March 2014


Somewhere over the rainbow, 29 Maret 2014

Siang ini saya mendapat pesan email dari seorang mahasiswa saya. Sebutlah dia Anton.

Assalamu’alaikum buk yeni.. maaf mengganggu.. pikiran saya terbuka atas ibu yang paparkan minggu lalu.. tp, jujur saya memang kurang motivasi buk karna belum mengetahui passion saya kemana.. gairah saya masih kurang untuk melihat sesuatu karna masih takut-takut kedepannya gmn.. jd, klu boleh bertanya buk.. baiknya apa yg saya lakukan?? metode belajar yang bagaimana baiknya saya terapkan.. soalnya dengan adanya ikut berorganisasi cukup membuat saya lelah dan tidak cukup waktu lagi buat belajar.. terima kasih buk atas waktunya.

Anton adalah salah satu mahasiswa yang saya tegur ketika kuliah karena dia tidak melakukan aktifitas apapun pada saat mengikuti perkuliahan. Dia hanya duduk di kursi dengan tangan melipat di meja dan menatap ke depan tanpa terlihat sedikitpun dia menikmati kuliah. Setelah melihat kondisi tersebut, maka saya sempatkan untuk menjelaskan sedikit mengenai “forgetting curve” kepada mahasiswa. Agar mahasiswa bisa membaca secara detail, selesai kuliah, malam harinya saya menyempatkan menulis secara detail mengenai “forgetting curve“. Silahkan dapat dibaca di sini.

Pada kesempatan yang lain, saat diskusi riset mingguan di lab bersama dengan mahasiswa saya, ada seorang mahasiswa yang menangis karena merasa “dipaksa” kuliah di jurusannya saat ini oleh orang tuanya. Dari keterpaksaan itulah akhirnya dia tidak sungguh-sungguh menjalani kuliahnya dan terpaksa harus mengulangi mata kuliah.. Sungguh saya prihatin sekali mendengarkan ceritanya..

Hmmm…Berawal dari kisah itulah kemudian saya ingin menyampaikan pengalaman saya melalui tulisan ini… Ketika saya SMA saya ingin sekali menjadi dokter. Oleh karenanya saya pun masuk jurusan Biologi, walau guru saya menyarankan saya masuk Fisika. Saya keukeuh dengan keinginan saya  menjadi dokter. Selepas SMA saya mendapat beasiswa PMDK (jalur tanpa tes) untuk masuk ke IPB dengan jurusan Ilmu Komputer.. saat itu bingung, bagaimana dengan passion saya menjadi dokter?? Tetapi saat itu orang tua saya menasihati saya untuk mengambil saja PMDK itu dan dengan bijaksana ortu saya bilang, tahun depan, kalau kamu masih penasaran kamu bisa coba tes UMPTN untuk kuliah kedokteran. Saat itu pun saya patuh dengan ortu karena saya tidak ingin mengecewakan mereka. Bisa anda bayangkan ilmu komputer dan kedokteran dua dunia yang berbeda… tetapi saya mencoba menekuni dengan baik bidang itu dengan belajar dengan baik dan kuliah dengan baik. Salah satu pelajaran yang diberikan orang tua saya yang selalu saya ingat adalah “Allah tidak membuat kejadian yang sia-sia, sekecil apapun kejadian itu…”. Dari pesan itu saya meyakini, apa yang terjadi pada saya pada saat itu dan kini, itulah cara Allah menunjukkan saya jalan yang terbaik…. Maka waktu itu saya pun tidak lagi terlalu memikirkan passion saya menjadi dokter.. saya jalani saja dengan cara terbaik saya…

Saat ini, saya menjadi seorang dosen.. Apakah saya menyesal menjadi dosen ?! Tentu saja tidak… :) Saya menikmati perjalanan hidup saya, termasuk juga menjalani pendidikan.  Saat ini saya sudah menyelesaikan studi S3 dengan bidang yang sama. S1, S2, dan S3 saya ilmu komputer… Saya mendapatkan banyak sekali nikmat melalui perjalanan hidup saya ini. Alhamdulillah…:)  Lalu kemanakah passion saya… Apa yang sudah bisa kerjakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, itulah passion saya..!!

Somewhere over the rainbow, 29 Maret 2014

Siang ini saya mendapat pesan email dari seorang mahasiswa saya. Sebutlah dia Anton.

Assalamu’alaikum buk yeni.. maaf mengganggu.. pikiran saya terbuka atas ibu yang paparkan minggu lalu.. tp, jujur saya memang kurang motivasi buk karna belum mengetahui passion saya kemana.. gairah saya masih kurang untuk melihat sesuatu karna masih takut-takut kedepannya gmn.. jd, klu boleh bertanya buk.. baiknya apa yg saya lakukan?? metode belajar yang bagaimana baiknya saya terapkan.. soalnya dengan adanya ikut berorganisasi cukup membuat saya lelah dan tidak cukup waktu lagi buat belajar.. terima kasih buk atas waktunya.

Anton adalah salah satu mahasiswa yang saya tegur ketika kuliah karena dia tidak melakukan aktifitas apapun pada saat mengikuti perkuliahan. Dia hanya duduk di kursi dengan tangan melipat di meja dan menatap ke depan tanpa terlihat sedikitpun dia menikmati kuliah. Setelah melihat kondisi tersebut, maka saya sempatkan untuk menjelaskan sedikit mengenai “forgetting curve” kepada mahasiswa. Agar mahasiswa bisa membaca secara detail, selesai kuliah, malam harinya saya menyempatkan menulis secara detail mengenai “forgetting curve“. Silahkan dibaca di sini.

Pada kesempatan yang lain, saat diskusi riset mingguan di lab bersama dengan mahasiswa saya, ada seorang mahasiswa yang menangis karena merasa “dipaksa” kuliah di jurusannya saat ini oleh orang tuanya. Dari keterpaksaan itulah akhirnya dia tidak sungguh-sungguh menjalani kuliahnya dan terpaksa harus mengulang mata kuliah lagi….. Sungguh saya sangat prihatin sekali mendengarkan ceritanya :(

Hmmm…Berawal dari kisah itulah saya ingin menyampaikan pengalaman saya melalui tulisan ini… Ketika saya SMA saya ingin sekali menjadi dokter. Oleh karena itu saya pun masuk jurusan Biologi, walau guru saya menyarankan saya masuk Fisika. Saya keukeuh dengan keinginan saya  menjadi dokter.

Selepas SMA saya mendapat beasiswa PMDK (jalur masuk IPB tanpa tes)  dengan jurusan Ilmu Komputer.. saat itu bingung, bagaimana dengan passion saya menjadi dokter?? Tetapi saat itu orang tua saya menasihati saya untuk mengambil saja PMDK itu dan dengan bijaksana orang tua saya mengatakan, tahun depan, kalau kamu masih penasaran kamu bisa coba tes UMPTN untuk kuliah kedokteran. Saat itu pun saya patuh dengan orang tua karena saya tidak ingin mengecewakan mereka. Bisa anda bayangkan ilmu komputer dan kedokteran dua dunia yang berbeda… tetapi saya mencoba menekuni dengan baik melalui belajar sebaik mungkin. Salah satu pelajaran yang diberikan orang tua saya yang selalu saya ingat adalah “Allah tidak membuat kejadian yang sia-sia, sekecil apapun kejadian itu...”. Dari pesan itu saya meyakini, apa yang terjadi pada saya pada saat itu dan kini, itulah cara Allah menunjukkan saya jalan yang terbaik…. Maka waktu itu saya pun tidak lagi terlalu memikirkan passion saya menjadi dokter.. saya jalani saja dengan cara terbaik saya…

Saat ini, saya menjadi seorang dosen.. Apakah saya menyesal menjadi dosen ?!! Tentu saja tidak… :) Saya menikmati semua perjalanan hidup saya, termasuk juga menjalani pendidikan.  Saat ini saya sudah menyelesaikan studi S3 dengan bidang yang sama. S1, S2, dan S3 saya Ilmu Komputer… Saya mendapatkan banyak sekali nikmat melalui perjalanan hidup saya ini. Alhamdulillah…:)  Lalu kemanakah passion saya…?? Apa yang sudah saya kerjakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, itulah passion saya..!!

Kahuripan, 17 Maret 2014

Ubi Jalar (Sweet potato – Ipomea batatas) adalah salah satu tanaman yang mudah kita temukan. Umumnya yang sering dikonsumsi oleh masyarakat adalah umbinya. Tidak banyak yang tahu (termasuk saya sendiri :p) bahwa ternyata daun umbi banyak memiliki khasiat. Berawal dari postingan foto rekan di grup hidroponik (pa Taufik Budiman) yang menampilkan foto ubi jalar yang ditanam secara hidroponik untuk hiasan, maka saya pun mencoba menanam ubi jalar ini juga secara hidroponik. Kebetulan ada sisa ubi :).  Dengan menggunakan nutrisi hidroponik, tanaman ini sangat cepat pertumbuhannya. Berikut ini beberapa foto yang saya ambil di rumah :)

DSC_0071 DSC_0076

DSC_0073 DSC_0075 DSC_0081

Setelah saya memposting foto ini ke FB ternyata ada comment dari teman yang menyatakan bahwa daun umbi bisa disayur atau dilotek.. Senang sekali saya mendengarnya, karena awalnya saya hanya ingin membuat hiasan saja :).

Setelah mengetahui bahwa daun ubi jalar bisa disayur, saya pun penasaran dan mencari informasi di internet terkait dengan khasiat daun ubi jalar. Ternyata daun ubi jalar pun bisa digunakan untuk medis, yaitu mengobati Demam Berdarah (sumber: m.detik.com/health/read/2013/01/25/140031/2152104/766/daun-ubi-jalar-bisa-usir-demam-berdarah).

Yang menariknya lagi adalah ternyata daun ubi sangat baik untuk kesehatan mata :) – Saat ini  mata kanan saya sering berair, menurut literatur, hal ini disebabkan iritasi, karena terlalu lama di depan layar komputer. Saya akan mencoba pengobatan mengkonsumsi daun muda dari ubi jalar ini… :)

Sweet potato leaves are high in Lutein and zeaxanthin (xanthophylls) which are said to have a number of benefits to the eye especially in the prevention of AMD (age-related macular degeneration) and cataracts. Lutein and zeaxanthin are the only carotenoids reported to be present in eye lens. They are widely distributed in tissues and are the principal carotenoids in the eye lens and macular region of the retina. Lutein has the ability to filter harmful short-wave blue light  and it is as an antioxidant which prevents oxidative damage to eye lens muscles which initiates age related cataracts. Xanthophylls may possess anti-mutagenic and anti-carcinogenic properties and play a role in the health of body tissues other than the eye as suggested by research studies related to carcinogenesis and the risk for cancer (http://foodtech.uonbi.ac.ke/node/1164).

Rasa penasaran saya pun bertambah, akhirnya saya pun mencari kajian ilmiah mengenai daun ubi jalar. Saya mendapatkan hasil penelitian yang menjelaskan mengenai kandungan dan manfaat daun ubi jalar. Ternyata banyak sekali manfaat daun ubi jalar… subhanallah!! – Sepertinya bermanfaat juga untuk latihan food combining saya :)

Berikut beberapa hasil penelitian yang saya peroleh mengenai manfaat daun ubi jalar. Saya tidak menerjemahkan tulisan ini karena khawatir ada kesalahan penerjemaahan kimia dan biologinya (maklum saya orang komputer :)…

Semoga ilmu ini bisa juga bermanfaat bagi anda… Bagi rekan-rekan yang pernah melakukan penelitian daun ubi jalar, mohon sharingnya ya.. thanks!

Sweet Potato Leaves: Properties and synergistic interaction that promote health and prevent disease – http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20883418

Sweet potato (Ipomoea batatas) leaves provide a dietary source of vitamins, minerals, antioxidants, dietary fiber, and essential fatty acids. Bioactive compounds contained in this vegetable play a role in health promotion by improving immune function, reducing oxidative stress and free radical damage, reducing cardiovascular disease risk, and suppressing cancer cell growth. Currently, sweet potato leaves are consumed primarily in the islands of the Pacific Ocean and in Asian and African countries; limited consumption occurs in the United States. This comprehensive review assesses research examining the nutritional characteristics and bioactive compounds within sweet potato leaves that contribute to health promotion and chronic disease prevention. Research has affirmed the potential cardioprotective and chemopreventive advantages of consuming sweet potato leaves, thus indicating that increased consumption of this vegetable should be advocated. Since reducing the prevalence of chronic diseases is of public health concern, promoting the consumption of sweet potato leaves warrants further and more intensive research investigation.

© 2010 International Life Sciences Institute.

Nutritive Value and Inherent Anti-nutritive  Factors in Four Indigenous Edible Leafy Vegetables in Human Nutrition in Nigeria: A Review – Journal of Food Resources Science 1 (1): 1-14, 2012 ISSN 2224-3550/DOI: 10.3923/jfrs.2012.1.14 © 2012 Asian Network for Scientific Information 

The leaves in particular contain a large amount of protein with a high amino acid score. The leaves of sweet potato are highly digestible, fairly rich in protein, a dietary source of vitamins, minerals, antioxidants, dietary finer and essential fatty acids and free toxins.

The young leaves serves as a nutritious vegetable for man, contain several nutrients such as appreciable amount of zinc, potassium, sodium, manganese, calcium, magnesium, iron, vitamin C and fiber (Antia et al., 2006)

ENCOURAGING CONSUMPTION OF SWEET POTATO LEAVES AS A VEGETABLE IN KENYAN URBAN AREAS – http://foodtech.uonbi.ac.ke/node/1164

Sweet potato leaves are a by-product of the plant and good source of nutrients. They are high in potassium, beta carotene, fiber, lutein and xanthine. In Kenya, kales, cabbages and other indigenous vegetables are the most consumed vegetables. This study is aimed at encouraging the consumption of sweet potato leaves as a vegetable in urban areas in Kenya. In Africa sweet potato leaves are popular in countries like Senegal, South Africa and Ghana. However, in Kenya and Uganda sweet potatoes are mostly grown only for its tubers. Very few communities which are based in the rural region consume the sweet potato leaves as vegetables. There is therefore need to encourage its consumption given its multiple nutritional and health benefits. Sweet potato leaves are high in Lutein and zeaxanthin (xanthophylls) which are said to have a number of benefits to the eye especially in the prevention of AMD (age-related macular degeneration) and cataracts. Lutein and zeaxanthin are the only carotenoids reported to be present in eye lens. They are widely distributed in tissues and are the principal carotenoids in the eye lens and macular region of the retina. Lutein has the ability to filter harmful short-wave blue light  and it is as an antioxidant which prevents oxidative damage to eye lens muscles which initiates age related cataracts. Xanthophylls may possess anti-mutagenic and anti-carcinogenic properties and play a role in the health of body tissues other than the eye as suggested by research studies related to carcinogenesis and the risk for cancer. Lutein has been identified to be one of three anti-mutagenic pigments present in vegetables. In humans, plasma lutein has been inversely associated with cytochrome CYP1A2 activity, a hepatic enzyme responsible for the metabolic activation of a number of putative human carcinogens. Intake of these xanthophylls may reduce the risk of certain major cancers like breast cancer, prostate cancer and lung cancer among others. A growing body of experimental evidence and observational studies suggest that lutein and zeaxanthin may play a role in the prevention of coronary heart disease and stroke. In a coculture model of the arterial wall, a study found lutein to be highly effective in reducing oxidation of low-density lipoproteins (LDL) and inhibiting the inflammatory response of monocytes to LDL trapped in the artery wall. This study is based on the general analysis of the nutritional qualities of the sweet potato leaves as demonstrated in previous research. Observations made in the vegetable market suggest the absence of the sweet potato leaves in the market. Urban area residents have either not heard or eaten these leaves, thus I recommend awareness of the nutritional benefits of the sweet potato leaves. This would help improve general health of the consumers through reduction of several vitamin-related deficiency diseases such as vitamin Adeficiency, cataracts and age-related macular disease (AMD) among other diseases.

A continuously growing body of evidence suggests that lutein and zeaxanthin will contribute to the protection against several age-related diseases, including cataract, AMD, heart disease, and some forms of cancer. Thus, there is a need of awareness of the sweet potato leaves. Given that the sweet potato thrives in semi-arid areas it would improve on food security and public health because vegetables like kales and cabbages require a lot of water for cultivation as compared to sweet potato which both the tubers and leaves are edible.

Kahuripan, 17 Maret 2014

Ubi Jalar (Sweet potato – Ipomea batatas) adalah salah satu tanaman yang mudah kita temukan. Umumnya yang sering dikonsumsi oleh masyarakat adalah umbinya. Tidak banyak yang tahu (termasuk saya sendiri :p) bahwa ternyata daun umbi banyak memiliki khasiat. Berawal dari postingan foto rekan di grup hidroponik (pa Taufik Budiman) yang menampilkan foto ubi jalar yang ditanam secara hidroponik untuk hiasan, maka saya pun mencoba menanam ubi jalar ini juga secara hidroponik. Kebetulan ada sisa ubi :).  Dengan menggunakan nutrisi hidroponik, tanaman ini sangat cepat pertumbuhannya. Berikut ini beberapa foto yang saya ambil di rumah :)

DSC_0071 DSC_0076DSC_0073DSC_0075 DSC_0081

Setelah saya memposting foto ini ke FB ternyata ada comment dari teman yang menyatakan bahwa daun umbi bisa disayur atau dilotek.. Senang sekali saya mendengarnya, karena awalnya saya hanya ingin membuat hiasan saja :).

Setelah mengetahui bahwa daun ubi jalar bisa disayur, saya pun penasaran dan mencari informasi di internet terkait dengan khasiat daun ubi jalar. Ternyata daun ubi jalar pun bisa digunakan untuk medis, yaitu mengobati Demam Berdarah (sumber: m.detik.com/health/read/2013/01/25/140031/2152104/766/daun-ubi-jalar-bisa-usir-demam-berdarah).

Yang menariknya lagi adalah ternyata daun ubi sangat baik untuk kesehatan mata :) – Saat ini  mata kanan saya sering berair, menurut literatur, hal ini disebabkan iritasi, karena terlalu lama di depan layar komputer. Saya akan mencoba pengobatan mengkonsumsi daun muda dari ubi jalar ini… :)

Sweet potato leaves are high in Lutein and zeaxanthin (xanthophylls) which are said to have a number of benefits to the eye especially in the prevention of AMD (age-related macular degeneration) and cataracts. Lutein and zeaxanthin are the only carotenoids reported to be present in eye lens. They are widely distributed in tissues and are the principal carotenoids in the eye lens and macular region of the retina. Lutein has the ability to filter harmful short-wave blue light  and it is as an antioxidant which prevents oxidative damage to eye lens muscles which initiates age related cataracts. Xanthophylls may possess anti-mutagenic and anti-carcinogenic properties and play a role in the health of body tissues other than the eye as suggested by research studies related to carcinogenesis and the risk for cancer (http://foodtech.uonbi.ac.ke/node/1164).

Rasa penasaran saya pun bertambah, akhirnya saya pun mencari kajian ilmiah mengenai daun ubi jalar. Saya mendapatkan hasil penelitian yang menjelaskan mengenai kandungan dan manfaat daun ubi jalar. Ternyata banyak sekali manfaat daun ubi jalar… subhanallah!! – Sepertinya bermanfaat juga untuk latihan food combining saya :)

Berikut beberapa hasil penelitian yang saya peroleh mengenai manfaat daun ubi jalar. Saya tidak menerjemahkan tulisan ini karena khawatir ada kesalahan penerjemaahan kimia dan biologinya (maklum saya orang komputer :)…

Semoga ilmu ini bisa juga bermanfaat bagi anda…

Sweet Potato Leaves: Properties and synergistic interaction that promote health and prevent disease – http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20883418

Sweet potato (Ipomoea batatas) leaves provide a dietary source of vitamins, minerals, antioxidants, dietary fiber, and essential fatty acids. Bioactive compounds contained in this vegetable play a role in health promotion by improving immune function, reducing oxidative stress and free radical damage, reducing cardiovascular disease risk, and suppressing cancer cell growth. Currently, sweet potato leaves are consumed primarily in the islands of the Pacific Ocean and in Asian and African countries; limited consumption occurs in the United States. This comprehensive review assesses research examining the nutritional characteristics and bioactive compounds within sweet potato leaves that contribute to health promotion and chronic disease prevention. Research has affirmed the potential cardioprotective and chemopreventive advantages of consuming sweet potato leaves, thus indicating that increased consumption of this vegetable should be advocated. Since reducing the prevalence of chronic diseases is of public health concern, promoting the consumption of sweet potato leaves warrants further and more intensive research investigation.

© 2010 International Life Sciences Institute.

Nutritive Value and Inherent Anti-nutritive  Factors in Four Indigenous Edible Leafy Vegetables in Human Nutrition in Nigeria: A Review – Journal of Food Resources Science 1 (1): 1-14, 2012 ISSN 2224-3550/DOI: 10.3923/jfrs.2012.1.14 © 2012 Asian Network for Scientific Information 

The leaves in particular contain a large amount of protein with a high amino acid score. The leaves of sweet potato are highly digestible, fairly rich in protein, a dietary source of vitamins, minerals, antioxidants, dietary finer and essential fatty acids and free toxins.

The young leaves serves as a nutritious vegetable for man, contain several nutrients such as appreciable amount of zinc, potassium, sodium, manganese, calcium, magnesium, iron, vitamin C and fiber (Antia et al., 2006)

ENCOURAGING CONSUMPTION OF SWEET POTATO LEAVES AS A VEGETABLE IN KENYAN URBAN AREAS – http://foodtech.uonbi.ac.ke/node/1164

Sweet potato leaves are a by-product of the plant and good source of nutrients. They are high in potassium, beta carotene, fiber, lutein and xanthine. In Kenya, kales, cabbages and other indigenous vegetables are the most consumed vegetables. This study is aimed at encouraging the consumption of sweet potato leaves as a vegetable in urban areas in Kenya. In Africa sweet potato leaves are popular in countries like Senegal, South Africa and Ghana. However, in Kenya and Uganda sweet potatoes are mostly grown only for its tubers. Very few communities which are based in the rural region consume the sweet potato leaves as vegetables. There is therefore need to encourage its consumption given its multiple nutritional and health benefits. Sweet potato leaves are high in Lutein and zeaxanthin (xanthophylls) which are said to have a number of benefits to the eye especially in the prevention of AMD (age-related macular degeneration) and cataracts. Lutein and zeaxanthin are the only carotenoids reported to be present in eye lens. They are widely distributed in tissues and are the principal carotenoids in the eye lens and macular region of the retina. Lutein has the ability to filter harmful short-wave blue light  and it is as an antioxidant which prevents oxidative damage to eye lens muscles which initiates age related cataracts. Xanthophylls may possess anti-mutagenic and anti-carcinogenic properties and play a role in the health of body tissues other than the eye as suggested by research studies related to carcinogenesis and the risk for cancer. Lutein has been identified to be one of three anti-mutagenic pigments present in vegetables. In humans, plasma lutein has been inversely associated with cytochrome CYP1A2 activity, a hepatic enzyme responsible for the metabolic activation of a number of putative human carcinogens. Intake of these xanthophylls may reduce the risk of certain major cancers like breast cancer, prostate cancer and lung cancer among others. A growing body of experimental evidence and observational studies suggest that lutein and zeaxanthin may play a role in the prevention of coronary heart disease and stroke. In a coculture model of the arterial wall, a study found lutein to be highly effective in reducing oxidation of low-density lipoproteins (LDL) and inhibiting the inflammatory response of monocytes to LDL trapped in the artery wall. This study is based on the general analysis of the nutritional qualities of the sweet potato leaves as demonstrated in previous research. Observations made in the vegetable market suggest the absence of the sweet potato leaves in the market. Urban area residents have either not heard or eaten these leaves, thus I recommend awareness of the nutritional benefits of the sweet potato leaves. This would help improve general health of the consumers through reduction of several vitamin-related deficiency diseases such as vitamin Adeficiency, cataracts and age-related macular disease (AMD) among other diseases.

A continuously growing body of evidence suggests that lutein and zeaxanthin will contribute to the protection against several age-related diseases, including cataract, AMD, heart disease, and some forms of cancer. Thus, there is a need of awareness of the sweet potato leaves. Given that the sweet potato thrives in semi-arid areas it would improve on food security and public health because vegetables like kales and cabbages require a lot of water for cultivation as compared to sweet potato which both the tubers and leaves are edible.

Bogor, 7 Maret 2014

Pada setiap akhir semester, selalu saja ada beberapa mahasiswa yang meminta perbaikan nilai. Dengan berbagai alasan mereka ungkapkan agar diberikan perbaikan nilai. Bahkan, permintaan perbaikan nilai ini bukan hanya dari mahasiswa, terkadang juga dari Departemen. Dengan dalih hak mahasiswa untuk mendapatkan perbaikan nilai yang tertulis pada buku panduan akademik, seringkali “memaksakan” dosennya untuk memberikan perbaikan nilai.

Saya setuju dengan hak mahasiswa untuk perbaikan nilai, tetapi ada baiknya kita perbaiki cara belajarnya. Bagaimana mahasiswa tersebut mengikuti kuliah di kelas. Sering kali saya menemukan mahasiswa di kelas hanya “duduk manis” tanpa ada sehelai kertas pun di meja, seolah  sedang menonton stand up comedy dan biasanya setelah “duduk manis” mahasiswa tersebut selanjutnya akan “tewas” tertidur…. zzzzzzzz

im01

Beberapa kali saya menegur mahasiswa yang seperti itu di kelas, dan ketika saya tanya apa isi tas yang dia bawa, ternyata hanya berisi laptop, bahkan ada juga yang tidak membawa satu pun buku tulis! Padahal coba kita ingat kembali ketika kita di sekolah. Pada umumnya siswa membawa buku teks dan pasti membawa buku tulis.

Kondisi ini tentunya tidak sejalan dengan banyaknya buku atau bahan bacaan yang harus dipelajari di bangku kuliah!

Screen Shot 2014-03-07 at 12.59.53 AM DSC00752

Forgetting Curve

ebbinghaus

Sumber: www.york.ac.uk/depts/maths/histstat/people/ebbinghaus.gif

Herman Ebbinghaus (1885) adalah seorang psikolog yang pertama kali mendefinisikan kurva kelupaan (Forgetting Curve). Ia menemukan bahwa semakin sering manusia mengulang informasi, maka dia akan lebih lama mengingat informasi tersebut. Ia juga mencoba menghafal tiga huruf yang tidak artinya dan dijedakan antara 20 menit hingga 31 hari. Hasil penelitiannya ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca di  “Memory: A contribution to Experimental Psychology“.

Ebinghaus Curve

www.psych.purdue.edu/~ben/285su2001/notes/figures/5-forgettingcurve.htm

Salah satu penemuannya adalah forgetting curve, atau kurva kelupaan, yang menunjukkan relasi antara keterlupaan dan waktu. Nampak bahwa memori jangka panjang ternyata sangat stabil. Untuk mengingat sesuatu dalam waktu yang lama tak diperlukan pengulangan yang ditumpuk dalam satu waktu, tapi lebih kepada pengulangan setelah jeda yang optimum, pada waktu yang tepat. Memori yang diulang tersebut kemudian akan bertahan lebih lama dari sebelumnya, dan dengan demikian informasi tersebut tak perlu diulang lagi untuk waktu yang lebih lama dari sebelumnya. Sistem memorisasi ini kemudian disebut sebagai “spaced repetition system”, atau sistem pengulangan berjeda (SUJ).

Screen Shot 2014-03-11 at 8.47.14 PM

Ebbinghaus Forgetting Curve (http://users.ipfw.edu/abbott/120/Ebbinghaus.html)

Ini artinya jika belajar hanya dilakukan pada saat ujian, maka bisa dipastikan hanya bisa mengingat sedikit sekali informasi yang diberikan pada saat kuliah dan sesungguhnya informasi tersebut tidak disimpan dalam memori jangka panjang!. Coba perhatikan kurva dibawah ini. Berdasarkan kurva tersebut, kita hanya mampu mengingat 75% sesaat setelah kuliah selesai. Setelah itu akan terus berkurang!

Screen Shot 2014-03-11 at 9.01.11 PM

Jadi apa yang harus dilakukan agar bisa mengingat dalam waktu yang lama? Perhatikan kurva dibawah ini:

Screen Shot 2014-03-11 at 9.13.53 PM

Menurut kurva tersebut yang harus dilakukan agar bisa mengingat dalam waktu yang lama adalah:

  • 10 menit setelah kuliah selesai lakukan review dengan cara membaca catatan kuliah (notes) yang dibuat pada saat kuliah, merapikan dan menulis kembali catatn kuliah
  • 24 jam setelah kuliah baca kembali notes tersebut, temuakan “benang merah” dari materi kuliah, baca buku teks untuk melengkapi catatan kuliah dan buat pertanyaan untuk melihat sejauh apa pemahaman yang dikuasai.
  • Setelah satu minggu sebelum kuliah berikutnya dimulai, baca kembali notes dan lakukan self-test!
  • Jadi, sebelum UTS atau UAS, anda sudah mereview materi kuliah MIN 3 kali.

Bagaimana membuat catatan kuliah (notes)?

Berikut ini beberapa contoh style catatan kuliah (notes) yang dapat membantu untuk mengingat dan memahami materi kuliah.

Summary

im03 - summary

Outline

im04 - Outline

Concept Map

im05 - concept map

Mind Map

im06 - mind map

Notes

im07 - summary

Untuk lebih jelasnya silahkan baca “A Guide to University Learning”:

http://www.learningcommons.uoguelph.ca/guides/university_learning/accessibility/studying.html

Mudah-mudahan tulisan saya ini  dibaca oleh SEMUA yang merasa mahasiswa. Sesungguhnya tulisan ini utamanya saya tujukan untuk mahasiswa saya yang sering hanya “bengong” di kelas.

Sumber:

  1. Ebbinghaus, Herman (tr. Ruger, Henry; Busenius, Clara). 1885. “Memory: A Contribution to Experimental Psychology”.
  2. Matthews, Mark.  Effective Study Skills. Student Learning Development. Trinity College Dublin. http://student-learning.tcd.ie
  3. Lynn Husen. Developing Smart Study Skills. classroom.jcschools.net/guidance/powerpoints/study.ppt


Kahuripan, 28 Februari 2014

Yang penting passion! Passion, itulah modal utama untuk belajar hidroponik :). Dengan passion, tidak ada alasan repot, sibuk, ga ada waktu, atau apapun alasannya. Dalam keterbatasan apapun, kalau sudah senang, maka tidak ada lagi hambatan .. Saya pernah sepulang kerja, malam hari jam 9 saya menyemai benih, hehehe… iseng bener emang :)

Saya orang yang sangat awam dengan hidroponik. Saya mulai berlangganan majalah Trubus dan mencari literatur di internet. Beberapa literatur yang saya baca “Basic Hydroponics System and How They Work“, “How to Hydroponics” dan lain-lain. Selain membaca literatur, saya pun mengunjungi Parung Farm, sebuah rumah produksi hidroponik di wilayah Parung. Kemudian saya bergabung dengan grup FB “Hidroponiku” dan “Komunitas Belajar Hidroponik”. Banyak sekali pelajaran yang saya perolah dari sana :). Dari sumber-sumber itulah saya mendapatkan gambaran bagaimana bercocok tanam secara hidroponik

Persiapan pun saya mulai dengan membeli benih sayuran, nutrisi, cocopeat, sekam, rockwoll, netpot dan peralatan hidroponik (pipa, besi, dll)

 IMAG0214 IMAG0216 IMAG0237 1554416_10152171008479841_1337861908_n

Sambil menunggu peralatan hidroponik selesai dirakit, saya mulai mencoba menyemai sayuran menggunakan dua media tanam, yaitu rockwoll dan cocopeat dicampur dengan sekam. Pengalaman pertama saya menyemai kurang baik, karena bibit kurang cahaya matahari akibatnya etiolasi (bibit menjadi tinggi/kutilang). Sebaiknya setelah bibit keluar (sprout) segera diperkenalkan dengan cahaya matahari.

IMAG0283 IMAG0229 IMAG0221 IMAG0461

 

Setelah 2-3 minggu menyemai, bibit sayuran dapat dipindahkan ke media hidroponik. Oya, karena bibit masih kecil, dan belum bisa menyentuh air nutrisi, maka saya menggunakan sumbu kain flanel sebagai kapiler untuk menyerap air. Jadi sistem yang saya gunakan saat ini sistem NFT (Nutrient Film Techniques) dan sistem sumbu (wick)

IMAG0276

 

Setelah tanaman disimpan dalam media hidroponik, maka perawatan tanaman tidak lagi merepotkan karena nutrisi secara otomatis sudah dialirkan oleh pompa. Di pagi hari sebelum berangkat ke kantor, saya hanya perlu mengecek aliran airnya saja :)

IMAG0287 DSCN0362 DSCN0381 DSCN0386 DSCN0389 DSCN0395 DSCN0339

DSCN0433 1507824_10152235646049841_1109044853_n

DSC_0059 copy

 

Setelah kurang dari sebulan Alhamdullilah sudah bisa dipanen :). Hasil panen kangkung, Pak Choi, dan salada sudah bisa dinikmati. Saat ini saya masih menunggu panen Sawi :)

1902086_10152250370099841_511515534_n 1598909_10152226172959841_117817386_o1662696_10152250222949841_502068224_n 1912265_10152250223489841_344669928_n-21897668_10152244483284841_1605261780_n

Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat :)