on vacation


Les Rives, 19 October 2014

20141019_114507

Setelah mengunjungi Pégairolles-de-l’Escalette, Prof. Stephane mengajak saya mengunjungi Les Rives. Les Rives adalah kota di departemen Hérault di wilayah  Languedoc-Roussillon masih terletak di bagian selatan Perancis.

Pagi itu kami bersiap-siap untuk pergi ke Les Rives. Pa Stephane membawa mobilnya melewati jalan yang mendaki dan berliku. Terlihat ada beberapa warga yang mengendari sepeda di sepanjang jalan. Pemandangan yang kami lalui sangat indah sekali.

Tibalah kami di sebuah jalan panjang yang sepi. Lalu pa Stephane memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan kami pun masuk ke kawasan bebatuan yang sangat luas. Setelah memarkirkan mobil, kami pun berjalan melewati pagar kawat yang terletak di pinggir jalan. Awalnya saya tidak memahami, apa yang akan kami lihat di kawasan ini. Kami pun terus berjalan melewati kawasan batu kapur.

Oh, ternyata pa Stephane membawa saya mengunjungi dataran tinggi Larzac (Larzac plateau). Dataran tinggi Larzac ini merupakan wilayah yang sangat gersang yang terletak diantara Aveyron dan Hérault. Namun kawasan ini akan menjadi danau ketika turun hujan. Namun kejadian ini hanya akaScreen Shot 2014-11-01 at 6.41.20 PMn terjadi setiap sekali dalam sepuluh tahun!!. Saya mendapatkan foto-foto dimana kawasan ini menjadi danau disebuah situs (www.dartahouna.com). Saat saya mengunjungi kawasan ini sedang musim gugur dan kondisinya sedang kering.

Sungguh ini adalah fenomena geologi yang mengagumkan!! Batu-batu besar ini terbentuk indah secara alami. Batu-batu besar ini membentuk lengkungan akibat proses erosi.

Causse du Larzac adalah kawasan terbesar yang tidak berpenghuni dan paling kering diantara Causse yang ada di Perancis. Causse de Larzac terbentuk dari bebatuan kapur yang sangat keras (harsh limestone). Bentuk batu kapurnya sangat beragam. Senang sekali saya melihatnya. Tentunya saya pun segera mengabadikan batu-batu yang indah ini :).

IMG_7710  IMG_7733

IMG_7712 IMG_7720

IMG_7667 IMG_7665 IMG_7663 IMG_7638

Kami pun terus berjalan lebih jauh lagi dan akhirnya menemukan batu besar dan tinggi sekali. Pada bagian bawah batu tersebut terdapat sebuah pipa. Pa Stephane menjelaskan pipa tersebut digunakan untuk menyimpan air ketika kawasan ini menjadi danau. Kawasan ini merupakan kawasan sulit air, sehingga ketika turun hujan dan menjadi danau, maka air tersebut akan disimpan dan dialirkan melalui pipa tersebut.

IMG_7721  IMG_7724

Diantara bebantuan kapur yang indah itu, ada salah satu batu yang saya sangat sukai. Bentuknya mirip wajah manusia. Ada hidung, mata, rambut dan mulut :).Indah sekali bentuk alam ini!!

IMG_7675 IMG_7673

IMG_7654 IMG_7686

IMG_7632 IMG_7645

 IMG_7730 IMG_7702  IMG_7622 20141019_121034

IMG_7628

Ada hal lain yang menakjubkan dari tempat ini yaitu tidak jauh dari dari lokasi batu kapur yang kering ini ada sebuah kawasan hijau yang sangat subur. Ini merupakan fenomena yang menakjubkan !!

IMG_7750  IMG_7755

Again… pa Stephane, thank you so much for bringing me to this wonderful place!! and Happy Birthday for you. It’s great moments to celebrate your birthday in this place :)

 

Referensi:

  • http://www.dartahouna.com/les%20rives%20photo%2000.htm
  • http://www.archmillennium.net/natural_arches_of_France.htm

 

Riau, 6 Mei 2014.

Melakukan aktivitas di luar kampus bagi saya merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengisi energi baru ditengah kepenatan kegiatan kampus. Selain mengajar, meneliti dan melakukan aktifitas rutin di kampus, menurut saya perlu juga menjalin networking dengan lingkungan di luar kampus.

DSC_0552Pada tanggal 5-7 Mei 2014, saya bersama dengan Prof. Lilik B. Prasetyo melakukan kunjungan ke PT. Arara Abadi, salah satu perusahaan HTI milik Sinarmas di Perawang Riau. Tujuan kunjungan tersebut adalah dalam rangka memenuhi undangan unit Research and Development (R & D) PT. Arara Abadi untuk menjadi narasumber pada acara Workshop yang bertema “Sistem Monitoring Hama dan Penyakit Hutan dan Tanaman Industri Berbasis Informasi dan Teknologi”. Dalam workshop tersebut saya menyampaikan materi “Computer Vision for IPM” dan Prof. Lilik menyampaikan materi “Hyperspectral for Plantation”. Acara workshop tersebut dihadiri juga oleh kantor PT. Arara Abadi di wilayah lain dengan menggunakan teleconference. Dalam kesempatan tersebut, saya bertemu dengan Direktur R & D yaitu Bapak Bambang Herdyantara, Kepala R & D Bapak Mardai dan Dr. Budi Cahyono.

DSC_0568 DSC_0574 DSC_0566 DSC_0581 DSC_0584 DSC_0551

Dalam acara kunjungan tersebut, kami juga mengunjungi hutan Eucalypus dan Acacia untuk melihat jenis penyakit dan hama yang menyerang tanaman tersebut. Luas lahannya sangat luas sekali. Menurut Dr. Budi Cahyono, monitoring hama dan penyakit untuk kawasan yang sangat luas seperti ini membutuhkan teknologi komputer. PT. Arara Abadi berharap dapat bekerjasama dengan IPB khususnya dengan lab Computer Vision Dept Ilmu Komputer untuk mengembangkan teknologi berbasis computer vision untuk identifikasi dan monitoring hama dan penyakit. Sungguh ini merupakan kesempatan dan tantangan yang baik bagi kami. Sampai saat ini grup riset Computer Vision, Departemen Ilmu Komputer sudah melakukan riset dan mengembangankan beberapa aplikasi berbasis web dan mobile untuk monitoring hama dan penyakit tanamana holtikultura seperti padi, kubis, dan tomat.

DSC_0519 DSC_0520 DSC_0512 DSC_0509 DSC_0504 DSC_0728 DSC_0648 DSC_0629 DSC_0610 DSC_0525

Pada hari ketiga saya diberi kesempatan oleh pa Budi untuk mengunjungi nursery. Lokasinya terbilang jauh dari kantor R & D. Lebih kurang satu jam untuk tiba di tempat tersebut. Di lokasi nursery, pa Budi menunjukkan beberapa jenis penyakit yang menyerang bibit tanaman eucalptus dan acasia. Saya juga sempat memberikan pengarahan cara pengambilan foto penyakit untuk keperluan identifikasi penyakit berbasis citra.

DSC_0663 DSC_0666 DSC_0667 DSC_0668 DSC_0549 DSC_0546

Tidak jauh dari tempat nursery, saya mengunjungi Arboretrum milik PT. Arara Abadi. Disana ternyata dikembangbiakkan juga gajah :) menarik sekali dan cukup indah pemandangannya. Konon katanya gajah ini pandai menirukan manusia, karena dilatih oleh pawang gajah. Perjalanan ini cukup panas namun sangat menyenangkan dan menambah pengetahuan baru bagi saya. Kami sangat berharap bisa membantu mengembangan teknologi computer vision untuk monitoring hama dan penyakit pada lahan PT. Arara Abadi. Semoga. Terima kasih kepada pa Budi dan tim yang sudah mengantarkan saya mengunjungi PT. Arara Abadi.

DSC_0712  DSC_0704 DSC_0701  DSC_0708 DSC_0700

Darmaga, 25 Juli 2013

Setelah beberapa kali menentukan waktu buka puasa bersama mahasiswa bimbingan saya (Computer Vision Group –  Ilkom IPB), Alhamdullilah akhirnya buka puasa bersama  bisa terlaksana juga. Walaupun kesehatan kaki saya belum pulih total, tapi saya ingin moment ini tidak terlewatkan.. karena pastinya sulit mengulang waktu kebersamaan seperti ini lagi :)

Setelah waktu ditentukan, mulailah Uda Indra Laksmana membuka lapak “RM Galuga” :). Rumah makan ini merupakan satu-satunya rumah makan di “Negara Darmaga” yang bisa kita kunjungi karena lokasinya paling dekat dengan kampus dan luas musholanya … :) Menurut info dari Foursquare lokasinya ada disini..

Diawali dengan penawaran makanan yang diupload uda Indra di grup FB “Riset Lab CI ILKOM IPB”, mulailah  grup member memesan makanannya.. Ada yang penasaran sama jus jagung, iga mercon, dan pesanan lainnya.. bahkan katanya ada yang memesan Insha Allah saja … :p.. Dengan segala macam pesanannya Indra pun akhirnya menutup orderan makanannya…

Sore pun tiba, saya diantar oleh keponakan menuju RM Galuga. Saya tiba tepat ketika azan Magrib berkumandang… :) Alhamdullilah.. ternyata sudah banyak sekali mahasiswa saya yang datang.. wah.. surprise bagi saya.. bahkan beberapa orang yang sudah lulus pun datang ke acara tersebut…

Berikut ini beberapa foto dari kegiatan acara tersebut..

foto08  foto06 foto05 foto04 foto03 foto02 Foto01
foto07

Seru yaaa… :).. Diakhir acara saya sampaikan permohonan maaf saya karena alasan kesehatan kaki saya, menyebabkan tertundanya kelulusan mereka walaupun beberapa dari mereka sudah siap untuk seminar dan sidang. Sekali lagi mohon maaf yaaa… :) (*Untung mau lebaran.. jadi Insha Allah dimaafkan ..heheh) Tapi Insha Allah mereka semua bisa lulus pada bulan Agustus 2013… Aamiiiiiin… :)

Kepada mahasiswa saya yang akan mudik lebaran, saya ucapkan selamat jalan, semoga tiba di rumah dengan selamat.. Aamiin… mohon disampaikan salam saya kepada orang tua kalian…. I love you all…!

Bogor – Togean, 28 Juni – 2 Juli 2013

Pukul 03.00 WIB rombongan peneliti IPB menuju ke Bandara Soekarno Hatta untuk perjalanan ke Palu, Sulawesi Tengah. Perjalanan ini merupakan bagian dari kegiatan penelitian untuk eksplorasi tumbuhan obat. Pesawat kami terbang pukul 05.00 WIB dan tiba di Bandara Mutiara Palu pukul 08.30 WITA. Bagi saya ini adalah perjalanan pertama ke Palu.

Setibanya di Palu, kami dijemput oleh kendaraan sewa dan langsung menuju Universitas Tadulako untuk bertemu dengan rekan rekan dosen dari Faperta. Kami disambut oleh pak Nirwan dan bapak wakil Dekan Faperta. Setelah diskusi mengenai kegiatan penelitian, kami pun segera meluncur ke Pulau Ampana

Perjalanan dari Palu menuju Ampana bukan perjalanan singkat. Untuk menuju Ampana kami harus melalui Poso. Dengan kondisi jalan yang sedang diperbaiki dan diperlebar, perjalanan kami memakan waktu 12 jam!. Kami berangkat dari Palu pukul 12 siang dan tiba di Ampana pukul 12 malam. Perjalanan yang cukup melelahkan, tapi menyenangkan :)

Setibanya di Ampana, kami menginap di hotel Marina Cottage. Hotelnya tidak terlalu besar, namun lumayan nyaman dan pantainya juga cantik :)

IMG_0025  IMG_0047

IMG_0008 copyPagi harinya, setelah sarapan kami pun bersiap siap untuk melakukan kegiatan lapang. Kami dibagi menjadi tiga tim, yaitu tim pesisir, tim daratan dan tim pegunungan. Saya bergabung dengan tim pesisir. Pukul 09.00 WITA, saya dan tim pesisir menaiki speed boat yang sudah kami sewa untuk menuju pulau Togean. Dengan menggunakan speed boat, perjalanan menuju Togean membutuhkan waktu 2.5 jam. Selain menggunakan speed boat, dapat juga menggunakan kapal besar penumpang, namun membutuhkan waktu 4 jam untuk sampai ke Pulau Togean.

Walaupun sangat jauh dan tidak lagi ada sinyal, perjalanan menuju Pulau Togean sangat menyenangkan karena dikelilingi pemandangan laut yang sangat indah. Hutan mangrove, karang laut dan ikan lumba-lumba menjadi sajian pemandangan yang sangat menyenangkan. Buat saya pengalaman naik speed boat dan bisa foto sepuasnya tak bisa dilupakan :)

IMG_0328 IMG_0311 IMG_0308 IMG_0106

togean map

wrm.org.uv

Pulau Togean memiliki beberapa desa. Salah satu desa tujuan kami adalah desa Lembanato. Setibanya di desa Lembanato, kami menuju rumah sekretaris desa. Setelah menyampaikan tujuan kedatangan kami, pak sekdes pun langsung menjamu makan siang. Terasa sekali kebaikan dan keramahan beliau. Suasana pemukiman penduduknya sangat khas sekali. Melihat anak-anak yang sedang bermain di lumpur dan berenang membuat saya tersenyum dan turut merasakan kebahagian mereka…. :).. Melihat suasana seperti ini, lebih menyadarkan saya bahwa bukan materi yang membuat manusia bahagia tapi rasa syukur atas apa yang dimiliki... Semoga anak-anak ini bisa menjadi orang-orang yang baik dan bermanfaat. Aamiin..

IMG_0602 IMG_1198 IMG_1209 IMG_0613 IMG_1216

Selesai makan dan sholat, kami langsung menuju Taman Nasional Mangrove dengan menggunakan speed boat sewaan. Tujuan kami ke taman nasional mangrove adalah untuk mengeksplorasi keanekaragman hayati yang berpotensi untuk obat dan pangan. Kami tiba di Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) hutan mangrove. Dari depannya saja sudah terlihat sangat indah. Kami pun memasuki hutan mangrove melewati jembatan kayu yang tersedia di tengah hutan. Namun sayang sekali jembatan ini sudah tidak terawat. Banyak sampah daun di atas jembatan dan banyak kayu yng sudah lapuk, sehingga sangat membahayakan sekali jika melewati jembatan tersebut. Akhirnya kami pun harus melewati bawah jembatan menapaki akar pohon bakau. Bagi saya sangat mengerikan karena akar bakau yang licin dan beberapa sudah rapuh sehingga harus memilih akar yang kuat. Cukup mengerikan tapi menyenangkan.

IMG_0853 IMG_0746 IMG_0673 IMG_0672IMG_0665

Akhirnya kami bisa masuk ke dalam hutan mangrove dan pemandangan didalam hutan mangrove sangat menarik. Dengan dibantu oleh pa sekdes kami mengekplorasi beberapa bagian tumbuhan yang sering digunakan oleh masyarakat baik untuk obat ataupun bahan pangan. Setelah mengunjungi hutan mangrove, kami menuju hotel di desa Kadidiri. Pemandangan pantai hotel ini pun tak kalah indahnya.. :)

IMG_0906 IMG_0930 IMG_0923

Setelah check in dan beristirahat sebentar serta merapikan sample tumbuhan obat, kami kembali lagi menuju desa Lembanato untuk bertemu dengan masyarakat yang paham mengenai tumbuhan obat.

Sore hari kami tiba lagi di desa Lembanato dan setelah magrib, masyarakat mulai berdatangan ke rumah pa sekdes. Satu persatu kami wawancara mengenai tumbuhan obat. Setelah wawancara kami kembali ke hotel Kadidiri untuk berisirahat.

IMG_1070 IMG_1076

Pagi harinya setelah sholat subuh, saya berolah raga sebentar di pinggir pantai sambil menunggu matahari terbit. Karena cuaca agak mendung, matahari terbit tidak terlalu jelas terlihat, tapi lumayan lah masih ada sinarnya sedikit :)

IMG_1121

Setelah mengambil beberapa foto sunrise, rekan saya ibu Nevy mengajak saya untuk snorkling mencari kerang. Beberapa jenis kerang ada yang bisa dijadikan obat. Karena saya tidak terlalu pandai berenang, saya memutuskan untuk berenang di tepian pantai saja. Setelah lebih kurang 30 menit saya snorkling, kaki saya menginjak kerang kapak :(( dan lukanya cukup parah…. :(. Saya pun keluar dari pantai untuk mencari pertolongan ke pemilik hotel. Saya dan mereka sempat panik karena banyak sekali darah yang keluar karena lukanya cukup lebar dan ada dua garis luka :((.. Sayang sekali pihak hotel tidak menyediakan P3K sehingga penanganan luka saya sangat lambat. Akhirnya luka saya dibalut dengan serbet untuk menghentikan pendarahan. Well it works :). Setelah beberapa lama akhirnya saya diperban juga.. thanks buat pa sopir speed boat yang sudah mencarikan perban :).. Setelah keceakaan itu, akhirnya saya harus tinggal di hotel dan tidak bisa ikut melakukan kegiatan lapang lagi bersama tim :((…

Siang harinya tim memutuskan untuk kembali ke Ampana untuk membawa saya ke dokter. Alhamdulillah sampai sore hari saya tidak demam, karena saya khawatir kerangnya beracun. Dengan luka yang masih sangat sakit, saya berjalan menuju speedboat untuk kembali ke Ampana. Untung saja ada kamera yang bisa melupakan sakit luka saya, akhirnya saya pun masih menyempatkan untuk mengambil foto dari kapal :) Saya hanya berusaha mengelola pikiran untuk tidak merasakan sakit :). Ini beberapa foto yang saya ambil dengan menahan rasa sakit hhehe… Alhamdullilah cuacanya sangat cerah.. maha besar Allah yang sudah menghibur saya :)

IMG_1700 IMG_1650 IMG_1646 IMG_1616 IMG_1551 IMG_1315 IMG_1187 

Akhirnya sore hari kami pun sampai di Ampana dan langsung menuju rumah sakit. Saya langsung dibawa ke UGD dan langsung ditangani perawat. Setelah diperiksa dan dibersihkan, walhasil luka saya harus dijahit … hiks :( dan tak tanggung tanggung jahitannya 16!! Saya hanya bisa berdoa agar kuat menjalani operasi jahitan luka. Karena lukanya sudah cukup lama dan sudah membengkak, suntikan bius 5 kali tidak bisa menghilangkan rasa sakit :( saya pun harus menahan rasa sakit itu… :( Syukur Alhamdullilah operasi berjalan lancar..hmmmph… mengerikan sekali melihat hasil jahitannya yang mirip jahitan kain. Setelah dijahit saya kembali ke hotel. Untungnya saya bisa tidur dan tidak demam. Terima kasih ya Allah.

Esok harinya kami bersiap siap kembali ke Palu lagi. Alhamdullilah perjalanan kami lancar dan tiba di Palu tengah malam lagi.

Kami kembali ke Jakarta malam hari dan tiba di Jakarta tengah malam. Alhamdullilah….

Dari perjalanan ini saya banyak belajar. Kelola pikiran dengan baik dan alihkan ke hal yang lebih positif. Ujian itu hanya sebentar dibanding dengan nikmat yang telah diberikan-Nya, maka bersabarlah… :)

Travel as much as you can. It is a humbling and inspiring experience to learn just how much you don’t know — Joyce Ernst

Semoga bermanfaat … :)

Bogor, 6 Juli 2013, 2:48 PM

Padang, 13-15 May 2013

Senin pagi saya bersiap siap menuju Padang untuk menghadiri sebuah konferensi Internasional yang diadakan oleh Universitas Andalas. Konferensi yang saya hadiri ini bertema Sustaianbility Agriculture, Food and Energy (SAFE) – http://safetainability.org

Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke kota Padang. Setibanya di kota Padang, saya langsung menuju hotel Pangeran, dimana tempat konferensi tersebut diadakan. Sekitar 30 menit saya tiba di hotel Pangeran dan langsung mengikuti seminar. Setelah makan siang, saya mempresentasikan hasil penelitian. Beberapa peserta yang hadir, diantaranya peneliti dari Jepang, AS dan Malaysia. Ada lima orang pemakalah yang mempresentasikan hasil penelitiannya.

IMG_0009 IMG_0012

Setelah acara seminar selesai, saya pun menuju hotel penginapan saya yaitu hotel PlanB di Jalan Hayam Wuruk. Seperti biasa setelah acara seminar selesai, dilanjutkan dengan rekreasi mengunjungi beberapa tempat wisata di Sumatera Barat. Beberapa tempat yang sempat dikunjungi yaitu Air Terjun Lembah Anai, Rumah adat istana Pagaruyung, Janjang Koto Gadang (The Great Wall of Koto Gadang) dan Jam Gadang.

Air Terjun Lembah Anai

IMG_0089  IMG_0078

Istana Basa Pagaruyung

 IMG_0184  IMG_0130  IMG_0166  IMG_0147IMG_0135    IMG_0152 IMG_0176 IMG_0149

IMG_0145

Janjang Koto Gadang (The Great Wall of Koto Gadang)

IMG_0193 IMG_0195 IMG_0197 IMG_0204

Jam Gadang

IMG_0208

Dalam perjalanan rekreasi, saya mendapatkan teman baru Dr. Peeyush Soni, seorang dosen dari Asian Institute of Technology, Thailand. Nice to meet you Dr. Soni.. :)

IMG_0206

13743_210179914840_3116922_n

Perjalanan ke Batu Caves

Batu Caves (Tamil: பத்து மலை), adalah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil, terletak di distrik Gombak, 13 kilometer (8 mil) utara dari Kuala Lumpur,Malaysia. Ini mengambil nama dari Batu Sungai yang mengalir melewati bukit. Batu Caves juga merupakan nama desa terdekat. Gua ini adalah salah satu kuil Hindu diluar India yang paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa Murugan. Ini adalah titik fokus Hindu festival Thaipusam di Malaysia.

Untuk masuk ke dalam gua, saya harus melalui tangga yang sangat panjang. Ada beberapa bangunan yang dapat dilihat sebelum masuk ke dalam gua.

13743_210179909840_5091134_n   13743_210179919840_419350_n   13743_224672434840_3480525_n  13743_210179934840_4798030_n13743_210239624840_3345829_n     13743_210179964840_6920236_n

Setibanya di dalam gua, saya melihat beberapa tempat ibadah umat Hindu. Saya pun menjumpai beberapa orang yang sedang melalukan ibadah di dalamnya. Terlihat pada foto seorang laki-laki berbaring tengkurap dengan memanjangkan tangannya ke atas. Entah apa maknanya :). Di bagian lain terlihat stalaktit dan stalagmit dan juga sesuguhan berupa buah-buahan dan barang-barang lainnya.

 13743_210179949840_6733129_n    13743_210179954840_1380358_n  13743_210179969840_2423392_n   13743_210179984840_738332_n  13743_210508134840_1298118_n

Tempat ini cukup menarik untuk melihat bagaimana masyarakat beribadah :). Thanks ya Santi yang sudah mengantarkan saya mengunjungi tempat ini.

  13743_210186839840_2430516_n

IMG_0037Senso-ji Temple atau dikenal juga dengan Asakusa Kannon Temple adalah kuil Budha yang berlokasi di Asakusa, Taito, Tokyo Jepang. Kuil ini merupakan kuil tertua di Tokyo. Kuil ini dibangun untuk didedikasikan kepada Bodhisattva Kannon (Avalokitesvara). Menurut legenda, Kannon ditemukan di sungai Sumida pada tahun 628 oleh dua orang nelayan yaitu Hinokuma Hamanari dan Hinokuma Takenari.

Kunjungan saya ke Senso-Ji temple ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2011, ketika saya melakukan Post Doc di Saga University, Jepang. Senso-ji temple merupakan temple yang sangat terkenal di Jepang.  Kuil ini pertama kali dibangun pada tahun 645 dan merupakan temple tertua di Jepang.

Untuk memasuki temple ini, pertama kali akan memasuki gerbang yang dinamakan Kaminarimon (Thunder Gate). Ini merupakan gerbang terluar dari Senso-ji Temple

.IMG_0018  IMG_0014 IMG_0015IMG_0009

Setelah melewati gerbang tersebut, saya melihat banyak pedagang disepanjang jalan, lebih kurang 200 meter menuju gerbang kuil kedua. Tempat orang berjualan tersebut disebut dengan Nakamise. Ada banyak barang yang dijual disana, mulai dari pernak-pernik untuk oleh-oleh, baju Yukata, T-shirt dan makanan tentunya :). Saya sempat membeli makanan seperti bakpau tapi ukurannya lebih kecil. Lupa saya namanya.. :p, Rasanya enak dan disajikan panas sehingga sangat enak dinimkati disaat udara sangat dingin. Ketika saya mengunjugi temple ini, saat itu musim dingin.. dingin sekali  :)

IMG_0031 IMG_0029 IMG_0027

IMG_0022 IMG_0094 IMG_0095

Setelah melalui Nakamise, saya melihat sebuah gerbang besar lagi yang diberi nama dengan Hozomon. Ini merupakan gerbang kedua menuju kuil utamanya.

IMG_0037 IMG_0045 IMG_0051

Setelah melewati gerbang Hozomon, barulah saya tiba di kuil utama Senso-ji Temple. Di dalam kuil utama itu banyak orang-orang yang melakukan ritual keagamaan. Menurut rekan saya mereka berdoa untuk semua yang mereka inginkan. Dibagian kanan saya melihat ada sebuah tempat yang menyediaakan permohonan yang mereka inginkan. Mungkin juga ada doa-doanya, entahlah, saya tidak begitu memahami :).

IMG_0068 IMG_0092 IMG_0075

IMG_0070  IMG_0080

IMG_0061 IMG_0083 

Dibagian luar kuil saya melihat ada beberapa pagoda dan beberapa bangunan kuil kecil.

IMG_0066 IMG_0085

Di bagian luar temple, saya melihat ada beberapa orang laki-laki yang menawarkan untuk mengajak berkeliling menggunakan gerobak yang mereka tarik sendiri. Pemandangan yang cukup menarik :). Puas rasanya mengunjungi temple ini.

IMG_0004  IMG_0097   IMG_0096

Thanks ya mba Chastine yang baik sudah mengantarkan saya jalan-jalan di Tokyo :)

IMG_0019

Thanks ya mba Chastine yang baik sudah mengantarkan saya jalan-jalan selama di Tokyo :)

Sumber referensi: http://www.japan-guide.com/e/e3001.html

Satu umrah ke umrah berikutnya menjadi pelebur dosa yang terjadi diantara keduanya. Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga”
(HR. al-Bukhari)

Keinginan saya untuk melaksanakan ibadah umroh Alhamdullilah bisa terlaksana pada tahun ini. Ini adalah kali pertama saya melaksanakan ibadah umroh. Tepat tanggal 20 Mei 2012 saya memulai perjalanan ritual umrah. Perjalanan dimulai dari kegiatan manasik di asrama haji Pondok Gede. Setelah mengikuti kegiatan manasik, keesokkan harinya saya beserta rombongan menuju ke Bandara Soekarno Hatta. Rute perjalanan kami adalah Jakarta – Abu Dhabi – Jeddah – Madinah – Mekkah. Dengan menggunakan pesawat Etihad Airways, perjalanan dari Jakarta menuju Abu-Dhabi membutuhkan waktu selama lebih kurang delapan jam. Sedangkan perjalanan dari Abu-Dhabi ke Jedah selama lebih kurang dua jam. Perjalanan yang cukup melelahkan.

Perjalanan umrah kali ini saya terpaksa pergi sendiri. Pada awalnya sempat ada kekhawatiran mengenai hal ini. Setelah bertanya kepada beberapa orang yang paham agama, akhirnya tekad saya untuk umrahnya terlaksana. Terima kasih untuk Ibu dan Bapak Kus yang sudah berkenan menjadi orang tua “angkat”. :)

   

Kota Jeddah

Setelah melalui perjalanan selama sepuluh jam melalui Abu-Dhabi, saya beserta rombongan tiba di kota Jeddah. Kota Jeddah merupakan kota yang paling menonjol di wilayah Mekah al-Mukarramah. Jeddah disebut pula dengan Pengantin Laut Merah karena terletak di pertengahan pesisir Laut Merah bagian Timur. Jeddah dianggap sebagai pusat perekonomian dan wisata bagi kerajaan Arab Saudi. Populasi penduduknya berjumlah sekitar 3.2 juta jiwa dan dianggap sebagai kota terbesar kedua setelah Riyadh di Kerajaan Arab Saudi.

Kota Madinah

Dari kota Jeddah kami menuju kota Madinah. Perjalanan dari Jeddah menuju Madinah membutuhkan waktu lebih kurang lima jam menggunakan bus. Madinah atau nama penuhnya Madinah al-Munawwarah (Arabالمدينة المنورة) adalah salah sebuah kota yang terdapat di wilayah HijazArab Saudi. Madinah pada asalnya bernama Yathrib tetapi selepas peristiwa hijrah, namanya diubah kepada Madinat Al-Nabi (Kota Nabi) ataupun Al Madinah Al Munawwarah (Kota yang bercahaya) sementara perkataan Madinah bermaksud “bandar/kota”.

Madinah adalah kota paling suci yang kedua bagi umat Islam. Hal ini adalah kerana di Madinah terletaknya Masjid an-Nabawi yang mana terdapat makam Nabi Muhammad s.a.w.. Kawasan itu terletak di atas tapak rumah Nabi Muhammad s.a.w.

Sumber : http://ms.wikipedia.org/wiki/Madinah_al-Munawwarah

Setibanya di Madinah, kami sampai di hotel Mubaraq. Sebuah hotel yang tidak jauh dari mesjid Nabawi.

      

Mesjid Nabawi

Masjid Nabawi, adalah salah satu mesjid terpenting yang terdapat di Kota Madinah,Arab Saudi karena dibangun oleh Nabi Muhammad saw. dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang utama bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah saw., setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah saw. tiba di Madinah, yaitu di tempat unta tunggangan Nabi saw. menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah saw. untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau

(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Nabawi)

    

Selepas sholat subuh, diluar halaman mesjid Nabawi saya melihat banyak sekali pendagang yang menjual baju, kerudung, minyak wangi dan lain-lain. Ramai sekali. Sepanjang jalan dari mesjid Nabawi dan hotel ramai dengan penjual.

Mesjid Quba

Ibnu Ishaq menyebutkan, Rasullullah membangung mesjid Quba untuk bani Amr bin Auf. Ibnu Abu Khaitsamah menuturkan, ketika Rasullulah mendirikanmesjid Quba, beliaulah yang pertama kali meletakkan batu tepat di kiblatnya. Abu Bakar lalu datang membawa batu dan meletakkannya. Dilanjutkan Umar yang meletakkan batu di samping batu Abu Bakar. Setelah itu, kaum muslimin beramai-ramai membangunnya.

As-Suhaili menuturkan, Mesjid Nabawi adalah mesjid pertama yang dibangun dalam Islam. Mengenai penghuni mesjid Quba Allah SWT berfirman “Di dalammnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri (QS. at-Taubah [9]:108)

       

Niat Ihram (Miqat) di Bir Ali

Saya bersama rombongan memulai ihram dari Madinah. Ihram adalah niat untuk melaksanakan manasik haji, umrah atau keduanya sekaligus. Miqat adalah tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh Rasullulah untuk melaksanakan niat ihram. Pada dasarnya, penentuan miqat berpijak pada al-Quran.

Dzul Hulaifah adalah miqat penduduk Madinah. Saat ini tempat tersebut dikenal dengan Abyar Ali atau Bir Ali. Jaraknya dengan Mekah sekitar 420 KM. Bir Ali adalah sumber air bagi bani Jusham dan miqat bagi penduduk asli madinah, Syam, penduduk antara Hadzat dan Dzatu ‘Irqin”.

     

   

 

Masjidil Haram

Masjidil Haram meliputi Ka’bah, halaman ka’bah, mesjid yang mengelili ka’bah beserta halamannya. Sementara mesjid al-Mukarramah dan mesjid di wilayah Mekah tidak termasuk Masjidil Haram. Ketika saya mengunjungi masjidil haram, disekitar masjid tengah dilakungan pembongkaran gedung. Mungkin sedang dilakukan penataan kota lagi. Oleh karena itu saya selalu berusaha menggunakan masker untuk menghindari mengisap debu. Namun Alhamdullilah sampai selesai menunaikan ibadah, saya masih diberi kesehatan oleh Allah Subhannahuwatalla. Alhamdulliilah.

        

      

Selama melaksanakan ibadah umroh saya didampingi oleh seorang ustad muda yang bernama mas Fadholi. Seorang ustad yang lebih senang dipanggil Mas daripada Ustad. Hehehe… sip! Makasih yah mas sudah mengajarkan ibadah umroh. Moga suatu saat bisa mengajarkan ibadah lainnya yah.. oiya.. moga studinya lancar dan segera kembali ke Indonesia.. Good Luck!

Kota Mekah

Setelah melaksanakan umrah, saya bersama rombongan mengikuti city tour di kota Mekkah.

          

    

Jabal Tsur

Jabal Tsur adalah pelindung Rasullulah dari kafir Quraisy. Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys

Sumber : http://www.jurnalhaji.com/2009/11/23/jabal-tsur-pelindung-rasulullah-dari-kafir-quraisy/

     

Jabal Uhud

Uhud adalah nama gunung tempat terjadi perang Uhud. Ia adalah gunung berwarna merah dan tidak memiliki puncak. Uhud terletak di sebelah utara Madinah, jaraknya dari Madinah sekitar 1 mil. Di gunung ini pula terjadi peristiwa yang memilukan, yaitu terbunuhnya paman Rasullullah yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib, beserta 70 pasukan muslim. Tidak hanya itu otot besar dibagian depan paha nabi sobek dan wajahnya terluka dan bibirnya pecah. Perang uhud adalah hari penuh ujian dan musibah. Peristiwa itu terjadi pada 2 tahun, 9 bulan dan 7 hari sejak Rasullullah berhijrah atau pada tahun ke-3 H.

             

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah atau bukit rahmat letaknya di Arafah sebelah timur kota Mekah, Arab Saudi.  Konon ada sebuah riwayat yang menceritakan bahwa Jabal Rahmah adalah tempat bertemunya kembali Adam dan Hawa setelah mereka diturunkan dari Surga dan berpisah selama ratusan tahun lamanya. Padang Arafah adalah tempat melakukan wukuf. Abdullah bin Kinanah bin Abbas bin Mardas as Sulami meriwayatkan dari ayahnya, bahwa Rasullulah berdoa meminta ampunan untuk umatnya pada senja hari Arafah.

                   

     

  

Arafah

Padang Arafah merupakan daerah terbuka dan luas yang terletak di sebelah timur luar kota suci Makkah, disinilah umat Islam menunaikan rukun wukuf. Wukuf di padang Arafah merupakan salah satu rukun haji, bagi mengingati kembali peristiwa di mana Nabi Adam a.s. dan Hawa telah diturunkan ke bumi dari syurga atas sebab mengingkari perintah Allah dan terpedaya oleh tipu daya Iblis. Mereka telah dipisahkan di dunia ini dan mengambil masa 40 tahun untuk bertemu kembali. Tempat pertemuan mereka adalah di Padang Arafah iaitu di Jabar Rahmah. Di sinilah bertahun-tahun mereka memohon ampun daripada Allah. Akhirnya permohonan mereka diterima Allah.Wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijjah bererti berhenti seketika di padang itu.Berada di padang Arafah dalam suasana hangat dan panas terik memberi peringatan awal kepada umat Islam mengenai keadaan di padang Mahsyar di mana semua manusia tanpa mengira bangsa,pangkat atau kedudukan akan dihimpunkan untuk menerima pengadilan berdasarkan amalan makruf dan mungkar mereka semasa di dunia (sumber : http://ms.wikipedia.org/wiki/Padang_Arafah)

      

Kebun Kurma

Setelah mengunjungi beberapa tempat bersejarah, saya bersama rombongan mengunjungi kebun kurma. Di area kebun kurma ini terdapat sebuah toko kurma dengan berbagai macam makanan yang terbuat dari kurma.

  

Percetakan Al-Quran

Saya bersama rombongan juga mengunjungi tempat percetakan al-Quran terbesar di kota Mekah. Di tempat percetakan al-Quran ini, laki-laki bisa memasuki area percetakan dan bisa mendapatkan al-Quran secara gratis. Sedangkan untuk perempuan tidak diijinkan masuk. Bagi anda yang ingin membeli al-Quran, terdapat toko disamping percetakan yang menjual al-Quran.

  

 

Mesjid al-Qiblatain

Mesjid al-Qiblatain terletak di daerah bani Salamah diatas bukit kecil Herrat Wabrah di barat laut Madinah. Secara pasti mesjid Qiblatain berada di jalan Khalid bin al-Walid berpapasan dengan Jalan Raya Sulthanah (pusat perdagangan di Madinah). Mesjid ini dekat sekali dengan jalan Raja Abdullah dari arah Barat. Luas mesjid mencapai 3.920 meter persegi. Pada bagian atasnya terdapat dua kubah, yang pertama ber diameter 8 meter, dan yang kedua ber diameter 7 meter. Tingginya masing-masing mencapai 17 meter.

Nama masjid al-Qiblatain sesuai dengan riwayat dalam shahih al-Bukhari dari al-Barra bin Azib bahwa ketika Rasullullah datang ke Madinah, beliau shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan. Beliau ingin sekali menghadap ke Ka’bah. Untuk itu Allah menurunkan firman-Nya, “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi” (QS. al-Baqarah [2]:144). Beliaupun diperintahkan menghadap ka’bah. Seorang lelaki sholat Asar bersama beliau. Kemudian lelaki itu keluar dan melihat kaum Anshar sedang sholat. Lelaki itupun berkata bahwa dia sholat bersama Nabi Muhammad menghadap Ka’bah. Mendengar itu, mereka yang sedang sholat Asar segera berputar menghadap arah Ka’bah saat ruku.

Beberapa ahli tafsir menyebutkan bahwa ayat perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah diturunkan kepada Rasullullah. Beliaupun sjolat Zhuhur di mesjid bani Salamah dan mesjid itu dinamana Mesjid al-Qiblatain (Tafsir Ibu Katsir, Surat Al-Baqarah ayat 144).

    

Niat Ihram di Mekkah (Miqat di Ji-ronnah)

Mesjid Ji-ronnah atau mesjid Hudaibiyah merupakan tempat miqat yang paling afdol bagi penduduk Mekah, bahkan nabi pun pernah berihram disini. Mesjid ini dibangun untuk mengenang jejak Rasullulah. Nabi pernah menginap disini selama 13 hari.

Nama Hudaibiyah sudah tidak asing lagi di kalangan kaum Muslimin. Di tempat inilah Rasulullah pernah membuat perjanjian Hudaibiyah dengan kaum musyrikin.

Hudaibiyah merupakan kota yang berada di sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Kawasan tersebut juga dikenal sebagai daerah perbatasan Tanah Haram, sehingga sering dijadikan tempat miqat umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau umrah.

Nama Hudaibiyah sebenarnya diambil dari nama telaga, yang juga dikenal dengan sebutan telaga Asy-Syumaisi.

Sejarah Hudaibiyah bermula pada tahun 628 Masehi yang bertepatan pada bulan Dzulqaidah tahun 6 Hijriah. Kala itu Rasulullah bersama 1400 muslim berangkat dari Madinah menuju Makkah dalam rangka menunaikan ibadah umrah. Namun kaum Quraisy menyiagakan pasukan untuk menahan rombongan Rasulullah agar tidak masuk ke Makkah.

Rasulullah mengambil jalan diplomasi dengan kaum Quraisy yang kemudian dikenal dengan Perjanjian Hudaibiyah. Untuk mengenang kejadian fenomenal itu dibangun sebuah situs, namun sayang kini menjadi puin-puing dan banyak coretan di mana-mana.

Informasi perjanjian Hudaibiyah dapat dibaca di http://kabarhaji.com/wisata/898/hudaibiyah-dan-diplomasi-tingkat-tinggi-muhammad

  

  

Mesjid Terapung di Laut Merah Jeddah

LAUT MERAH adalah sebuah teluk yang ada di bagian barat Jazirah Arab, yang memisahkan benua Asia dengan Afrika. Jalur ke laut di selatan melewati Babul Mandib dan Teluk Aden sedangkan di utara terdapat Semenanjung Sinai dan Terusan Suez. Laut ini di tempat yang terlebar berjarak 300 km dan panjangnya 1.900 km dengan titik terdalam 2.500 m. laut merah juga menjadi habitat bagi berbagai mahluk air dan koral.

Yang menarik adalah jika Anda melakukan perjalanan UMROH, di laut merah kota jeddah terdapat sebuah masjid terapung yang dibagun dari harta seorang janda kaya, janda tersebut membangun masjid terapung karena terinspirasi oleh hadist Rasulullah SAW. dimana setiap hamba yang membangun masjid maka dia akan di bangunkan sebuah istana yang megah di syurga Nya kelak. 

Semoga kisah perjalanan umroh ini bermanfaat bagi Anda. Amin.

Jakarta, Madinah, Mekah (20-29 Mei 2012)

Desember 2011, diakhir kegiatan Postdoc, saya menyempatkan pergi ke Yokohama. Yokohama adalah ibukota prefektur Kanagawa, Jepang. Kota ini terletak di wilayah Kanto, pulau Honshu. Yokohama merupakan kota kedua terbesar setelah Tokyo.

Kota ini merupakan kota pelabuhan yang berkembang pesat setelah Jepang membuka diri dari politik isolasi di akhir abad ke-19Pelabuhan Yokohama merupakan pelabuhan utama di Jepang bersama-sama dengan pelabuhan lain di kota KobeOsakaNagoyaHakataTokyoand Chiba.

  

  

Menapaki kota Yokohama di malam hari memiliki pesona tersendiri. Selain keramaian kotanya, Yokohama juga memiliki sudut kota yang cukup eksotis. Yokohama Minato Mirai 21 yang artinya pelabuhan masa depan merupakan salah satu pelabuhan yang sangat cantik pada malam hari. Tak pelak kamera saya pun seolah tak bosan membidik kecantikan pelabuhan itu.

      

Tidak jauh dari lokasi tersebut, saya melihat Yokohama Landmark Tower. Tak kalah cantik dengan pemandangan pelabuhannya.

    

Melintasi jembatan saya pun melihat gedung simfoni atau dikenal dengan Minato Mirai Hall.

 

Sungguh perjalanan liburan yang menyenangkan.. :). Thanks to mba Chastine yang sangat baik mengantarkan saya mengelilingi kota Yokohama dan sekitarnya.. :). Semoga suatu hari nanti bisa mengunjungi kota ini lagi…..

8 November 2011

Sakurajima adalah gunung berapi yang masih aktif di kota Kagoshima, sebuah prefektur yang terletak di pulau Kyusu, Jepang. Dalam bahasa Jepang Kagu artinya gunung berapi. Maka memang tak heran jika Kahoshima disebut dengan pulau gunung berapi.

Selama lebih kurang 4 jam menggunakan bus perjalanan dari Saga menuju Kagoshima . Bus berhenti di terminal bus Kagoshima Chuo Station yang tak jauh dari sebuah mall besar Amu Plaza.

 

Salah satu rest area yang berdekatan dengan tempat saya menginap adalah Dolphin Port. Sebuah rest area yang memiliki spot pemandangan gunung Sakurajima  yang sangat indah dan dilengkapi juga dengan restoran dan toko-toko.

  

Tak jauh dari Dolphin Port, terdapat Kagoshima City Aquarium yang memiliki koleksi binatang laut di perairan sekitar Kagoshima sampai ke bagian utara.

Taman Senganen atau yang juga dikenal sebagai Isoteien adalah sebuah pemandangan taman gaya Jepang di sepanjang pantai utara pusat kota Kagoshima. Salah satu sudut taman yang menarik di tempat ini  adalah pemandangan Sakurajima dan Kagoshima Bay. Taman ini juga dihiasi dengan hiasan bunga-bunga yang sangat cantik. Tak pelak kamera ini pun ingin menikmati taman ini hehe…

       

Senganen dibangun pada 1658 oleh seorang bangsawan kaya bernama Klan Shimazu, bangsawan feodal yang paling kuat selama Periode Edo (1603-1867). Shimazu memerintah Satsuma (sekarang Kagoshima) selama hampir 700 tahun sampai akhir zaman feodal pada tahun 1868.

Di tengah-tengah taman berdiri sebuah rumah khas Jepang atau Iso Residence. Rumah ini dibangun pada 1658 yang kemudian mengalami rekonstruksi pada tahun 1880.

Menikmati kuliner di kota ini tentunya juga menjadi pilihan saya. Kali ini saya memilih salah satu tempat yang sangat khas sekali nuansa dapur Jepangnya. Sambil menikmati semangkok Soba, saya bisa menikmati para chef yang sangat terampil dalam menyajikan mie khas Jepang ini.. :).Thanks pa Edi traktiran soba-nya.. :)

 

Sambil berjalan pulang menuju ke tempat menginap, tentunya saya juga tidak menyianyiakan kamera saya untuk mengabadikan pemandangan malam kota Kagoshima yang cantik dengan kerlap-kerlip lampu yang menghiasi sepanjang jalan.

  

 

Thanks pa Edi dan pa Lideman yang sudah menemani saya menikmati alam Kagoshima..

 

Next Page »