resensi buku


Bogor, 7 Maret 2014

Pada setiap akhir semester, selalu saja ada beberapa mahasiswa yang meminta perbaikan nilai. Dengan berbagai alasan mereka ungkapkan agar diberikan perbaikan nilai. Bahkan, permintaan perbaikan nilai ini bukan hanya dari mahasiswa, terkadang juga dari Departemen. Dengan dalih hak mahasiswa untuk mendapatkan perbaikan nilai yang tertulis pada buku panduan akademik, seringkali “memaksakan” dosennya untuk memberikan perbaikan nilai.

Saya setuju dengan hak mahasiswa untuk perbaikan nilai, tetapi ada baiknya kita perbaiki cara belajarnya. Bagaimana mahasiswa tersebut mengikuti kuliah di kelas. Sering kali saya menemukan mahasiswa di kelas hanya “duduk manis” tanpa ada sehelai kertas pun di meja, seolah  sedang menonton stand up comedy dan biasanya setelah “duduk manis” mahasiswa tersebut selanjutnya akan “tewas” tertidur…. zzzzzzzz

im01

Beberapa kali saya menegur mahasiswa yang seperti itu di kelas, dan ketika saya tanya apa isi tas yang dia bawa, ternyata hanya berisi laptop, bahkan ada juga yang tidak membawa satu pun buku tulis! Padahal coba kita ingat kembali ketika kita di sekolah. Pada umumnya siswa membawa buku teks dan pasti membawa buku tulis.

Kondisi ini tentunya tidak sejalan dengan banyaknya buku atau bahan bacaan yang harus dipelajari di bangku kuliah!

Screen Shot 2014-03-07 at 12.59.53 AM DSC00752

Forgetting Curve

ebbinghaus

Sumber: www.york.ac.uk/depts/maths/histstat/people/ebbinghaus.gif

Herman Ebbinghaus (1885) adalah seorang psikolog yang pertama kali mendefinisikan kurva kelupaan (Forgetting Curve). Ia menemukan bahwa semakin sering manusia mengulang informasi, maka dia akan lebih lama mengingat informasi tersebut. Ia juga mencoba menghafal tiga huruf yang tidak artinya dan dijedakan antara 20 menit hingga 31 hari. Hasil penelitiannya ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca di  “Memory: A contribution to Experimental Psychology“.

Ebinghaus Curve

www.psych.purdue.edu/~ben/285su2001/notes/figures/5-forgettingcurve.htm

Salah satu penemuannya adalah forgetting curve, atau kurva kelupaan, yang menunjukkan relasi antara keterlupaan dan waktu. Nampak bahwa memori jangka panjang ternyata sangat stabil. Untuk mengingat sesuatu dalam waktu yang lama tak diperlukan pengulangan yang ditumpuk dalam satu waktu, tapi lebih kepada pengulangan setelah jeda yang optimum, pada waktu yang tepat. Memori yang diulang tersebut kemudian akan bertahan lebih lama dari sebelumnya, dan dengan demikian informasi tersebut tak perlu diulang lagi untuk waktu yang lebih lama dari sebelumnya. Sistem memorisasi ini kemudian disebut sebagai “spaced repetition system”, atau sistem pengulangan berjeda (SUJ).

Screen Shot 2014-03-11 at 8.47.14 PM

Ebbinghaus Forgetting Curve (http://users.ipfw.edu/abbott/120/Ebbinghaus.html)

Ini artinya jika belajar hanya dilakukan pada saat ujian, maka bisa dipastikan hanya bisa mengingat sedikit sekali informasi yang diberikan pada saat kuliah dan sesungguhnya informasi tersebut tidak disimpan dalam memori jangka panjang!. Coba perhatikan kurva dibawah ini. Berdasarkan kurva tersebut, kita hanya mampu mengingat 75% sesaat setelah kuliah selesai. Setelah itu akan terus berkurang!

Screen Shot 2014-03-11 at 9.01.11 PM

Jadi apa yang harus dilakukan agar bisa mengingat dalam waktu yang lama? Perhatikan kurva dibawah ini:

Screen Shot 2014-03-11 at 9.13.53 PM

Menurut kurva tersebut yang harus dilakukan agar bisa mengingat dalam waktu yang lama adalah:

  • 10 menit setelah kuliah selesai lakukan review dengan cara membaca catatan kuliah (notes) yang dibuat pada saat kuliah, merapikan dan menulis kembali catatn kuliah
  • 24 jam setelah kuliah baca kembali notes tersebut, temuakan “benang merah” dari materi kuliah, baca buku teks untuk melengkapi catatan kuliah dan buat pertanyaan untuk melihat sejauh apa pemahaman yang dikuasai.
  • Setelah satu minggu sebelum kuliah berikutnya dimulai, baca kembali notes dan lakukan self-test!
  • Jadi, sebelum UTS atau UAS, anda sudah mereview materi kuliah MIN 3 kali.

Bagaimana membuat catatan kuliah (notes)?

Berikut ini beberapa contoh style catatan kuliah (notes) yang dapat membantu untuk mengingat dan memahami materi kuliah.

Summary

im03 - summary

Outline

im04 - Outline

Concept Map

im05 - concept map

Mind Map

im06 - mind map

Notes

im07 - summary

Untuk lebih jelasnya silahkan baca “A Guide to University Learning”:

http://www.learningcommons.uoguelph.ca/guides/university_learning/accessibility/studying.html

Mudah-mudahan tulisan saya ini  dibaca oleh SEMUA yang merasa mahasiswa. Sesungguhnya tulisan ini utamanya saya tujukan untuk mahasiswa saya yang sering hanya “bengong” di kelas.

Sumber:

  1. Ebbinghaus, Herman (tr. Ruger, Henry; Busenius, Clara). 1885. “Memory: A Contribution to Experimental Psychology”.
  2. Matthews, Mark.  Effective Study Skills. Student Learning Development. Trinity College Dublin. http://student-learning.tcd.ie
  3. Lynn Husen. Developing Smart Study Skills. classroom.jcschools.net/guidance/powerpoints/study.ppt

Setelah mengevaluasi jawaban ujian mahasiswa, saya bisa menyimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa kurang membaca dan tidak mampu menulis!!. Hal ini dapat dilihat dari jawaban essay yang tidak bisa menunjukkan pemahaman konsep, namun hanya sekedar hapalan belaka. Indikasi ini juga bisa dilihat adanya ketidaksesuaian antara definisi yang dituliskan dengan penalaran yang diberikan. Sebagai contoh dia bisa menjelaskan dengan singkat definisi backward chaining, namun tidak mampu melakukan penalaran.

Pada saat kuliah saya seringkali menegur mahasiswa yang tidak membawa buku untuk mencatat point-point penting yang disampaikan oleh dosen. Mengikuti kuliah seolah menonton film saja. Terkadang saya gregetan melihat kondisi tersebut. Tapi okelah kalau mahasiswa tersebut ingin seperti itu, saya masih berharap mereka bisa mengerti dan mampu menjawab soal dengan baik pada saat ujian… Namun sayang… harapan saya itu tidak terwujud….. :(

Dalam tulisan ini saya ingin mencoba memberikan sedikit pemahaman kepada mahasiswa apa yang dimaksud dengan belajar.

Belajar adalah proses yang dilakukan secara sadar, sengaja, aktif, sistematis dan integratif untuk menciptakan perubahan diri. Untuk memahami proses belajar yang benar, sebaiknya kita pahami dulu bagaimana cara kerja otak.

Otak manusia dibagi menjadi empat bagian yaitu (Gambar 1):

  1. Cerebrum (Otak Besar)
  2. Cerebellum (Otak Kecil)
  3. Brainstem (Batang Otak)
  4. Limbic System (Sistem Limbik)
anatomi_otak

Anatomi Otak. Sumber: http://www.aktivasiotak.com/fungsi_otak.htm

Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang. Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini.

Cerebrum terbagi menjadi 4 (empat) bagian yang disebut Lobus. Bagian lobus yang menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan yang menyerupai parit disebut sulcus. Keempat Lobus tersebut masing-masing adalah: Lobus Frontal, Lobus Parietal, Lobus Occipital dan Lobus Temporal.

  • Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari Otak Besar. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan gerak, kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian kreativitas, kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum.
  • Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor perasaan seperti tekanan, sentuhan dan rasa sakit.
  • Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.
  • Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata.

Apabila diuraikan lebih detail, setiap lobus masih bisa dibagi menjadi beberapa area yang punya fungsi masing-masing, seperti terlihat pada Gambar 2.

cerebrum

Cerebrum. Sumber: http://www.aktivasiotak.com/fungsi_otak.htm

Belajar merupakan bagian dari kehidupan manusia. Menurut Zull (2002), seorang pendidik dan ahli biologi, menjelaskan siklus pembelajaran manusia dengan menggunakan pendekatan Neurosains (Neuroscience). Neurosains adalah bidang ilmu yang mempelajari bagaimana cara kerja otak. Beberapa ilmu yang dapat dipelajari dalam neurosains antara lain anatomi (bentuk dan struktur otak), fisiologi (fungsi bagian-bagian otak), biochemistry (sifat kimia dan rekasi kimia dalam otak), molecular biology (molekul atau protein yang membentuk otak), psikologi (perilaku dan emosi) dan cognitive science (ilmu tentang proses berpikir). Yang akan dijelaskan pada tulisan ini adalah ilmu tentang proses berpikir (cognitive science).

Menurut Zull (2002), siklus pembelajaran berdasarkan neurosains dimulai dari mengumpulkan informasi (gathering information), melakukan refleksi (reflection), membuat ide (creating) dan melakukan aksi (active testing). Setiap siklus tersebut dikerjakan oleh bagian otak yang berbeda. Gambar 3 menunjukkan bagian otak yang melakukan siklus pembelajaran.

brain

Gambar 3. Learning cycle. Sumber: The Maritz Institute

Gathering

Gathering atau mengumpulkan informasi adalah tahap pertama yang dilakukan pada proses pembelajaran (learning). Pada tahap ini, informasi masuk melalui syaraf sensor visual dan audio visual (sensory cortices). Primary somatosensory cortex terletak di bagian caudal sampai ke pusat (central) sulcus, disebelah primary motor cortex. Primary somatosensory cortex memiliki fungsi menerima informasi indera somatis (peraba), seperti tekanan, sentuhan, getaran, dan temperatur. Primary visual cortex terletak di belakang lobus occipital di sepanjang ssure calcarine, sebagian besar tersembunyi diantara dua cerebral hemisphere. Sesuai dengan namanya, bagian ini berfungsi menerima informasi-informasi visual (lewat penglihatan). Primary Auditory Cortex terletak di dalam lobus temporal dan sebagian besar tersembunyi dalam ssure lateral. Pada bagian inilah informasi dikumpulkan.

Reflection

Reflection adalah tahap kedua dalam proses pembelajaran. Proses ini terjadi pada temporal lobe. Temporal lobe adalah bagian dari otak besar, terletak di kepala bagian samping (pelipis), berfungsi untuk mengendalikan pendengaran, beberapa aspek bahasa (bicara) dan penciuman, ingatan, emosi, terutama rasa takut, yang pada akhirnya berhubungan dengan kemandirian.

Pada tahap refleksi terjadi proses integrasi informasi yang diterima pada tahapan pengumpulan informasi (information gathering). Refleksi adalah proses merenungkan atau mengingat kembali apa yang telah dipelajari dan mencari keterhubungan satu sama lain. Proses refleksi dapat bekerja dengan baik jika pengaruh luar (distraction) yang dapat mengganggu konsentrasi diminimalisir. Pengaruh luar antara lain handphone, bermain social network dan lain-lain. Tanpa melalui tahapan ini proses pembelajaran menjadi terputus (disconnect) dan pemahaman menjadi sangat sempit. Hal ini yang menyebabkan Anda tidak mampu menjawab soal essay dengan baik.

Untuk mempermudah Anda melakukan refleksi, menulis catatan kecil terstruktur pada tahap gathering sangat baik dilakukan. Ketika Anda terpaksa meminjam catatan teman, maka tulis ulang lagi catatan tersebut dengan menggunakan kata-kata dan ilustrasi sendiri untuk menjelaskan konsep.

Creation

Creation adalah point penting dalam siklus proses pembelajaran. Dalam siklus ini terjadi perpindahahan dari proses menerima dan menyerap informasi ke menciptakan pengetahuan dalam bentuk ide, rencana, konsep dan representasi simbolik. Proses ini terjadi pada bagian prefrontal cortex. Bagian ini berfungsi saat mengambil keputusan dan berinteraksi. Bagian ini juga memengaruhi sifat sifat sosial seseorang.

Creation merupakan proses pemaknaan dimana informasi yang disimpan dalam memory diolah sedemikian rupa sehingga memperoleh adanya hubungan dan makna baru. Pada bagian inilah manusia mendapatkan pemahaman (understanding). Setiap individu memiliki proses creation yang berbeda-beda.

Active Testing

Active testing adalah proses fisik yang dilakukan oleh motor cortex. Pada tahap ini terjadi proses transformasi ide menjadi kejadian fisik atau yang disebut dengan action. Menurut Zull (2002), beberapa aktitas aksi yang termasuk didalam active testing yaitu membaca beberapa buku referensi, berdiskusi, menjelaskan dan menceritakan apa yang dipelajari, mendengarkan penjelasan orang lain, mencari bahan di internet, mencari teman berdiskusi, dan mencoba berlatih mengerjakan soal.

Menurut Zull (2002), kualitas belajar sangat ditentukan oleh seberapa banyak bagian dari otak manusia tersebut digunakan. Kualitas belajar yang baik adalah yang menerapkan semua siklus pembelajaran.

Jadi apabila pada saat ujian Anda diperbolehkan untuk membuka catatan kecil, artinya bukan hanya memindahkan catatan slide kuliah ke dalam note apalagi menyalin note orang lain!! akan tetapi melalui semua siklus gathering, reflection, creation dan active testing yang dilakukan setiap minggu setelah kuliah.

Nah, apakah Anda sudah mengoptimalkan otak anda untuk belajar?… Ingat, otak adalah karunia terbesar yang Tuhan berikan kepada manusia. Memanfaatkannya semaksimal mungkin adalah bagian dari wujud syukur atas karunia tersebut.

Daftar Pustaka:

Zull, J. (2002). The art of changing the brain. Sterling. VA: Stylus Publishing

Sumber : Inside Steve’s Brain. Menyingkap rahasia pemikiran Pendiri Apple.

Pada tahun 1994 Apple mendominasi hampir 10 persen pasar dunia yang nilainya multimiliar dolar untuk komputer pribadi. Apple adalah perusahaan terbesar kedua setelah IBM. Pada triwulan pertama 1996, Apple melaporkan kerugian sebesar $69 juta dan merumahkan 1.300 karyawan. Apple merugi $1.6 miliar, pangsa pasarnya anjlok dari 10 persen ke 3 persen dan saham jatuh.

Pada tahun 1997, Steve Job kembali lagi ke Apple setelah sebelumnya pada tahun 1985 keluar dari Apple setelah berseteru dengan Joh Sculley, yang saat itu menjabat sebagai CEO.

Sekembalinya Steve Job ke Apple, telah banyak membawa perubahan besar. Pada triwulan ketiga 2007, Apple melaporkan catatan keuntungan  $818 juta, sementara Dell yang menjual perangkat lima kali lebih banyak, memperoleh hanya $2.8 juta. Steve Job berhasil menarik Apple dari ambang kebangkrutan. Masih banyak lagi prestasi Steve Job sekembalinya ke Apple.

Apa yang telah dilakukan Steve untuk mencapai prestasinya itu..??

  • Steve telah mengambil keputusan yang sulit dengan kepala tegak. Steve Job membuat beberapa keputusan sulit dan menyakitkan, tetapi dihadapi dengan tegar. Yang dia lakukan diantaranya melakukan pemecatan karyawan yang tidak produktif dan melakukan reorganisasi.
  • Bersikap tegas. Memang tidak mudah untuk bersikap tegas. Namun Steve Job bersikap tegas dan adil ketika memulai restrukturisasinya yang drastis.
  • Berpengetahuan luas; jangan menebak. Steve Job melakukan evaluasi perusahaan dengan detail dan membuat keputusan berdasarkan data, bukan perkiraan.
  • Cari bantuan. Jangan menanggung masalah sendirian. Sejak kemunculan pertamanya pada tahun 1984, Mac OS versi lama telah berubah menjadi campuran kode yang penuh sesak dan tidak stabil. Sungguh merupakan mimpi buruk untuk mempertahankan dan mengupgradenya. Apple memiliki tenaga programmer yang sangat handal, namun Steve Job memutuskan untuk membeli sistem operasi dari perusahaan lain daripada mengembangkannya sendiri karena memerlukan waktu lama. Akhirnya Steve membeli NeXTstep.
  • Fokus. Steve Job memfokuskan sumber daya Apple yang terbatas pada sejumlah kecil project yang dapat dilaksanakan dengan baik.
  • Tetap fokus. Steve Job fokus pada apa yang dia kuasai. Job tidak menyutradai film-film animasi, walaupun di Pixar Steve Job meraih sukses besar menghasilkan film-film animasi. Steve Job fokus pada apa yang dia kuasai dengan baik.
  • Jangan mudah emosi. Evaluasi masalah perusahaan dengan kepala dingin dan tenang.

Apa yang sudah dilakukan Steve Job, sangat menginspirasi saya…

Nantikan lagi yah, pelajaran bermanfaat lainnya dari Steve Job pada bagian 2.. :)

Marilah kita ambil pelajaran dari setiap kejadian yang baik, tanpa harus melihat “atribut” pelakunya…. :)

Semoga bermanfaat.

Jeffry Lang adalah seorang professsor Matematika asal Amerika yang menjadi mualaf. Pemikirannya sangat kritis. Membaca dua bukunya yang pertama yaitu yang berjudul “Aku Beriman maka Aku Bertanya” dan “Aku Menggugat maka Aku Beriman”, saya mendapat banyak pelajaran penting dari pengalaman hidupnya. Walaupun ada beberapa pendapat yang mengkhawatirkan beberapa pemikiran kritis Jeffrly Lang, tapi saya tetap berusaha mencari “the bright side” dari pemikiran beliau. Setidaknya tulisan beliau bisa membuat semakin dalam keyakinan saya.

Minggu lalu, usai melakukan olah raga, saya sempatkan jalan ke Gramedia, dan saya menemukan lagi dua buah buku baru karya Jeffry Lang yang berjudul “Struggling to Surrender” dan “Even Angles Ask”. Ini merupakan buku ketiga dan keempat beliau. Tanpa pikir panjang lagi, dua buah buku itu saya beli. Dua buah buku yang lumayan lebih tebal dari buku sebelumnya, namun lebih menarik bukunya karena seperti novel.

Akhir pekan ini saya baru sempat membaca buku tersebut. Seharian penuh saya habiskan waktu untuk membaca buku ketiga. Didukung oleh hujan yang seharian mengguyur Parung, dan secangkir coffemix, membuat hari minggu ini begitu menyenangkan terlebih lagi karena baca buku Jefrry Lang..

Tak sabar rasanya ingin menuntaskan membaca buku itu dan bisa berbagi tulisan di sini. Moga saja bisa saya baca buku itu sambil menunggu program yang lagi running experiment… :)

Kalau ada yang sudah membaca buku Jeffry Lang, would you like to share with me..?? :)

Biomimetik – Penerapan desain alam untuk memecahkan masalah dibidang teknik, ilmu material, kedokteran serta bidang bidang lainnya. Biomimetik memadukan wawasan biologi dan pragmatism rekayasa. Adalah salah satu artikel yang ditulis majalah National Geographic Indonesia Bulan ini, April 2008.

Setiap makluk ciptaan Allah SWT merupakan koleksi harta dari desain yang brilian. Setiap spesies bahkan yang telah punah sekalipun merupakan kisah keberhasilan yang disempurnakan oleh jutaan tahun seleksi alam. Struktur alami memberikan petunjuk mengenai apa yang bermanfaat dalam sebuah mekanisme. Subhanallah!!

 

Rayap

Para arsitek di Zimbabwe tengah mempelajari cara rayap mengontrol suhu, kelembaban, dan aliran udara didalam gundukan sarang agar bisa mendirikan bangunan lebih nyaman.

Nyamuk

Para peneliti kedokteran Jepang berusaha mengurangi rasa sakit suntikan menggunakan jarum hipodermik dengan ujung bergerigi tajam, seperti pada proboscis nyamuk untuk meminimalkan rangsangan syaraf.

Kupu-kupu dan Kumbang

Permainan warna pada kupu-kupu dan kumbang serta lapisan anti pantulan cahaya pada mata ngengat telah mengilhami penelitian yang menghasilkan layar telepon selular yang lebih terang dan teknik anti pemalsuan yang sangat rahasia.

Lekukan-lekukan mikroskopis pada mata lalat berusia 45 juta tahun yang lalu yang terperangkap dalam ambar yang dilihatnya dalam museum di Warsawa Polandia, juga telah mengilhami pembuatan panel surya.

Kemilau metalik dan warna cemerlang burung tropis dan kumbang tak berasal dari pigmen, tetapi dari sifat optic; jajaran rapi mikrostruktur yang memantulkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Warna structural seperti itu yang tak akan memudar dan lebih berkilau daripada pigmen, sangat menarik kalangan produsen cat, kosmetik, dan hologram kecil kartu kredit.

Kumbang Melanofia yang bertelur di kayu yang baru terbakar telah mengembangkan struktur yang bisa mendeteksi radiasi infra merah yang dihasilkan kebakaran hutan secara tepat, membuatnya bisa merasakan kobaran api yang berjarak ratusan kilometer jaunya. Kemampuan ini sekarang diteliti oleh Angkatan Udara AS.

Ikan Kotak (Ostracion Cubicus)

Dibalik bentuk ikan kotak yang seperti kubus tersimpan pelajaran tentang desain yang elegan. Gaya hambat yang rendah membantu ikan tersebut merenangi jarak sejauh enam kali panjang tubuhnya dalam satu detik dengan distabilkan oleh tepi karapaksnya yang mirip lunas.

Bentuk ikan kotak yang sangat aerodinamis mengilhami mobil Mercedes-Benz yang berkonsep bionic. Aliran asap saat pengujian diterowongan angin pada fasilitas di Stuttgart menampilkan bentuk aerodinamika mobil yang meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga kilometer per detik

Kadal Thorny Devil

Dengan menghirup air melalui kaki, kadal Thorny Devil dari padang pasir Australia yang gersang memperlihatkan kemampuannya menyerap air ke mulut melalui saluran-saluran diantara sisiknya. Para ilmuwan berharap mampu meniru mekanisme tersebut untuk mengembangkan teknologi pengumpulan air bagi daerah-daerah kering.

Buah Anjang (Xanthium sp)

Saat memeriksa duri di celana dan bulu anjingnya pada tahun 1948, George de Mestral mendapati ujung kait mungil. Velcro pun diciptakan. Velcro digunakan pada bedah jantung artificial pertama dan perjalanan ke ruang angkasa.

Dengan bentuk berkait dan bercincin yang langsung mencengkram, tetapi lepas jika disentakkan seperti ritssluiting, Velcro (mikrograf electron) sekarang ada dimana-mana. NASA termasuk yang awal menggunakannya, mengirim Velcro ke bulan pada sepatu bot dan pakaian antariksa. Termasuk sarung tangan astronaut Apollo John Young tahun 1972 untuk merekatkan benda-benda yang mengapung dalam gravitasi nol dan didalam helm sebagai penggerak hidung.

Daun Teratai

Pada tahun 1982, ahli botani Wilhelm Bartlott dari University of Bonn, Jerman menemukan permukaan daun teratai secara alami membersihkan diri dan menolak air. Berkat sudut pertemuan air dengan mikrostruktur dan nanostruktur berlilin, air membulat dan bergulir sambil mengumpulkan kotoran.

Barthlott mematenkannya, menyebutnya efek teratai. Temuan ini diterapkan dalam produk seperti cat biomimetik merk Lotusan. Dituangi bintil-bintil mikro, cat ini menolak air dan tahan pada noda berpuluh tahun

Sirip Paus

Diilhami sirip paus bungkuk, ahli biomekanika Frank Fisk membantu merancang bilah turbin dengan tuberkel (bintil). Lekukan tepi sirip membantu menghasilkan gaya belokan tajam. Bilah diuji di Wind Energy Institute of Canada untuk mengetahui apakah bisa menghasilkan tenaga yang lebih besar pada kecepatan lebih rendah dengan suara lebih halus daripada bilah konvensional.

Kulit Ikan Hiu

MIkro electron mengungkap rahasisa kecepatan ikan hiu: sisik mirip gigi, dentikula dermal. Air yang “melaju melalui galur mikro tanpa terhalang” mengurangi friksi, kata peneliti hiu George Burgess. Perbedaanya bagai arus sungai deras dan turbulensi kali dangkal. Sisik juga mencehag teritip dan ganggang menempel- inspirasi lapisan sintesis, mungkin diterapkan di lambung kapal Angkatan Laut, mengurangi penempelan makhluk hidup

Sayap Lalat

Kepak serangga terbang mikromekanis belum menyamai gerak U kompleks dari sayap lalat kerbau yang menjadi sumber ilham. Namun robot ini segera terbang tanpa hambatan. Digerakkan actuator listrik mungil dikedua sisinya, sayap rapuhnya mengepak 275 kali per detik, lebih cepat daripada lalat kerbau. “Sayap lalat luar biasa, berputar disetiap kepak” kata Ron Fearing dan UC Berkeley.

Kaki Tokek

Jari kaki tokek memiliki rambut berujung spatula (sekitar 6.5 juta rambut per jari) yang melekat pada permukaan pada tingkat molekuler, memberi si kadal pijakan yang lincah, bahkan pada tembok dan langit-langit. Stickybot, robot pemanjat yang diilhami tokek di Stanford University menjelajah di medan yang serupa. Kaki berbulu itu menggenggam dan melepas dan kaki robot meniru anatomi tokek itu sendiri. Namun sejauh ini robot itu relative bergerak dengan kecepatan siput. Para perancang berharap robot tersebut bisa digunakan dalam penerapak operasi SAR.

Artikel itu menambah keyakinan saya bahwa Allah memerintahkan kita membaca agar mendapat pengetahuan.

“Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah/Yang mengajar manusia dengan perantaraan Qalam ” (QS Al-‘Alaq 96:3-4).

Kata Baca (Iqra) digunakan dalam arti membaca, menelaah, menyampaikan dan sebagainya dan mencakup segala yang dapat terjangkau. Baik ia merupakan bacaan suci yang bersumber dari Tuhan maupun bukan, baik ia menyangkut ayat-ayat yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Dengan demikian perintah ‘Iqra’ mencakup telaahn alam raya, masyarakat dan diri sendiri, serta bacaan tertulis baik suci maupun tidak (Tafsir Al-Mishbah, Vol 15).

 

Seorang insinyur Mark Cutkosky mengatakan “harga yang kita bayar untuk kerumitan pada skala kecil jauh lebih besar daripada harga yang dibayar alam”. Bukti yang sangat jelas untuk kita semua sebagai manusia untuk menyembah Allah swt, sang Pencipta Yang Maha Kuasa, sebagai bukti tanda syukur kepadaNya…

Selepas mengajar di Baranangsiang sabtu sore itu saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Baru saja masuk jalan Pajajaran rentetan mobil sudah sangat panjang menutupi setiap persimpangan jalan. Tidak ada satupun jalan alternative yang bisa saya pilih. Akhirnya karena kaki saya sakit karena terlalu sering menginjak kopling akibat macet (maklum kaki saya tak beralas saat menyetir mobil..:p), saya memutuskan untuk membelokkan mobil saya ke sebuah toko buku Gramedia Hero Pajajaran. Mungkin ini bukan pilihan cerdas untuk mencari jalan pulang tapi semata-mata hanya karena mencari lalu lintas yang lancar saja… hihi (pilihan yang aneh memang..:)

Bank Kaum MiskinSudah lama sekali saya tidak mengunjungi toko buku ini. Penataan rak2 bukunya banyak berubah. Hal ini menyebabkan saya menuju rak2 buku tanpa arah yang jelas..:). Ketika saya mengamati satu persatu judul buku, saya tertarik dengan sebuah buku berjudul “Bank Kaum Miskin” dengan nama Muhammad Yunus tertera pada bagian bawah judul buku. Saya pernah membaca sedikit kisah bagaimana perjuangan Muhammad Yunus mendirikan Grammen Bank didalam buku Re-Code change DNA. Hmm..sepertinya menarik buku itu. Akhirnya buku itu saya beli.

Gaya bahasa buku itu sangat menarik. Seperti sebuah novel, buku itu menceritakan kisah perjalanan Muhammad Yunus mulai dari anak-anak hingga menjadi seorang professor dan mendapat Hadiah Nobel Perdamaian. Penghargaan itu diberikan kepada Muhammad Yunus karena keberhasilannya mmembantu kaum miskin mendapatkan hidup yang lebih baik melalui kesuksesanya mengembangkan Bank untuk kaum miskin, yang diberi nama dengan Grameen Bank.

Dalam buku itu dijelaskan, salah satu kunci kesesuksesan bank Grameen Bank adalah komitmen pegawai. Meski gaji yang diberikan kepada pegawai jauh dibawah standar gaji yang diberikan oleh bank swasta komersial, namun jarang sekali bank swasta tersebut bisa membajak pegawai bank Grameen Bank. Apa yang membuat pegawai begitu berkomitmen? Apakah pekerjaannya itu sendiri? Persahabatan yang mereka bangun? Rasa tantangan pribadi, harga diri, moralitas yang mereka peroleh dari membantu negaranya? Setiap pegawai memiliki alasan sendiri-sendiri. Yang jelas pegawai Grameen Bank diberi kepercayaan untuk menganalisa realitas objektif dan memunculkan simpulan sendiri. Pegawai tumbuh dengan menganggap diri mereka guru. Tidak ada yang menjadi bos seperti yang terjadi pada perusahaan2 swasta. Karena dengan bos, seseorang harus bersikap formal, tetapi dengan guru hubungan lebih informal bahkan spiritual. Seseorang bisa mengakui kesalahan sendiri tanpa takut mendapatkan sanksi resmi. Pegawai bank umumnya memerlukan kantor, kertas, meja dan telepon sebagai pendukung. Mereka merasa kehilangan tanpa alat2 itu. Tetapi kejadian itu tidak terjadi pada pegawai Grammen Bank. Walaupun tanpa alat2 itu, di lubuk hatinya mereka masih tetap seorang guru.

Di bab terakhir buku itu, Muhammad Yunus menyampaikan ketika ingin membantu kaum miskin, kita biasanya menyodori mereka bantuan amal. Seringkali kita memakai bantuan amal karena enggan mengakui pokok permasalahannya dan enggan menemukan solusi. Bantuan amal menjadi cara untuk lepas tanggung jawab. Tetapi bantuan amal bukan solusi kemiskinan. Bantuan amal hanya mengekalkan kemiskinan dengan merebut inisiatif dari kaum miskin. Bantuan amal memungkinkan kita melanjutkan hidup tanpa mencemaskan kehidupan kaum miskin. Bantuan amal menyenangkan hati kecil kita belaka, tidak memberikan solusi masalah.

Selanjutnya Muhammad Yunus menjelaskan bahwa untuk mengurangi dan menghapuskan kemiskinan kita harus kembali ke meja perencanaan. Konsep, lembaga dan kerangka2 analitis. Jika kita secara cerdas menggarap ulang kondisi-kondisi kerangkanya, maka kemiskinan akan hilang dan takkan pernah kembali lagi.

Akhirnya setelah membaca buku itu saya jadi malu sendiri karena merasa sudah melakukan kebaikan dengan memberi amal tapi sesungguhnya lepas dari tanggung jawab…. Hmmmmm…. Really .. its inspiring story…. wajib dibaca oleh setiap akademisi…

Semoga bermanfaat

 

 

 

 

 

 

Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan” (Harun Yahya).

Kalimat itu yang pertama kali kubaca dalam novel “edensor” Andrea Hirata, novel ketiga dari tetralogi laskar pelangi. “Edensor” seolah memberiku selimut hangat dalam keheningan malam yang hampir membuatku “beku” malam ini. Tak kupungkiri jika kejenuhan tengah menghampiriku akhir-akhir ini. Seakan jenuh untuk merangkai setiap elemen itu menjadi sesuatu yang sempurna. Andrea mencoba meyakinkan apa yang disampaikan Harun Yahya melalui kisah hidupnya.

Novel itu lagi-lagi memberiku keyakinan bahwa memang semua yang terjadi sekecil apapun tidak pernah terjadi secara kebetulan. Saat yang bersamaan aku ingat firman Allah yang pernah kubaca dalam sebuah tafsir Al-Mishbah dalam surat al-Qashash (28:68). Allah berfirman “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan“. Dari ayat tersebut Sayyid Quthub (*) menjelaskan bahwa Allah mencipta apa yang Dia kehendaki. Tidak satu pun yang dapat mengusulkan kepada-Nya sesuatu, tidak juga menambah atau mengurangi sesuatu dari ciptaan-Nya, atau mengubah atau menggantinya. Dia-lah yang memilih dari mahkluk ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki dan siapa yang Dia kehendaki serta untuk apa Dia kehendaki dari pekerjaan, tugas serta kedudukan. Tidak satu pun yang berwenang mengusulkan kepada-Nya seseorang atau satu peristiwa, gerak, ucapan atau pekerjaan. Mereka tidak memiliki pilihan menyangkut diri mereka sendiri, tidak juga menyangkut diri orang lain. Tempat kembali segala persoalan -kecil atau besar- hanyalah Allah semata.

Penjelasan itu mampu membuatku keluar dari “kebekuan”di malam ini. Tidak seharusnya aku marah atas apa yang menimpaku dan yang luput dariku karena bukan aku yang memilihnya tapi yang memilih adalah Allah swt. Yang harus kulakukan adalah menerima apa yang terjadi dengan mencurahkan tenaga, pikiran, dan upaya untuk merangkai elemen-elemen itu menjadi rangkaian yang sempurna dengan ikhlas, hati yang lapang dan penyerahan diri kepada-Nya….

*)Tafsir Al-Mishbah, Volume 10.

Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan” (Harun Yahya).

Kalimat itu yang pertama kali kubaca dalam novel “edensor” Andrea Hirata, novel ketiga dari tetralogi laskar pelangi. “Edensor” seolah memberiku selimut hangat dalam keheningan malam yang hampir membuatku “beku” malam ini. Tak kupungkiri jika kejenuhan tengah menghampiriku akhir-akhir ini. Seakan jenuh untuk merangkai setiap elemen itu menjadi sesuatu yang sempurna. Andrea mencoba meyakinkan apa yang disampaikan Harun Yahya melalui kisah hidupnya.

Novel itu lagi-lagi memberiku keyakinan bahwa memang semua yang terjadi sekecil apapun tidak pernah terjadi secara kebetulan. Saat yang bersamaan aku ingat firman Allah yang pernah kubaca dalam sebuah tafsir Al-Mishbah dalam surat al-Qashash (28:68). Allah berfirman “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan“. Dari ayat tersebut Sayyid Quthub (*) menjelaskan bahwa Allah mencipta apa yang Dia kehendaki. Tidak satu pun yang dapat mengusulkan kepada-Nya sesuatu, tidak juga menambah atau mengurangi sesuatu dari ciptaan-Nya, atau mengubah atau menggantinya. Dia-lah yang memilih dari mahkluk ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki dan siapa yang Dia kehendaki serta untuk apa Dia kehendaki dari pekerjaan, tugas serta kedudukan. Tidak satu pun yang berwenang mengusulkan kepada-Nya seseorang atau satu peristiwa, gerak, ucapan atau pekerjaan. Mereka tidak memiliki pilihan menyangkut diri mereka sendiri, tidak juga menyangkut diri orang lain. Tempat kembali segala persoalan -kecil atau besar- hanyalah Allah semata.

Penjelasan itu mampu membuatku keluar dari “kebekuan”di malam ini. Tidak seharusnya aku marah atas apa yang menimpaku dan yang luput dariku karena bukan aku yang memilihnya tapi yang memilih adalah Allah swt. Yang harus kulakukan adalah menerima apa yang terjadi dengan mencurahkan tenaga, pikiran, dan upaya untuk merangkai elemen-elemen itu menjadi rangkaian yang sempurna dengan ikhlas, hati yang lapang dan penyerahan diri kepada-Nya….

*)Tafsir Al-Mishbah, Volume 10.