Agama


Somewhere over the rainbow, 29 Maret 2014

Siang ini saya mendapat pesan email dari seorang mahasiswa saya. Sebutlah dia Anton.

Assalamu’alaikum buk yeni.. maaf mengganggu.. pikiran saya terbuka atas ibu yang paparkan minggu lalu.. tp, jujur saya memang kurang motivasi buk karna belum mengetahui passion saya kemana.. gairah saya masih kurang untuk melihat sesuatu karna masih takut-takut kedepannya gmn.. jd, klu boleh bertanya buk.. baiknya apa yg saya lakukan?? metode belajar yang bagaimana baiknya saya terapkan.. soalnya dengan adanya ikut berorganisasi cukup membuat saya lelah dan tidak cukup waktu lagi buat belajar.. terima kasih buk atas waktunya.

Anton adalah salah satu mahasiswa yang saya tegur ketika kuliah karena dia tidak melakukan aktifitas apapun pada saat mengikuti perkuliahan. Dia hanya duduk di kursi dengan tangan melipat di meja dan menatap ke depan tanpa terlihat sedikitpun dia menikmati kuliah. Setelah melihat kondisi tersebut, maka saya sempatkan untuk menjelaskan sedikit mengenai “forgetting curve” kepada mahasiswa. Agar mahasiswa bisa membaca secara detail, selesai kuliah, malam harinya saya menyempatkan menulis secara detail mengenai “forgetting curve“. Silahkan dapat dibaca di sini.

Pada kesempatan yang lain, saat diskusi riset mingguan di lab bersama dengan mahasiswa saya, ada seorang mahasiswa yang menangis karena merasa “dipaksa” kuliah di jurusannya saat ini oleh orang tuanya. Dari keterpaksaan itulah akhirnya dia tidak sungguh-sungguh menjalani kuliahnya dan terpaksa harus mengulangi mata kuliah.. Sungguh saya prihatin sekali mendengarkan ceritanya..

Hmmm…Berawal dari kisah itulah kemudian saya ingin menyampaikan pengalaman saya melalui tulisan ini… Ketika saya SMA saya ingin sekali menjadi dokter. Oleh karenanya saya pun masuk jurusan Biologi, walau guru saya menyarankan saya masuk Fisika. Saya keukeuh dengan keinginan saya  menjadi dokter. Selepas SMA saya mendapat beasiswa PMDK (jalur tanpa tes) untuk masuk ke IPB dengan jurusan Ilmu Komputer.. saat itu bingung, bagaimana dengan passion saya menjadi dokter?? Tetapi saat itu orang tua saya menasihati saya untuk mengambil saja PMDK itu dan dengan bijaksana ortu saya bilang, tahun depan, kalau kamu masih penasaran kamu bisa coba tes UMPTN untuk kuliah kedokteran. Saat itu pun saya patuh dengan ortu karena saya tidak ingin mengecewakan mereka. Bisa anda bayangkan ilmu komputer dan kedokteran dua dunia yang berbeda… tetapi saya mencoba menekuni dengan baik bidang itu dengan belajar dengan baik dan kuliah dengan baik. Salah satu pelajaran yang diberikan orang tua saya yang selalu saya ingat adalah “Allah tidak membuat kejadian yang sia-sia, sekecil apapun kejadian itu…”. Dari pesan itu saya meyakini, apa yang terjadi pada saya pada saat itu dan kini, itulah cara Allah menunjukkan saya jalan yang terbaik…. Maka waktu itu saya pun tidak lagi terlalu memikirkan passion saya menjadi dokter.. saya jalani saja dengan cara terbaik saya…

Saat ini, saya menjadi seorang dosen.. Apakah saya menyesal menjadi dosen ?! Tentu saja tidak… :) Saya menikmati perjalanan hidup saya, termasuk juga menjalani pendidikan.  Saat ini saya sudah menyelesaikan studi S3 dengan bidang yang sama. S1, S2, dan S3 saya ilmu komputer… Saya mendapatkan banyak sekali nikmat melalui perjalanan hidup saya ini. Alhamdulillah…:)  Lalu kemanakah passion saya… Apa yang sudah bisa kerjakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, itulah passion saya..!!

Somewhere over the rainbow, 29 Maret 2014

Siang ini saya mendapat pesan email dari seorang mahasiswa saya. Sebutlah dia Anton.

Assalamu’alaikum buk yeni.. maaf mengganggu.. pikiran saya terbuka atas ibu yang paparkan minggu lalu.. tp, jujur saya memang kurang motivasi buk karna belum mengetahui passion saya kemana.. gairah saya masih kurang untuk melihat sesuatu karna masih takut-takut kedepannya gmn.. jd, klu boleh bertanya buk.. baiknya apa yg saya lakukan?? metode belajar yang bagaimana baiknya saya terapkan.. soalnya dengan adanya ikut berorganisasi cukup membuat saya lelah dan tidak cukup waktu lagi buat belajar.. terima kasih buk atas waktunya.

Anton adalah salah satu mahasiswa yang saya tegur ketika kuliah karena dia tidak melakukan aktifitas apapun pada saat mengikuti perkuliahan. Dia hanya duduk di kursi dengan tangan melipat di meja dan menatap ke depan tanpa terlihat sedikitpun dia menikmati kuliah. Setelah melihat kondisi tersebut, maka saya sempatkan untuk menjelaskan sedikit mengenai “forgetting curve” kepada mahasiswa. Agar mahasiswa bisa membaca secara detail, selesai kuliah, malam harinya saya menyempatkan menulis secara detail mengenai “forgetting curve“. Silahkan dibaca di sini.

Pada kesempatan yang lain, saat diskusi riset mingguan di lab bersama dengan mahasiswa saya, ada seorang mahasiswa yang menangis karena merasa “dipaksa” kuliah di jurusannya saat ini oleh orang tuanya. Dari keterpaksaan itulah akhirnya dia tidak sungguh-sungguh menjalani kuliahnya dan terpaksa harus mengulang mata kuliah lagi….. Sungguh saya sangat prihatin sekali mendengarkan ceritanya :(

Hmmm…Berawal dari kisah itulah saya ingin menyampaikan pengalaman saya melalui tulisan ini… Ketika saya SMA saya ingin sekali menjadi dokter. Oleh karena itu saya pun masuk jurusan Biologi, walau guru saya menyarankan saya masuk Fisika. Saya keukeuh dengan keinginan saya  menjadi dokter.

Selepas SMA saya mendapat beasiswa PMDK (jalur masuk IPB tanpa tes)  dengan jurusan Ilmu Komputer.. saat itu bingung, bagaimana dengan passion saya menjadi dokter?? Tetapi saat itu orang tua saya menasihati saya untuk mengambil saja PMDK itu dan dengan bijaksana orang tua saya mengatakan, tahun depan, kalau kamu masih penasaran kamu bisa coba tes UMPTN untuk kuliah kedokteran. Saat itu pun saya patuh dengan orang tua karena saya tidak ingin mengecewakan mereka. Bisa anda bayangkan ilmu komputer dan kedokteran dua dunia yang berbeda… tetapi saya mencoba menekuni dengan baik melalui belajar sebaik mungkin. Salah satu pelajaran yang diberikan orang tua saya yang selalu saya ingat adalah “Allah tidak membuat kejadian yang sia-sia, sekecil apapun kejadian itu...”. Dari pesan itu saya meyakini, apa yang terjadi pada saya pada saat itu dan kini, itulah cara Allah menunjukkan saya jalan yang terbaik…. Maka waktu itu saya pun tidak lagi terlalu memikirkan passion saya menjadi dokter.. saya jalani saja dengan cara terbaik saya…

Saat ini, saya menjadi seorang dosen.. Apakah saya menyesal menjadi dosen ?!! Tentu saja tidak… :) Saya menikmati semua perjalanan hidup saya, termasuk juga menjalani pendidikan.  Saat ini saya sudah menyelesaikan studi S3 dengan bidang yang sama. S1, S2, dan S3 saya Ilmu Komputer… Saya mendapatkan banyak sekali nikmat melalui perjalanan hidup saya ini. Alhamdulillah…:)  Lalu kemanakah passion saya…?? Apa yang sudah saya kerjakan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, itulah passion saya..!!

Satu umrah ke umrah berikutnya menjadi pelebur dosa yang terjadi diantara keduanya. Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga”
(HR. al-Bukhari)

Keinginan saya untuk melaksanakan ibadah umroh Alhamdullilah bisa terlaksana pada tahun ini. Ini adalah kali pertama saya melaksanakan ibadah umroh. Tepat tanggal 20 Mei 2012 saya memulai perjalanan ritual umrah. Perjalanan dimulai dari kegiatan manasik di asrama haji Pondok Gede. Setelah mengikuti kegiatan manasik, keesokkan harinya saya beserta rombongan menuju ke Bandara Soekarno Hatta. Rute perjalanan kami adalah Jakarta – Abu Dhabi – Jeddah – Madinah – Mekkah. Dengan menggunakan pesawat Etihad Airways, perjalanan dari Jakarta menuju Abu-Dhabi membutuhkan waktu selama lebih kurang delapan jam. Sedangkan perjalanan dari Abu-Dhabi ke Jedah selama lebih kurang dua jam. Perjalanan yang cukup melelahkan.

Perjalanan umrah kali ini saya terpaksa pergi sendiri. Pada awalnya sempat ada kekhawatiran mengenai hal ini. Setelah bertanya kepada beberapa orang yang paham agama, akhirnya tekad saya untuk umrahnya terlaksana. Terima kasih untuk Ibu dan Bapak Kus yang sudah berkenan menjadi orang tua “angkat”. :)

   

Kota Jeddah

Setelah melalui perjalanan selama sepuluh jam melalui Abu-Dhabi, saya beserta rombongan tiba di kota Jeddah. Kota Jeddah merupakan kota yang paling menonjol di wilayah Mekah al-Mukarramah. Jeddah disebut pula dengan Pengantin Laut Merah karena terletak di pertengahan pesisir Laut Merah bagian Timur. Jeddah dianggap sebagai pusat perekonomian dan wisata bagi kerajaan Arab Saudi. Populasi penduduknya berjumlah sekitar 3.2 juta jiwa dan dianggap sebagai kota terbesar kedua setelah Riyadh di Kerajaan Arab Saudi.

Kota Madinah

Dari kota Jeddah kami menuju kota Madinah. Perjalanan dari Jeddah menuju Madinah membutuhkan waktu lebih kurang lima jam menggunakan bus. Madinah atau nama penuhnya Madinah al-Munawwarah (Arabالمدينة المنورة) adalah salah sebuah kota yang terdapat di wilayah HijazArab Saudi. Madinah pada asalnya bernama Yathrib tetapi selepas peristiwa hijrah, namanya diubah kepada Madinat Al-Nabi (Kota Nabi) ataupun Al Madinah Al Munawwarah (Kota yang bercahaya) sementara perkataan Madinah bermaksud “bandar/kota”.

Madinah adalah kota paling suci yang kedua bagi umat Islam. Hal ini adalah kerana di Madinah terletaknya Masjid an-Nabawi yang mana terdapat makam Nabi Muhammad s.a.w.. Kawasan itu terletak di atas tapak rumah Nabi Muhammad s.a.w.

Sumber : http://ms.wikipedia.org/wiki/Madinah_al-Munawwarah

Setibanya di Madinah, kami sampai di hotel Mubaraq. Sebuah hotel yang tidak jauh dari mesjid Nabawi.

      

Mesjid Nabawi

Masjid Nabawi, adalah salah satu mesjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah,Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad saw. dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah saw., setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah saw. tiba di Madinah, yaitu di tempat unta tunggangan Nabi saw. menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah saw. untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau

(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Nabawi)

    

Selepas sholat subuh, diluar halaman mesjid Nabawi saya melihat banyak sekali pendagang yang menjual baju, kerudung, minyak wangi dan lain-lain. Ramai sekali. Sepanjang jalan dari mesjid Nabawi dan hotel ramai dengan penjual.

Mesjid Quba

Ibnu Ishaq menyebutkan, Rasullullah membangung mesjid Quba untuk bani Amr bin Auf. Ibnu Abu Khaitsamah menuturkan, ketika Rasullulah mendirikanmesjid Quba, beliaulah yang pertama kali meletakkan batu tepat di kiblatnya. Abu Bakar lalu datang membawa batu dan meletakkannya. Dilanjutkan Umar yang meletakkan batu di samping batu Abu Bakar. Setelah itu, kaum muslimin beramai-ramai membangunnya.

As-Suhaili menuturkan, Mesjid Nabawi adalah mesjid pertama yang dibangun dalam Islam. Mengenai penghuni mesjid Quba Allah SWT berfirman “Di dalammnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri (QS. at-Taubah [9]:108)

       

Niat Ihram (Miqat) di Bir Ali

Saya bersama rombongan memulai ihram dari Madinah. Ihram adalah niat untuk melaksanakan manasik haji, umrah atau keduanya sekaligus. Miqat adalah tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh Rasullulah untuk melaksanakan niat ihram. Pada dasarnya, penentuan miqat berpijak pada al-Quran.

Dzul Hulaifah adalah miqat penduduk Madinah. Saat ini tempat tersebut dikenal dengan Abyar Ali atau Bir Ali. Jaraknya dengan Mekah sekitar 420 KM. Bir Ali adalah sumber air bagi bani Jusham dan miqat bagi penduduk asli madinah, Syam, penduduk antara Hadzat dan Dzatu ‘Irqin”.

     

   

 

Masjidil Haram

Masjidil Haram meliputi Ka’bah, halaman ka’bah, mesjid yang mengelili ka’bah beserta halamannya. Sementara mesjid al-Mukarramah dan mesjid di wilayah Mekah tidak termasuk Masjidil Haram. Ketika saya mengunjungi masjidil haram, disekitar masjid tengah dilakungan pembongkaran gedung. Mungkin sedang dilakukan penataan kota lagi. Oleh karena itu saya selalu berusaha menggunakan masker untuk menghindari mengisap debu. Namun Alhamdullilah sampai selesai menunaikan ibadah, saya masih diberi kesehatan oleh Allah Subhannahuwatalla. Alhamdulliilah.

        

      

Selama melaksanakan ibadah umroh saya didampingi oleh seorang ustad muda yang bernama mas Fadholi. Seorang ustad yang lebih senang dipanggil Mas daripada Ustad. Hehehe… sip! Makasih yah mas sudah mengajarkan ibadah umroh. Moga suatu saat bisa mengajarkan ibadah lainnya yah.. oiya.. moga studinya lancar dan segera kembali ke Indonesia.. Good Luck!

Kota Mekah

Setelah melaksanakan umrah, saya bersama rombongan mengikuti city tour di kota Mekkah.

          

    

Jabal Tsur

Jabal Tsur adalah pelindung Rasullulah dari kafir Quraisy. Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys

Sumber : http://www.jurnalhaji.com/2009/11/23/jabal-tsur-pelindung-rasulullah-dari-kafir-quraisy/

     

Jabal Uhud

Uhud adalah nama gunung tempat terjadi perang Uhud. Ia adalah gunung berwarna merah dan tidak memiliki puncak. Uhud terletak di sebelah utara Madinah, jaraknya dari Madinah sekitar 1 mil. Di gunung ini pula terjadi peristiwa yang memilukan, yaitu terbunuhnya paman Rasullullah yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib, beserta 70 pasukan muslim. Tidak hanya itu otot besar dibagian depan paha nabi sobek dan wajahnya terluka dan bibirnya pecah. Perang uhud adalah hari penuh ujian dan musibah. Peristiwa itu terjadi pada 2 tahun, 9 bulan dan 7 hari sejak Rasullullah berhijrah atau pada tahun ke-3 H.

             

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah atau bukit rahmat letaknya di Arafah sebelah timur kota Mekah, Arab Saudi.  Konon ada sebuah riwayat yang menceritakan bahwa Jabal Rahmah adalah tempat bertemunya kembali Adam dan Hawa setelah mereka diturunkan dari Surga dan berpisah selama ratusan tahun lamanya. Padang Arafah adalah tempat melakukan wukuf. Abdullah bin Kinanah bin Abbas bin Mardas as Sulami meriwayatkan dari ayahnya, bahwa Rasullulah berdoa meminta ampunan untuk umatnya pada senja hari Arafah.

                   

     

  

Arafah

Padang Arafah merupakan daerah terbuka dan luas yang terletak di sebelah timur luar kota suci Makkah, disinilah umat Islam menunaikan rukun wukuf. Wukuf di padang Arafah merupakan salah satu rukun haji, bagi mengingati kembali peristiwa di mana Nabi Adam a.s. dan Hawa telah diturunkan ke bumi dari syurga atas sebab mengingkari perintah Allah dan terpedaya oleh tipu daya Iblis. Mereka telah dipisahkan di dunia ini dan mengambil masa 40 tahun untuk bertemu kembali. Tempat pertemuan mereka adalah di Padang Arafah iaitu di Jabar Rahmah. Di sinilah bertahun-tahun mereka memohon ampun daripada Allah. Akhirnya permohonan mereka diterima Allah.Wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijjah bererti berhenti seketika di padang itu.Berada di padang Arafah dalam suasana hangat dan panas terik memberi peringatan awal kepada umat Islam mengenai keadaan di padang Mahsyar di mana semua manusia tanpa mengira bangsa,pangkat atau kedudukan akan dihimpunkan untuk menerima pengadilan berdasarkan amalan makruf dan mungkar mereka semasa di dunia (sumber : http://ms.wikipedia.org/wiki/Padang_Arafah)

      

Kebun Kurma

Setelah mengunjungi beberapa tempat bersejarah, saya bersama rombongan mengunjungi kebun kurma. Di area kebun kurma ini terdapat sebuah toko kurma dengan berbagai macam makanan yang terbuat dari kurma.

  

Percetakan Al-Quran

Saya bersama rombongan juga mengunjungi tempat percetakan al-Quran terbesar di kota Mekah. Di tempat percetakan al-Quran ini, laki-laki bisa memasuki area percetakan dan bisa mendapatkan al-Quran secara gratis. Sedangkan untuk perempuan tidak diijinkan masuk. Bagi anda yang ingin membeli al-Quran, terdapat toko disamping percetakan yang menjual al-Quran.

  

 

Mesjid al-Qiblatain

Mesjid al-Qiblatain terletak di daerah bani Salamah diatas bukit kecil Herrat Wabrah di barat laut Madinah. Secara pasti mesjid Qiblatain berada di jalan Khalid bin al-Walid berpapasan dengan Jalan Raya Sulthanah (pusat perdagangan di Madinah). Mesjid ini dekat sekali dengan jalan Raja Abdullah dari arah Barat. Luas mesjid mencapai 3.920 meter persegi. Pada bagian atasnya terdapat dua kubah, yang pertama ber diameter 8 meter, dan yang kedua ber diameter 7 meter. Tingginya masing-masing mencapai 17 meter.

Nama masjid al-Qiblatain sesuai dengan riwayat dalam shahih al-Bukhari dari al-Barra bin Azib bahwa ketika Rasullullah datang ke Madinah, beliau shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan. Beliau ingin sekali menghadap ke Ka’bah. Untuk itu Allah menurunkan firman-Nya, “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi” (QS. al-Baqarah [2]:144). Beliaupun diperintahkan menghadap ka’bah. Seorang lelaki sholat Asar bersama beliau. Kemudian lelaki itu keluar dan melihat kaum Anshar sedang sholat. Lelaki itupun berkata bahwa dia sholat bersama Nabi Muhammad menghadap Ka’bah. Mendengar itu, mereka yang sedang sholat Asar segera berputar menghadap arah Ka’bah saat ruku.

Beberapa ahli tafsir menyebutkan bahwa ayat perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah diturunkan kepada Rasullullah. Beliaupun sjolat Zhuhur di mesjid bani Salamah dan mesjid itu dinamana Mesjid al-Qiblatain (Tafsir Ibu Katsir, Surat Al-Baqarah ayat 144).

    

Niat Ihram di Mekkah (Miqat di Ji-ronnah)

Mesjid Ji-ronnah atau mesjid Hudaibiyah merupakan tempat miqat yang paling afdol bagi penduduk Mekah, bahkan nabi pun pernah berihram disini. Mesjid ini dibangun untuk mengenang jejak Rasullulah. Nabi pernah menginap disini selama 13 hari.

Nama Hudaibiyah sudah tidak asing lagi di kalangan kaum Muslimin. Di tempat inilah Rasulullah pernah membuat perjanjian Hudaibiyah dengan kaum musyrikin.

Hudaibiyah merupakan kota yang berada di sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Kawasan tersebut juga dikenal sebagai daerah perbatasan Tanah Haram, sehingga sering dijadikan tempat miqat umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau umrah.

Nama Hudaibiyah sebenarnya diambil dari nama telaga, yang juga dikenal dengan sebutan telaga Asy-Syumaisi.

Sejarah Hudaibiyah bermula pada tahun 628 Masehi yang bertepatan pada bulan Dzulqaidah tahun 6 Hijriah. Kala itu Rasulullah bersama 1400 muslim berangkat dari Madinah menuju Makkah dalam rangka menunaikan ibadah umrah. Namun kaum Quraisy menyiagakan pasukan untuk menahan rombongan Rasulullah agar tidak masuk ke Makkah.

Rasulullah mengambil jalan diplomasi dengan kaum Quraisy yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Hudaibiyah. Untuk mengenang kejadian fenomenal itu dibangun sebuah situs, namun sayang kini menjadi puin-puing dan banyak coretan di mana-mana.

Informasi perjanjian Hudaibiyah dapat dibaca di http://kabarhaji.com/wisata/898/hudaibiyah-dan-diplomasi-tingkat-tinggi-muhammad

  

  

Mesjid Terapung di Laut Merah Jeddah

LAUT MERAH adalah sebuah teluk yang ada di bagian barat Jazirah Arab, yang memisahkan benua Asia dengan Afrika. Jalur ke laut di selatan melewati Babul Mandib dan Teluk Aden sedangkan di utara terdapat Semenanjung Sinai dan Terusan Suez. Laut ini di tempat yang terlebar berjarak 300 km dan panjangnya 1.900 km dengan titik terdalam 2.500 m. laut merah juga menjadi habitat bagi berbagai mahluk air dan koral.

Yang menarik adalah jika Anda melakukan perjalanan UMROH, di laut merah kota jeddah terdapat sebuah masjid terapung yang dibagun dari harta seorang janda kaya, janda tersebut membangun masjid terapung karena terinspirasi oleh hadist Rasulullah SAW. dimana setiap hamba yang membangun masjid maka dia akan di bangunkan sebuah istana yang megah di syurga Nya kelak. 

Semoga kisah perjalanan umroh ini bermanfaat bagi Anda. Amin.

Jakarta, Madinah, Mekah (20-29 Mei 2012)

Artikel ini saya tulis di blog dengan tujuan agar kita semakin hati-hati ketika mempelajari agama. Beberapa tahun yang lalu saya pun pernah membeli dan mempelajari kedua buku ini dan pernah mengikuti satu kali kegiatannya di Bogor. Saya hanya seseorang yang sedang mempelajari agama. Oleh karena itu informasi ini saya sampaikan agar kita lebih hati-hati ketika mempelajari agama, menggunakan sumber-sumber yang sahih dan usahakan memiliki guru agama yang benar.

Manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Oleh karena itu sudah sepantasnya jika kita terus menerus mempelajari agama dan memperbaiki kesalahan kita.

Semoga bermanfaat.

  1. Akhirnya Ary Ginanjar Akui Kekeliruan ESQ (Sumber : http://voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2010/07/27/8596/akhirnya-ary-ginanjar-akui-kekeliruan-esq/)
  2. Fatwa Mufti Malaysis Tentang Kesesatan ESQ Ary Ginanjar : (Sumber : http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/07/07/7875/inilah-fatwa-mufti-malaysia-tentang-kesesatan-esq-ary-ginanjar/)
  3. Penyimpanan ESQ Ary Ginanjar : (Sumber : http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/07/08/7907/27-penyimpangan-esq-ary-ginanjar-versi-nahimunkar.com/)
  4. Amin Djamaludin: Ajaran ESQ Ary Ginanjar tentang Asma Allah Jelas menyimpang : (sumber : http://www.voa-islam.com/news/profile/2010/07/09/7966/amin-djamaluddinajaran-esq-ary-ginanjar-tentang-asma-allah-jelas-menyimpang/

Semua kesalahan dilakukan dengan keyakinan bahwa yang dilakukannya benar. Ada banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa dikarang sendiri, dan memang harus ikhlas kita tanyakan kepada yang telah mengalami.” (Mario Teguh, 2010)

Dalam menjalankan ibadah seperti sholat, kita dianjurkan untuk melakukannya dengan tumaninah. Mengapa sholat harus tumaninah? tujuannya adalah agar menjadi khusuk dan fokus pada Allah. Caranya adalah dengan melakukan gerakan sholat yang sempurna dan membaca serta memahami bacaan sholat

Apa sih manfaatnya khusuk? manfaatnya agar pikiran menjadi tenang dan damai sehingga pikiran akan lebih konsentrasi, tindakan kita akan diringi dengan kesadaran tinggi, dan kita bisa mengendalikan pikiran kita. Dengan demikian pikiran kita akan terpusat pada pikiran yang kita pilih dan akan menghasilkan energi yang luar biasa. Itulah sebagian manfaat dari sholat yang rutin kita kerjakan..

Mengapa Allah memerintahkan hambanya sholat? tentunya karena Allah menginginkan kebaikan bagi hambanya. Sholat seyogianya memberikan manfaat besar kepada seluruh kehidupan manusia.

Lalu, apakah ajaran tumaninah pada sholat berkaitan dengan aktifitas kita sehari-hari..??

Ketika pulang tadi sore sambil mengendarai mobil, saya berpikir mengapa terkadang saat kuliah kita sulit memahami materi atau tidak bisa menjawab soal pada saat ujian?  saya juga berpikir mengapa harus melakukan rapat berjam-jam dan berkali-kali dan tidak menghasilkan kesepakatan yang paling baik??? mungkin karena aktivitas ini tidak kita lakukan dengan tumaninah..

Contoh saja, ada mahasiswa yang pada saat kuliah terbiasa membuka laptop, walaupun dosen sedang menerangkan didepan kelas, atau ada kebiasaan pegawai atau staf yang membuka laptop pada saat rapat dan melakukan aktifitas yang lain pada laptopnya.

Saya mencoba mengkaitkan ajaran sholat dengan aktifitas tersebut. Saya membayangkan betapa Allah maha pengasih dan penyayang karena sudah mengajarkan umatnya untuk melakukan sholat min 5 kali dalam sehari, apa tujuannya..?? sebagiannya adalah agar terbiasa untuk bisa tumaninah dan khusuk.

Pada saat kuliah kita jelas melihat dosen secara fisik, dan pada saat rapat kita juga melihat pimpinan atau rekan rapat secara nyata.. tapi pada saat sholat kita dilatih untuk “melihat” dan merasakan hal yang tidak terlihat secara fisik yaitu Allah… Jika saja dengan sholat kita bisa khusuk dan tumaninah dengan baik, insha allah untuk kuliah dan rapat bisa lebih mudah karena fokus utamanya jelas terlihat…

Sebuah artikel senada juga pernah saya baca. Artikel ini saya kutip dari Detik.com

Jakarta – Tahukah Anda mengapa meeting selalu berlarut-larut, menjemukan dan hasilnya cenderung tak optimal? Ternyata salah satu penyebabnya adalah karena peserta meeting membawa laptop (ataupun blackberry dan smartphone)! Kok bisa?

Berikut ini 5 (lima) alasannya, berdasarkan pengalaman penulis + sejumlah contoh kasus yang tersedia di Internet:

  1. Meeting dengan seluruh atau sebagian besar peserta membawa laptop, akan berdampak pada semakin minimnya komunikasi non-verbal antar peserta rapat. Bahasa non-verbal, adalah komponen tak terpisahkan dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan sesama manusia, bahkan antar mahluk hidup. Anggukan kepala, picingan mata, gerak bibir, posisi duduk, letak tangan, adalah hal yang paling penting untuk mengukur tingkat perhatian (ketertarikan) peserta meeting, pemahaman dan lainnya. Meeting pun menjadi berlarut-larut
  2. Saat pihak lain sedang melakukan presentasi gagasan atau laporannya, maka kecenderungan peserta meeting lainnya yang membawa laptop akan lebih sibuk mengutak-atik materi presentasi masing-masing. Ini adalah akibat dari ketidaksiapan untuk menghadiri meeting, atau minimnya waktu yang tersedia untuk melakukan persiapan tersebut. Menyiapkan ataupun merapihkan materi presentasi saat meeting tengah berlangsung,adalah salah satu bentuk kerja yang kontra-produktif.
  3. Peserta meeting dengan membawa laptop cenderung akan lebih berinteraksi dengan laptopnya, ketimbang dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya untuk mengusir kebosanan saat meeting, maka mereka akan bermain game, hingga chatting, browsing ataupun blogging apabila ada akses Internet. Walhasil, pihak yang sedang presentasi tidak akan mendapatkan respon yang interaktif. Feedback dari peserta meeting pun menjadi minim, yang akhirnya berdampak pada tidak matangnya output yang dihasilkan.
  4. Juga dengan adanya akses Internet, maka peserta meeting yang membawa laptop akan cenderung membentuk kelompok kecil eksklusif secara online, yang anggotanya adalah sebagian dari peserta meeting tersebut. Kelompok kecil ini akan membuat diskusi terpisah, melalui fitur messenger, dengan konten diskusi yang bisa jadi tidak konstruktif. Bentuknya pun beragam, bisa sekedar saling melempar joke, sampai membicarakan (dalam konteks negatif) pihak yang sedang melakukan presentasi, materinya ataupun peserta meeting yang lain.
  5. Meeting seharusnya adalah sebuah bentuk koordinasi ataupun integrasi antar unit/divisi, atau bisa juga sebagai akselerasi ataupun sinkronisasi. Tetapi yang terjadi, ketika peserta meeting membawa laptop, maka dia bisa tergoda untuk melakukan pekerjaan pararel, semisal diselingi dengan menggarap kerjaan lainnya yang tertunda karena harus menghadiri meeting. Aktifitas pararel, bukan berarti dapat berpikir ataupun menganalisis sesuatu secara parerel. Karena otak sejatinya akan berpikir dengan berlompat-lompat, “pause” di satu hal, dan “play” di hal lain. Sehingga buah pikir yang dihasilkan cenderung menjadi tidak optimal lantaran tidak fokus.

Manusia memperoleh kehormatan karena ilmu yang dianugerahkan Allah kepadanya. “Dia (Allah) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudan mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar!’ Mereka menjawab, ‘Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Q.S Al-Baqarah 2: 30-32)

Pengetahuan atau mengetahui sesuatu menurut Rasul Saw bukan hanya sebatas sampai pada kemampuan mengekspresikannya dalam bentuk kata tetapi ada pula yang menyentuh hati sehingga melahirkan amal-amal yang sesuai dengan petunjuk-petunjuk Ilahi. Pengetahuan dalam arti kedua inilah yang pada akhirnya menimbulkan kesadaran akan jati diri manusia sebagai makhluk yang dhaif dihadapan Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Mengetahui.

Ilmu seorang Ilmuwan harus mengantarnya kepada iman, selanjutnya ini mengantarnya kepada keikhlasan dan ketundukan kepada Allah. “Supaya orang-orang yang mempunyai ilmu mengetahui bahwa dia (Al-quran) adalah benar-benar dari Tuhanmu, lalu mereka beriman, kemudian hati mereka tunduk kepada-Nya” (QS. Al-Haj 22:54). Demikian terlihat, ilmu mengantar kepada iman dan iman menghasilkan ketundukan kepada Allah SWT. “Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud. Mereka berkata, ‘Maha suci Tuhan kami, sesunguhnya janji Tuhan kami pasti terlaksana”. Dan mereka menyungkur atas muka merekka sambil menangis dan bertambah khusyu'” (QS. Al-Isra 17:107-108-109). wa Allahu ‘Alam….