on vacation


Minggu, 4 Desember 2011


Daikozenji Temple (大興善寺), sebuah temple yang terletak di Kiyama, Saga Prefecture, merupakan salah satu lokasi wisata yang saya kunjungi diakhir pekan dimusim gugur ini. Pergi di akhir pekan, disela-sela membuat program dan menulis paper di kegiatan penelitianku sehari-hari, mampu menghilangkan kejenuhan dan me-recharge semangat kembali ..:).

Menikmati musim gugur di lokasi ini sangat mengesankan, karena selain menikmati warna-warni daun momiji, dapat juga melihat temple yang digunakan orang Jepang untuk beribadah.

     

  

Sangat khas sekali desain templenya. Terlihat cantik dibawah pancaran warna merah daun momiji yang sangat memukau.

Temple ini berada di wilayah pegunungan. Sehingga tidak heran jika harus menaiki tangga untuk mencapai puncak lokasi. Dengan menapaki tangga yang cukup tinggi, saya melihat hamparan pepohonan tinggi yang berwarna-warni. Indah sekali. Puas rasanya berlama-lama berada di tempat ini. Hamparan daun yang berguguran pun masih dapat menghiasi temple ini.

    

    

 

Terima kasih Allah atas nikmat yang kau berikan kepada kami untuk menikmati alam-Mu yang maha Indah.

-with love-

Hokuzan, 26 November 2011

Pertama kalinya menikmati musim gugur di Saga, Jepang membuat saya semakin lama semakin menikmati pesona alam eksotis negeri matahari terbit ini. Musim gugur atau dalam bahasa Jepang disebut aki ini konon musim terindah di Jepang. Musim peralihan dari musim panas ini mulai hadir awal November. Datangnya musim ini ditandai dengan mulai dinginnya suhu, bergugurannya daun-daun di sepanjang  jalan, dan yang paling menarik adalah berubahnya warna daun-daun. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah indahnya Japanese maple (daun momiji).

Hokuzan country club, merupakan salah satu area rekreasi di wilayah Mituses Saga yang memiliki panorama momiji. Di bawah pancaran sinar matahari dan di udara yang cukup dingin saya menikmati indahnya musim gugur ini. Luar biasa indah.. This is my first time in autumn… so Amazing. I love it.

Dengan langit yang biru (akizora) dan hangatnya sinar matahari membuat saya betah berlama-lama mengabadikan warna-warni dedaunan..

 

*) klik untuk memperbesar gambar

Ini adalah kali keduanya saya mengunjungi tempat ini. Pertama kali saya mengunjungi tempat ini pada musim panas di bulan September (baca : Tahu Macchan di Lembah Hokuzan Country Club). Di musim gugur ini daun-daun mulai menguning dan berubah warna, sebagian lagi sudah berguguran. Tampak juga danau yang airnya sudah surut, sehingga terlihat perahu-perahu dipinggir danau yang tidak digunakan lagi untuk memancing .. ya.. musim telah berganti…. Love this season, Thanks to Allah, Thanks to all my friend in Saga.. love u all…

(teh Risah, mba Anik, mba Rani, mba Indera, teh Irma, .. thanks a lot .. 🙂

23 November 2011 – Ogi, Saga Prefecture

Salah satu pesona malam eksotis yang sempat saya kunjungi minggu ini adalah candlelight di Ogimachi, air terjun Ogi, Saga Prefecture. Acaranya diberi nama Kiyomizu Candle in the Bamboo. Sebuah acara yang menyajikan cahaya lilin yang disimpan didalam batang bambo. Konon jumlah bambu yang digunakan untuk menyimpan lilin mencapai 9.000 batang bambu. Tidak heran pemandangannya menjadi sangat cantik sekali.


Ditambah lagi gemericik air terjun yang menjadi latar bambu-bambu yang bersinarkan cahaya lilin menambah syahdu malam. Hiasan cahaya lilin bermotif daun momiji pun turut menghiasi batang-batang bambu.

Dingin sekali malam itu, untung saja kali ini saya tidak salah menggunakan kostum, hehe.. jaket saya sudah cukup tebal melawan dinginnya malam… Thanks to mba Rani dengan minuman sereal jahenya, Guntur, Indra, mba Susi,  teh Risah dengan mie sphagethinya…:).. That’s wonderful night!

Niiyama, 23 Oktober 2011

Inilah kali pertama saya merasakan musim gugur di negara matahari terbit. Tibanya musim ini ditandai dengan merekahnya Bunga Cosmos. Berada di tengah-tengah hamparan bunga cosmos yang sangat luas di kota Niiyama, Saga membuat rasa jiwa kembali merekah damai dan indah. Alhamdullilah.. Tuhan..Terima kasih Engkau beri kesempatan hamba untuk memandang keindahan karya cipta-Mu.

Bunga kosmos konon dikenal sebagai bunga cinta “the love flower”. Memang pantas disebut demikian, karena memang memandangnya saja membuat hati ini senang.. 🙂

Kata Kosmos berasal dari bahasa Yunani yang artinya indah, rapi dan seimbang. Bunga ini memiliki warna yang sangat cantik dan memiliki aroma yang khas. Bunga ini berasl dari Amerika Latin. Bunga ini dikenal juga dengan the flower of october. Saya menjumpai ada 3 macam warna bunga kosmos yaitu putih, pink dan ungu.

*) Klik untuk memperbesar gambar

Thanks to Indra, teh Irma dan si kecil Fakhri yang sudah berbaik hati mengantarkan saya untuk menikmati keangungan Tuhan ini… thanks for all.. 🙂

Tuhan….

Jangan masukkan hamba kedalam golongan orang-orang yang tidak mensyukuri nikmat-Mu..

Bimbing hamba untuk selalu mensyukuri karunia nikmat-Mu….

Terima kasih ya Allah…

Telah Engkau limpahkan nikmat-Mu kepada kami …

-with love-

Saga, 10 Oktober 2011

Tulisan ini masih mengenai Journal of Vacation di Saga, Jepang. Jurnal Researchnya sementara belum bisa di tulis karena masih harus bergelut dengan algoritma dan program :). Menulis jurnal riset tentunya tidak semudah jurnal vacation, hehe…

Kali ini mengenai International Fashion Show Codo Sai, sebuah event kebudayaan seni yang diselenggarakan oleh sekolah International di Tosu, Saga pada hari Minggu 17 Oktober 2011. Kami dari Universitas Saga khususnya wakil dari Indonesia ikut serta meramaikan acara tersebut. Layaknya rombongan artis “Hollywood” (*maaf lebay*) kami disambut dengan teriakan meriah para pelajar di sekolah tersebut. Duh.. baru kali ini disambut seperti ini.. 🙂

Dalam event ini kami akan menampilkan budaya pakaian negara masing-masing. Ada beberapa negara yang ikut serta diantaranya India, Malaysia, Vietnam, Bangladesh, Jepang, dan tentunya Indonesia tercinta… 🙂

Bukan hanya fashion show, music dan dance performance juga ada. Yang paling menarik menurut pandangan sekilas mata saya adalah performance tarian India. Penarinya cantik dan sangat menarik untuk diabadikan di kamera saya.

Tak hanya budaya dari negara masing-masing, kami juga bisa mengenakan pakaian kimono. Ternyata menggunakan pakaian Kimono lebih ribet daripada Yukata. Pakaian Kimono yang saya gunakan terdiri dari 3 lapis. Dengan tentunya lipatan kain dibagian belakang yang cukup ribet… :), walaupun cukup tebal, Kimono memang lebih bagus daripada Yukata. Konon memang Kimono digunakan untuk acara-acara resmi, sementara Yukata biasanya digunakan untuk acara Hanabi. Seperti biasa kalau sudah menggunakan Kimono pasti ada tea ceremony.. Ocha pahit dengan kuenya yang sangat manis…:)

Love the people, love the culture!

Lombok, 8 Juni, 2011.

Kali ini saya tidak menulis tentang Saga. Entah kenapa saya ingin membuka  koleksi foto saya beberapa bulan yang lalu, tepatnya Juni 2011 ketika melakukan perjalanan ke Lombok. Pulau ini tentunya ada di Indonesia, di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa.

Pulau ini sudah sejak lama terkenal dengan keindahan alam lautnya. Pantai Kuta Lombok salah satunya. Memandang keindahan lautnya membuat penat seketika hilang. Saya belum menjumpai pantai seindah Lombok di Saga, Jepang.

Budaya etnik lokalnya serta penduduknya membuat saya saat ini rindu Indonesia. Aura kesederhanaan sangat jelas terlihat.

Melihat pemandangan di sore hari memiliki keindahan tersendiri. Walaupun harus berhari-hari mendapatkan golden moment untuk sunset tidak membuat lelah mata meneropong lensa.

Menikmati makan malam di Pantai Senggigi sambil diiringi pengamen musik profesional membuat saya ingin malam selamanya.. Oh Lombok.. suatu saat nanti mungkin saya akan kembali  mengenang, menikmati dan mendamaikan hati… Lombok .. more than word i can say…. sungguh ku mau…

Thanks for being with me.

Saga, 26 September 2011

Anda rindu dengan tahu Bogor ala Yunyi di Jepang? Jangan khawatir, anda bisa mengunjungi Macchan yang terletak di Mitsuse, Saga.  Terletak di area pegunungan yang sejuk dan indah, akan mengingatkan anda dengan Puncak di Bogor. Udaranya sangat segar karena bukit hijau yang mengelilingi sekitar pemukiman penduduk.

         

*)Klik untuk memperbesar gambar

Macchan merupakan rest area bagi para pengunjung yang hendak pergi dari Saga menuju Fukuoka atau sebaliknya. Didalamnya banyak jajanan yang bisa memanjakan perut Anda :). Salah satu makanan favorit konon Tahu Macchan.

   

*) Klik untuk memperbesar gambar

Selain bisa memanjakan perut, Anda juga bisa memanjakan mata anda dengan pemandangan pegunungan  dan danau buatan yang berfungsi sebagai dam. Nama tempatnya Hokuzan Country Club. Untuk menikmati pemandangan anda bisa menyewa sepeda seharga 350 yen. Dengan sepeda itu anda bisa mengelilingi kebun dan danau. Danaunya sangat luas dan banyak pengunjung yang menyewa perahu sekedar memancing ikan.

               

   

*) Klik untuk memperbesar gambar

Trully.. I feel like at home… damaaii….:)

Yeni.-

Saga, 23 September 2011

Ogi Park terletak lebih kurang 500 meter bagian utara dari Stasiun Ogi. Tepatnya berlokasi di 185 Ogimachi Ogi, Saga Prefecture 845-0001 Japan. Kebun ini dibangun oleh Raja di wilayah Ogi dan merupakan salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi untuk melihat buah Cherry merekah. Ada sekitar 3.000 pohon cherry yang ditanam dikebun ini.

Pemandangan menuju Ogi Park melalui Nabeshima sangat cantik. Sawah hijau dan menguning dilatar belakangi dengan pengunungan menambah sejuk suasana. Dari dalam mobil, saya sempat mengabadikan beberapa pemandangan.

Memasuki Ogi Park saya melihat banyak rumah-rumah penduduk yang dikelilingi oleh pengunungan. Melewati jalan yang menurun, saya melihat sebuah rumah dengan air yang mengalir di samping rumah. cantik sekali.

Setelah melewati rumah tersebut, dari kejauhan anda bisa melihat air terjun Shimizu. Untuk menuju air terjun tersebut, saya melalui jalan setapak yang berkelok kelok.

*)Klik untuk memperbesar gambar

Setelah melalui jalan berliku-liku, kemudian saya baru dapat melihat air terjun Shimizu. Air terjunnya tidak terlalu besar. Disamping kiri terdapat tiga buah patung. Mungkin patung-patung ini digunakan untuk ibadah. Pemandangannya menarik dan yang membuat saya nyaman, kebun ini bersih dan terawat.

So inspiring …. Thank to pa Ronny, pa Andry, pa Basuki dan pa Lipur yang sudah mengajak saya ke sini.. 🙂

Avance, 19 September 2011

Kedatangan saya di Saga pada saat ini beberapa rekan saya di Saga bilang saat yang tepat, karena ada banyak festival yang akan diadakan. Salah satu festival yang saya datangi adalah Saga International Festival 2011 yang diadakan di Avance, dekat dengan gedung perpustakaan.

Ada banyak acara yang diadakan seperti “Taste teas of the world”, Hina Doll Making, From Saga to the world, Sunflower project dll.. banyak banget acaranya.

Salah satu acara yang saya tunggu2 adalah acara menggunakan pakaian kimono… waah.. senengnya .. ternyata ribet juga yah jd “Oshin”.. :p yang dandanin bajunya ajah sampai 3 orang.. anyway .. seneng..walaupun waktu didandanin sempet bingung ngomong dan ga ngerti apa yg mereka omongin.. (*nasib mu malang sekali nak.. :p).. Weiss pokoke akhirnya selesai juga pake pakaian kimono..

Setelah selesai menggunakan kimono, saya mengikuti prosesi minum teh (ocha) dan main alat musik Jepang.. kayak kecapi gitu deh… apa yah namanya di Jepang..

Prosesi minum teh ala Jepang cukup ribet.. pertama kali kita disuguhi makanan kecil, setelah itu baru teh. setelah menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang menyajikan teh.. selanjutnya gelas tehnya harus diangkat dan diputer2 sebanyak dua kali.. mungkin maksudnya supaya keaduk tehnya… setelah itu baru diminum tehnya.

Selesai dengan acara prosesi minum teh, saya dan mba Woro menuju ke tempat budaya Korea. Disana kami juga diperbolehkan untuk mencoba pakaian adat Korea dan berfoto ria.. 🙂 teteeeeepp… :p. Menggunakan pakaian korea ga seribet menggunakan pakaian kimono.

Selesai dengan sesi pakaian adat, saya melihat pameran pembuatan boneka, Hina Doll making. Lucu-lucu bonekanya… tapi harus telaten buatnya karena bahan-bahannya kecil2.. ah.. saya moto aja deh… :p

Disamping pameran Hina Doll Making, ada pameran merangkai bunga.. Bunganya bagus2 bener. Tentunya kebanyakan ibu2 yang mencoba merangkai bunga..

*)klik untuk memperbesar gambar

Ada juga acara belajar memasak… khusus untuk acara ini saya memilih menjadi penonton setia saja.. 🙂 Takut kalo saya ikut masak malah jadi gagal masakannya ..hehehe ngeles…

Selesai menghadiri acara di dalam ruangan, setelah itu saya pun keluar untuk melihat tarian dan permainan musik dari Korea. Warna-warni baju penarinya bagus sekali,.. so coloufull.. lucu.. dan cantik sekali tariannya..

Pengalaman yang tak akan terlupakan… 🙂

Saga, Minggu 18 sep 2011

Jumat 16 September pukul 7 pagi saya pergi ke Saga Castle sambil olah raga dengan mengendarai sepeda dibantu dengan GPS. Thanks to Heru-san udah minjemin Modem mobilenya..:). Dengan bantuan mbah Google map, akhirnya ketemu juga jalan menuju Saga Castle. Sempat bingung juga karena di penunjuk jalannya ditulis Saga Castle Ruins. Saya pun tanya mbah Google lagi, ternyata benar.. :). Karena kepagian, Walhasil.. saya cuma bisa foto bagian depan dan belakang Saga castle.

Keesokan harinya Sabtu pagi jam 10 saya dijemput oleh mba Irma dan Indra untuk pergi ke Saga Castle lagi. Ternyata saya juga bertemu dengan teman baru dari Imari-shi Saga, mba Inggit. Nice to meet you mba Inggit… Akhirnya kami bersama-sama menuju Saga castle. Inilah foto pintu gerbang utama dan tampak depan dari Saga Castle yang sempat saya foto. Pintunya gedeeee bangetz… Sesuatu bangetzzz… (haha.. baru saya denger istilah ini …. :p).

Kali ini saya bisa masuk ke dalam castle. Masuk ke Saga Castle tidak perlu membayar. Untuk masuk ke dalam Saga Castle, kita harus buka sepatu dan memasukkan koin 100 yen ke dalam kotak sepatu. Uang ini bukan uang untuk titip sepatu, uang ini ternyata akan dikembalikan lagi ketika akan mengambil sepatu lagi…:) engga ngerti juga kenapa harus menyimpan koin di kotak sepatu tapi kemudian dikembalikan….ya sudah ga usah dipikirin hehe…

Memasuki Saga Castle akan didampingi oleh seorang Guide yang akan menjelaskan Semua yang ada di dalam Saga Castle dalam bahasa Jepang. Tapi jangan khawatir bagi yang memiliki keterbatasan bahasa Jepang seperti saya hehe.. bisa meminjam audio guidance dalam bahasa Inggris 🙂

Saga Castle History Museum atau dalam bahasa Jepang disebut dengan Saga-Jo Hon-Maru merupakan castle utama di kota Saga, yang dibangun pada tahun 1838 oleh Naoma Nabeshima, raja ke-10 kota Saga. Bagi yang belum kenal dengan Naoma Nabeshima, ini katanya fotonya.

Saga castle terbuat dari kayu yang disusun menyerupai permainan Lego. Arsitekturnya sangat apik. Castle ini dibangun hanya satu lantai pada era Edo (Edo Period). Castle ini dijadikan musium dan dibuka untuk umum pada tahun 2004.

Berikut ini beberapa potongan gambar hasil jepretan saya di dalam Saga Castle.

Sekian jurnal Saga edisi Saga Castle…:) ..Please enjoy it!

« Previous PageNext Page »