia hehe…

Sekian jurnal singkat dari Fukuoka.. :)

Saga, 7 September 2011,

Hari Senin, 5 September 2011 saya memulai aktivitas di Saga. Karena saya belum tahu jalan menuju kampus dengan bersepeda, akhirnya Indra menjemput saya untuk pergi ke kampus. Perjalanan dari Apartemen ke Kampus hanya lebih kuran 10 menit menggunakan sepeda.

Akhirnya saya tiba di Kampus Saga. Kampus Saga konon ada 2 kampus, salah satunya di Honjo, kampus dimana saya akan melakukan riset. Kampus ini kecil, bersih dan memiliki pemandangan yang indah di pintu gerbang utama kampus. Sederetan pohon hijau seperti cemara menghiasi sepanjang jalan utama dekat pintu gerbang. Cantik sekali.

Saya akan melakukan riset di Fakultas Science and Engineering selama 4 bulan dengan topik riset mengenai Medical Image Processing untuk mendeteksi kanker paru-paru. Saya akan melakukan riset bersama dengan Prof. Kohei ARAI dan Hiroshi OKUMURA. P.hD.

Saya akan melakukan riset di Lab Arai-sensei di ruang 301. Ternyata di lab tersebut banyak mahasiswa Indonesia yang sedang studi S3. Hampir sebagian besar berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.. Walhasil di lab selain ga ngerti bahasa Jepang juga ga ngerti bahasa Jawa karena kadang-kadang mereka bicara dalam bahasa Jawa. Yo wess bengong wee nu aya hehehe..Untungnya Arai-sensei dan Okumura-sensei sangat fasih dalam bahasa Inggris :)

Dalam beberapa hari saya bersama Indra mempersiapkan meja kerja dan komputer untuk riset. Senangnya diberi komputer baru untuk kerja… :). Selain mempersiapkan meja kerja, saya juga diperkenalkan kantin makan oleh Indra. Jurus makan saya di Kantin pada awalnya hanya bilang “Sakana…?” (yang artinya ikan) kalo dijawab “Haik..” berarti bisa saya makan hehhe…

Menderitanya menjadi orang yang buta aksara hehe…

Saga, 4 September 2011,

Hari Sabtu, 3 september 2011, tepat tiga hari setelah Lebaran Idul Fitri, saya memulai perjalanan ke Saga Jepang dalam rangka Program Academic recharging (PAR) C yang didanai oleh DIKTI. Kegiatan ini diperuntukkan bagi dosen yang baru lulus program Doktor tepatnya kurang dari lima tahun. Tujuannya me-recharge kembali lulusan Doktor untuk melakukan riset. Mungkin program ini hampir sama dengan program Postdoctoral. Kegiatannya insha allah selama 4 bulan di Universitas Saga, Saga-shi Jepang. Dari kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan publikasi Internasional hasil riset. Begitulah lebih kurang tujuan dari perjalanan ini. Selain tentunya disertai juga dengan jalan-jalan hehehe.. (*masak mo riset terus tiap hari.. :p).

Dengan pesawat Korean Airlines, saya terbang dari Soekarno Hatta Airport Jakarta ke Incheon Airport Korsel pukul 22.00. Setelah perjalanan kurang lebih selama 7 jam, ahirnya saya pun transit di Bandara Incheon pukul 7.30 waktu setempat. Pengecekan paspor dan visa serta barang-barang selesai pukul 7.45. Artinya saya hanya memiliki sisa waktu 15 menit untuk boarding ke Fukuoka, padahal saya harus jalan dari gate 1 menuju gate 17. Jarak antara gate 1 ke gate 17 jauhnya minta ampun, sementara kendaraan pengantar penumpang didalam bandara sudah penuh.. Akhirnya dengan setengah berlari sambil bawa satu tas koper dan ransel akhirnya saya pun tiba di Gate 17, tepat 5 menit sebelum pesawat take off… hmmmffffh.. olahraga pagi yang menyehatkan… :(

Pukul 9.45 saya  tiba di Fukuoka Airport. Setelah melalui pengecekan imigrasi, akhirnya saya pun berjalan keluar bandara. Ternyata di luar saya sudah ditunggu oleh Heru dan Retno juga dengan junirnya Kenzi.. Wah senangnya.. bisa bertemu. Tidak berselang lama, Indra pun datang.

Setelah ngobrol sebentar akhirnya saya dan Indra melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus ke Saga. Tiba di Saga pukul 13.00, saya sudah dijemput kakaknya Indra, mba Irma dan keluarga. Makasih ya mba Irma dan mas Anton… :).  Akhirnya dengan menumpang mobil mba Irma, saya menuju Apartemen yang sudah disewakan sebelumnya oleh Indra. Thanks to Indra-san.. :)

Karena apartemennya masih kosong, saya pun langsung menuju toko untuk membeli beberapa perabot seperti tempat tidur, setrika dll.. lumayan rempong deh sore itu.. anyway seneng karena bisa sampe juga di Jepang hehe..

Setelah selesai dengan segala macam perabot, terakhir saya beli Sepeda. Kata Indra sepeda ini yang nanti digunakan untuk ke kampus. hmm sejenis Avanza lah kalo di Bogor hehe.. Awalnya mau beli sepeda baru.. tapi mahal booo.. :p akhirnya saya beli sepeda bekas saja seharga 5 rb yen.. beli sepeda bekas ajah sampai ditanya alamat rumah dan pake nomor sepeda segala.. persis seperti beli mobil atau motor.

Hmmm.. lain ladang lain belalang… (bener ga siy pepatahnya..:p).

Sekian jurnal Saga edisi kedatangan.. :)