November 2011


Hokuzan, 26 November 2011

Pertama kalinya menikmati musim gugur di Saga, Jepang membuat saya semakin lama semakin menikmati pesona alam eksotis negeri matahari terbit ini. Musim gugur atau dalam bahasa Jepang disebut aki ini konon musim terindah di Jepang. Musim peralihan dari musim panas ini mulai hadir awal November. Datangnya musim ini ditandai dengan mulai dinginnya suhu, bergugurannya daun-daun di sepanjang  jalan, dan yang paling menarik adalah berubahnya warna daun-daun. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah indahnya Japanese maple (daun momiji).

Hokuzan country club, merupakan salah satu area rekreasi di wilayah Mituses Saga yang memiliki panorama momiji. Di bawah pancaran sinar matahari dan di udara yang cukup dingin saya menikmati indahnya musim gugur ini. Luar biasa indah.. This is my first time in autumn… so Amazing. I love it.

Dengan langit yang biru (akizora) dan hangatnya sinar matahari membuat saya betah berlama-lama mengabadikan warna-warni dedaunan..

 

*) klik untuk memperbesar gambar

Ini adalah kali keduanya saya mengunjungi tempat ini. Pertama kali saya mengunjungi tempat ini pada musim panas di bulan September (baca : Tahu Macchan di Lembah Hokuzan Country Club). Di musim gugur ini daun-daun mulai menguning dan berubah warna, sebagian lagi sudah berguguran. Tampak juga danau yang airnya sudah surut, sehingga terlihat perahu-perahu dipinggir danau yang tidak digunakan lagi untuk memancing .. ya.. musim telah berganti…. Love this season, Thanks to Allah, Thanks to all my friend in Saga.. love u all…

(teh Risah, mba Anik, mba Rani, mba Indera, teh Irma, .. thanks a lot .. :)

23 November 2011 – Ogi, Saga Prefecture

Salah satu pesona malam eksotis yang sempat saya kunjungi minggu ini adalah candlelight di Ogimachi, air terjun Ogi, Saga Prefecture. Acaranya diberi nama Kiyomizu Candle in the Bamboo. Sebuah acara yang menyajikan cahaya lilin yang disimpan didalam batang bambo. Konon jumlah bambu yang digunakan untuk menyimpan lilin mencapai 9.000 batang bambu. Tidak heran pemandangannya menjadi sangat cantik sekali.


Ditambah lagi gemericik air terjun yang menjadi latar bambu-bambu yang bersinarkan cahaya lilin menambah syahdu malam. Hiasan cahaya lilin bermotif daun momiji pun turut menghiasi batang-batang bambu.

Dingin sekali malam itu, untung saja kali ini saya tidak salah menggunakan kostum, hehe.. jaket saya sudah cukup tebal melawan dinginnya malam… Thanks to mba Rani dengan minuman sereal jahenya, Guntur, Indra, mba Susi,  teh Risah dengan mie sphagethinya…:).. That’s wonderful night!