December 2011


Saga Univ, 20 Desember 2011


Menjadi seorang dokter, itu impian saya dulu sejak lulus SD sampai SMA. Bermula dari PMDK IPB waktu itu yang mengubah haluan saya dan menggiring saya menjadi seperti sekarang ini. Alhamdullilah semuanya saya syukuri.. :). Perjalanan waktu pulalah yang akhirnya membawa saya ke negeri matahari terbit ini hingga akhir tahun 2011 ini. Disinilah saya kembali teringat impian saya dulu menjadi dokter. Alasannya karena selama di Saga Univ ini saya melakukan riset mengenai deteksi kanker Paru/lung cancer. Sama sekali bukan hal yang mudah untuk mempelajari lung cancer. Selain saya bukan seorang dokter, saya baru pertama kali mendalami riset ini. Terlebih lagi saya harus mempelajarinya dengan buku teks berbahasa Jepang..  saya sempat bilang ke sensei, “Sensei, I read this book like I read a comic. Just see the pictures… :p”.

 

But the show must go on.. Saya tetap harus mengerti kanker ini sebelum bisa membuat program. Berbagai macam jurnal dan paper saya pelajari sehingga akhirnya Alhamdullilah saya pun bisa memahami sedikit mengenai kanker ini. .. :). Berdasarkan referensi yang saya baca lung cancer itu dibagi 2 yaitu Small Cell Lung Carcinoma (SCLC) dan Non Small Cell Lung Carcinoma (NSCLC). Ada tiga tipe kanker NSCLC yaitu Large Cell Carcinoma, Squamous Cell Carcinoma dan Adenocarcinoma. Kalau melihat gambarnya dari buku, memang sulit sekali membedakan jenis-jenis kanker tersebut.

Setelah mempelajari jenis kanker, selanjutnya saya harus memodelkan kanker tersebut sehingga komputer mampu mengenali kanker. Yang terbesit pertama kali dalam benak saya setelah membaca beberapa referensi, salah satu yang dapat membedakan kanker yaitu tekstur. Saya mencoba mengekstraknya dengan menggunakan Local Binary Pattern. Selanjutnya saya merepresentasikan CT image tersebut kedalam representasi 2D dan mengklasifikasikannya dengan menggunakan PNN (Probabilistic Neual
Network). Upsss…. hasilnya kurang memuaskan…. :(.

Sensei kasih saran “please read this book.. and try to use 3D representation…. “. ..Okelah sensei…siap..

Untung buku ini dalam bahasa Inggris. Yup.. saya pun membaca buku tersebut khususnya visualisasi 3D untuk medical image. Baca, ngoding, baca lagi, ngoding lagi… begitulah keseharian saya. Tapi tidak untuk sabtu dan minggu… itu saatnya menjernihkan pikiran dari buku dan koding… :p.. Saatnya weekend sama si Canon ..hehehe

Setelah lebih kurang 1 bulan memperlajari visualisasi 3D,  akhirnya CT image kanker itu bisa juga direpresentasikan dalam bentuk 3D.  Saya mencoba mengunakan Volume Local Binary Pattern. dimana setiap slice CT image tersebut direpresentasikan dalam 3 bidang XY, XT dan YT.

Setelah merepresentasikan CT image kedalam 3D, selanjutnya adalah melakukan pembelajaran sistem. Tiga hari lamanya saya melakukan proses training data. Selesai dengan dengan training, tibalah saatnya testing… duh..deg2an juga gmana hasilnya.. Well … yes.. akurasinya jauh lebih baik… :)

Masih belum puas rasanya dengan hasil. Akhirnya dengan sedikit modifikasi pada representasi Volume LBP, yaitu dengan membagi citra menjadi beberapa blok, akurasinya meningkat .. Yes!!

Begitulah sepenggal kisah saya Sesaat menjadi dokter.. :)..

Diakhir kegiatan ini Alhamdulilah bisa menyelesaikan satu buah paper yang saat ini masih menunggu review dari sensei.. :). Alhamdullilah..

Kampus Saga, 12 Desember 2011

Musim gugur nampaknya akan berlalu seiring dengan mulai bergugurannya daun-daun dan dinginnya udara. Pemandangan yang berbeda pun mulai terlihat di kampus Saga, kampus tempat dimana saya melakukan riset selama 4 bulan. Mulai masuk gerbang kampus sudah terlihat pohon-pohon yang mulai berguguran daunnya memenuhi jalan sepanjang kampus.

     

Di sudut kantin kampus saya melihat sebuah pohon besar dan sebuah meja kayu tua dibawah pohon itu. Daun pohon itu sudah berubah warna. Ketika pertama kali saya tiba di bulan September, pohon yang kmrn berwarna hijau, kini sudah menguning namun terasa membuat hangat udara yang sangat dingin. Sepasang burung merpati turut menghiasi gugurnya daun-daun momiji. Tampak harmonis sekali sepasang merpati itu.. Ahhh… sayang saya sendirian dan tidak membawa tripod …:p

 

Sambil mengayuh sepeda untuk pulang, saya melihat sebuah pohon maple kecil berwarna merah sangat cantik sekali. Pohon maple itu tumbuh tepat di belakang kantor rektorat kampus Saga. Tak jauh dari pohon maple kecil yang indah itu, saya sempat membidik pohon maple dengan tiga warna yang berbeda. Cantik sekali.

 

  

Alhamdullilah ya Allah, Engkau berikan saya kesempatan belajar dan menikmati alam-Mu yang maha indah ini. Di penghujung musim gugur ini, Alhamdullilah saya bisa menyelesaikan penelitian saya dan tinggal menunggu review paper dari Sensei. Terima kasih ya Allah.

8 November 2011

Sakurajima adalah gunung berapi yang masih aktif di kota Kagoshima, sebuah prefektur yang terletak di pulau Kyusu, Jepang. Dalam bahasa Jepang Kagu artinya gunung berapi. Maka memang tak heran jika Kahoshima disebut dengan pulau gunung berapi.

Selama lebih kurang 4 jam menggunakan bus perjalanan dari Saga menuju Kagoshima . Bus berhenti di terminal bus Kagoshima Chuo Station yang tak jauh dari sebuah mall besar Amu Plaza.

 

Salah satu rest area yang berdekatan dengan tempat saya menginap adalah Dolphin Port. Sebuah rest area yang memiliki spot pemandangan gunung Sakurajima  yang sangat indah dan dilengkapi juga dengan restoran dan toko-toko.

  

Tak jauh dari Dolphin Port, terdapat Kagoshima City Aquarium yang memiliki koleksi binatang laut di perairan sekitar Kagoshima sampai ke bagian utara.

Taman Senganen atau yang juga dikenal sebagai Isoteien adalah sebuah pemandangan taman gaya Jepang di sepanjang pantai utara pusat kota Kagoshima. Salah satu sudut taman yang menarik di tempat ini  adalah pemandangan Sakurajima dan Kagoshima Bay. Taman ini juga dihiasi dengan hiasan bunga-bunga yang sangat cantik. Tak pelak kamera ini pun ingin menikmati taman ini hehe…

       

Senganen dibangun pada 1658 oleh seorang bangsawan kaya bernama Klan Shimazu, bangsawan feodal yang paling kuat selama Periode Edo (1603-1867). Shimazu memerintah Satsuma (sekarang Kagoshima) selama hampir 700 tahun sampai akhir zaman feodal pada tahun 1868.

Di tengah-tengah taman berdiri sebuah rumah khas Jepang atau Iso Residence. Rumah ini dibangun pada 1658 yang kemudian mengalami rekonstruksi pada tahun 1880.

Menikmati kuliner di kota ini tentunya juga menjadi pilihan saya. Kali ini saya memilih salah satu tempat yang sangat khas sekali nuansa dapur Jepangnya. Sambil menikmati semangkok Soba, saya bisa menikmati para chef yang sangat terampil dalam menyajikan mie khas Jepang ini.. :).Thanks pa Edi traktiran soba-nya.. :)

 

Sambil berjalan pulang menuju ke tempat menginap, tentunya saya juga tidak menyianyiakan kamera saya untuk mengabadikan pemandangan malam kota Kagoshima yang cantik dengan kerlap-kerlip lampu yang menghiasi sepanjang jalan.

  

 

Thanks pa Edi dan pa Lideman yang sudah menemani saya menikmati alam Kagoshima..

 

Minggu, 4 Desember 2011


Daikozenji Temple (大興善寺), sebuah temple yang terletak di Kiyama, Saga Prefecture, merupakan salah satu lokasi wisata yang saya kunjungi diakhir pekan dimusim gugur ini. Pergi di akhir pekan, disela-sela membuat program dan menulis paper di kegiatan penelitianku sehari-hari, mampu menghilangkan kejenuhan dan me-recharge semangat kembali ..:).

Menikmati musim gugur di lokasi ini sangat mengesankan, karena selain menikmati warna-warni daun momiji, dapat juga melihat temple yang digunakan orang Jepang untuk beribadah.

     

  

Sangat khas sekali desain templenya. Terlihat cantik dibawah pancaran warna merah daun momiji yang sangat memukau.

Temple ini berada di wilayah pegunungan. Sehingga tidak heran jika harus menaiki tangga untuk mencapai puncak lokasi. Dengan menapaki tangga yang cukup tinggi, saya melihat hamparan pepohonan tinggi yang berwarna-warni. Indah sekali. Puas rasanya berlama-lama berada di tempat ini. Hamparan daun yang berguguran pun masih dapat menghiasi temple ini.

    

    

 

Terima kasih Allah atas nikmat yang kau berikan kepada kami untuk menikmati alam-Mu yang maha Indah.

-with love-