Kahuripan, 28 Februari 2014

Yang penting passion! Passion, itulah modal utama untuk belajar hidroponik :). Dengan passion, tidak ada alasan repot, sibuk, ga ada waktu, atau apapun alasannya. Dalam keterbatasan apapun, kalau sudah senang, maka tidak ada lagi hambatan .. Saya pernah sepulang kerja, malam hari jam 9 saya menyemai benih, hehehe… iseng bener emang :)

Saya orang yang sangat awam dengan hidroponik. Saya mulai berlangganan majalah Trubus dan mencari literatur di internet. Beberapa literatur yang saya baca “Basic Hydroponics System and How They Work“, “How to Hydroponics” dan lain-lain. Selain membaca literatur, saya pun mengunjungi Parung Farm, sebuah rumah produksi hidroponik di wilayah Parung. Kemudian saya bergabung dengan grup FB “Hidroponiku” dan “Komunitas Belajar Hidroponik”. Banyak sekali pelajaran yang saya perolah dari sana :). Dari sumber-sumber itulah saya mendapatkan gambaran bagaimana bercocok tanam secara hidroponik

Persiapan pun saya mulai dengan membeli benih sayuran, nutrisi, cocopeat, sekam, rockwoll, netpot dan peralatan hidroponik (pipa, besi, dll)

 IMAG0214 IMAG0216 IMAG0237 1554416_10152171008479841_1337861908_n

Sambil menunggu peralatan hidroponik selesai dirakit, saya mulai mencoba menyemai sayuran menggunakan dua media tanam, yaitu rockwoll dan cocopeat dicampur dengan sekam. Pengalaman pertama saya menyemai kurang baik, karena bibit kurang cahaya matahari akibatnya etiolasi (bibit menjadi tinggi/kutilang). Sebaiknya setelah bibit keluar (sprout) segera diperkenalkan dengan cahaya matahari.

IMAG0283 IMAG0229 IMAG0221 IMAG0461

 

Setelah 2-3 minggu menyemai, bibit sayuran dapat dipindahkan ke media hidroponik. Oya, karena bibit masih kecil, dan belum bisa menyentuh air nutrisi, maka saya menggunakan sumbu kain flanel sebagai kapiler untuk menyerap air. Jadi sistem yang saya gunakan saat ini sistem NFT (Nutrient Film Techniques) dan sistem sumbu (wick)

IMAG0276

 

Setelah tanaman disimpan dalam media hidroponik, maka perawatan tanaman tidak lagi merepotkan karena nutrisi secara otomatis sudah dialirkan oleh pompa. Di pagi hari sebelum berangkat ke kantor, saya hanya perlu mengecek aliran airnya saja :)

IMAG0287 DSCN0362 DSCN0381 DSCN0386 DSCN0389 DSCN0395 DSCN0339

DSCN0433 1507824_10152235646049841_1109044853_n

DSC_0059 copy

 

Setelah kurang dari sebulan Alhamdullilah sudah bisa dipanen :). Hasil panen kangkung, Pak Choi, dan salada sudah bisa dinikmati. Saat ini saya masih menunggu panen Sawi :)

1902086_10152250370099841_511515534_n 1598909_10152226172959841_117817386_o1662696_10152250222949841_502068224_n 1912265_10152250223489841_344669928_n-21897668_10152244483284841_1605261780_n

Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat :)